Dosen & Rektor

Dosen & Rektor
Positif


Noh! Lhu-Lhu udah nurutin kalian. Udah puas beluuum? -_-


Kalau Lhu-Lhu up lagi siap-siap ngasih tambahan vote + hadiah + like + comen positif + starnya yaaa.....


Lhu-lhu ngasih up gk ikhlas kalau kalean gk comen positif + like 😬


.


.


.


"Istri kamu pingsan atau tidur Han?" Tanya Sang Dokter. Dokter Hadi memang dokter keluarga mereka. Tak heran jika sudah terasa akrab dengan Farhan.


"Gak tahu dok, tadi sih waktu masuk di mobil masih sadar... Tapi selama di jalan ya gitu, kayak orang pingsan." Jawab Farhan.


"Hahaha! Istrimu cuma kecapekan. Dia tidur karena terlalu lelah. Sepertinya dia lupa meminum vitamin penguat kandungan, makanya kayaknya lemes banget tubuhnya," Jelas sang dokter.


Hal itu sukses membuat Farhan syok! Mulutnya melongo! Matanya hampir keluar kali ini!


"Jangan bercanda dok!" Ujar Farhan sedikit keras efek kaget.


Dokter yang ditanya pun bingung. Kenapa ekspresi anak temannya itu begitu?


"Jawab dok!" Tuntut Farhan.


"Apa yang perlu dijawab?" Tanya balik dokter itu semakin bingung.


"Anisa hamil?" Tanya Farhan kembali.


"Tungu! Kenapa ekspresi kamu gitu?" Tanya Dokter Hadi.


"Kamu gak tahu kalau Anisa hamil? Menurut pandangan saya sudah sekitar 6 minggu berjalan Farhan! Masak kamu tidak tahu? Tidak ada tanda-tanda apapun gitu?" Ujar Dokter Hadi panjang lebar.


"Dari Perutnya saja sudah membuncit gitu," Sambung beliau lagi.


Farhan meletakkan Hilya di tempat tidur. Di dekatinya dokter Hadi. Dan


"Beneran dok, saya gak tahu! Anisa sempat mengeluh beberapa malam yang lalu. Kalau Perutnya buncit. Dan sepertinya Anisa juga gak tahu kalau dia lagi hamil. Saya kira memang buncit umumnya orang," Jelas Farhan.


"Hahaha, unik sekali kalian ini. Ya sudahlah, kamu ajak istrimu periksa di dokter kandungan untuk memastikannya. Meskipun saya bukan dokter kandungan, saya sedikit paham hal itu," Ujar Dokter Hadi.


"Tenang, jangan mengasumsikan hal yang belum kamu coba. Dia pasti bahagia, untuk orang di luar itu, biar saya yang jelaskan. Hahaha, saya masih tak menyangka ada yang tidak sadar dengan kehamilannya." Ujar Dokter Hadi menenangkan.


"Maass?" Lirih Anisa. Ia sudah bangun ternyata. Dokter Hadi tersenyum menyambut kebangunan Anisa.


"Sayang? Sudah bangun," Farhan mendekat pada Anisa.


"Kok Hilya bobok di sini? Sama siapa kesini?" Tanya Anisa. Ternyata baby kecil itu tertidur memeluk Anisa setelah diturunkan Farhan.


"Sama Umi Abinya tadi. Kamu gak papa kan?" Tanya Farhan.


"Gak papa kok Mas... Makasih Dok, sudah repot-repot datang..." Ujar Anisa sembari mengelus-elus alis bocil di sampingnya agar tak terbangun.


"Sama-sama, sudah tugas saya Anisa. Ya sudah, saya pamit dulu. Assalamu'alaikum," Pamit Dokter Hadi. Beliau juga mengedipkan sebelah matanya untuk mengode Farhan agar tenang.


"Wa'alaikumussalam," Jawab Anisa dan Farhan.


Farhan duduk di samping bocil yang tidur itu. Ia juga membantu Anisa melepaskan jilbabnya agar tak pengap. Setelah meletakkan jilbab Anisa di gantungan, Farhan kembali duduk di tempat tidur. Bagaimana cara memberi tahu Anisa tentang kehamilannya?


"Mas? Kenapa?" Tanya Anisa menyadarkan lamunan Farhan.


"Gak papa sayang, kamu istirahat dulu ya... Mas mau keluar sebentar," Ujar Farhan.


Anisa mengangguk dan Farhan keluar. Tak lupa menutup pintu.


Di luar kamar, semua manusia sudah memandangi Farhan meminta penjelasan. Bagaimana bisa laki-laki ini tak tahu jika istrinya hamil. Bahkan sudah 6 minggu.


"Sabar yaa, bapak-bapak, ibu-ibu, kakak-kakak, Farhan memang murni gak tahu perihal ini. Anisa sempat mengeluh beberapa malam yang lalu. Kalau Perutnya buncit. Saya kira memang buncit umumnya orang. Wajar dong, kan ini perdana buat kami. Iya kan Bun? Iya kan Mi, wajarkan Mi," Jelas Farhan sembari meminta dukungan Umi dan Bunda.


"Iya-iya, sudahlah... Sudah terjadi. Farhan memang anaknya gak peka-an," Ujar Umi.


"Umi..." Rengek Farhan.


"Hahaha, iya Farhan... Gak papa, sekarang rencana untuk memberi tahu Anisa bagaimana? Dia pasti sama kagetnya seperti kita," Ujar Umi.


Mereka kini berkumpul di ruang keluarga untuk membicarakan perihal pemberitahuan untuk Anisa. Rempong banget ya mau ngasih tahu aja! Wkwkwkwk


Bersambung.....