Dosen & Rektor

Dosen & Rektor
Malu


Selamat bulan baru teman-teman Online Lhu-Lhu, 😍


01/07/2021


Di luar dugaan Farhan, ia kira istrinya akan sewot atau menunjukkan rasa tak senangnya pada Ayana. Justru ia mencoba membangun topik asik di antara keduanya. Kini Farhan ada di samping istrinya yang masih asik mengobrol dengan Ayana. Tak berselang lama, ia harus memberikan kata sambutan untuk tamu-tamu di ruangan ini.


"Mas ke depan dulu ya?" Pamit Farhan pada istrinya. Anisa mengangguk dengan senyuman yang amat manisnya.


"Pak Farhan begitu manis dan perhatian dengan kamu," Ujar Ayana saat Farhan sudah berlalu.


"Terima kasih," Jawab Anisa.


"Aku tak pernah dekat dengan lelaki setelah dihianati mantan pacarku, setelah melihat Pak Farhan rasa tertarikku dengan lawan jenis tumbuh kembali. Aku begitu tertarik dengan pesonanya. Tapi semua itu pupus setelah aku tahu jika dia pria beristri," Ujar Ayana panjang lebar.


Di sekitar mereka memang tak ada orang, jadi mereka bisa leluasa mengobrol. Sebenarnya ada ayah dari Ayana, tapi beliau tak mengerti bahasa Inggris. Jadilah Anisa dan Ayana bisa mengobrol dengan santai.


Awalnya Anisa ragu, takut jika menyinggung. Untung saja beliau tak mempermasalahkannya.


Anisa hanya menanggapi Ayana dengan senyuman saja. Tak tahu hendak membalas apa.


"Kamu nggak marah aku suka sama Pak Farhan?" Tanya Ayana yang heran melihat lawan bicaranya tersenyum manis.


"Aku sebenarnya cemburu. Kamu bisa tahu kenapa sekarang aku berada di sini. Karena aku ingin mengawasi kalian. Meskipun aku percaya Mas Faridz tak akan selingkuh, tetap saja aku ingin selalu di sampingnya." Jawab Anisa.


"Percayalah, aku tidak ada maksud apapun! Aku tak akan merusak rumah tangga kalian," Lirih Ayana.


"Aku percaya... Aku hanya ingin selalu di samping suamiku saat ini," Jawab Anisa dengan mengelus lengan Ayana.


Senyuman manis terukir pada bibir manis Ayana. Ia sangat senang memiliki teman di sini. Wanita muslimah yang anggun dan lembut.


"Sebenarnya aku siap menjadi muslim saat Pak Farhan mau menikahiku," Batin Ayana. Matanya menyorot ke arah Farhan yang tengah memberi sambutan di depan.


"Tapi tak mungkin ia menikahiku. Istrinya jauh lebih baik dari aku. Bahkan istrinya memiliki nama panggilan tersendiri untuk suaminya," Batinnya menjerit.


Anisa permisi ke kamar mandi, akhir-akhir ini sepertinya ia beser. Tinggallah Ayana dan Ayahnya di meja itu. Tak berselang lama, Farhan kembali ke mejanya. Kemana istrinya? Ia tampak bingung mencari.


"Oh! Terima kasih, saya izin menjemput istri saya terlebih dahulu," Pamit Farhan.


"Apa yang kau bicarakan dengan istri Pak Farhan tadi?" Tanya Ayah Ayana setelah Farhan pergi.


"Bukan apa-apa, hanya obrolan ringan," Jawab Ayana.


Farhan menyusul Anisa di toilet terdekat. Tampak sepi, tak ada suara sama sekali.


"Yaang? Kamu di dalam?" Panggil Farhan.


"Iya Mas! Masih cuci tangan, sebentar!" Jawab seseorang dari dalam.


Cklek!


Keluarlah Anisa dari kamar mandi. Jilbabnya tampak basah di bagian depannya.


"Habis mandi? Bisa basah semua gini," Ujar Farhan sembari mengelap jilbab Anisa dengan tangannya.


"Nggak papa Mas, nanti juga kering sendiri..." Jawab Anisa.


Dirangkulnya lengan Farhan sebagai tumpuan. Barulah Farhan mengajak Anisa kembali ke ruangan.


"Mohon maaf jika kami lama," Ujar Farhan setelah mereka kembali.


"Tidak apa," Jawab Ayah Ayana dengan sopan.


Farhan mengambil beberapa lembar tisu dan mulai mengelap pada jilbab Anisa. Malu? Tentu saja! Saat ini Anisa dan Farhan tengah menjadi tontonan sepasang ayah dan anak di depannya. Bukan hanya itu, beberapa orang yang masih bisa melihat ke meja mereka juga melihat adegan ini.


"Maas! Dilihatin orang-orang," Bisik Anisa yang mukanya kini sudah memerah.


"Syuuut! Bentar lagi kering ini," Jawab Farhan.


...Bersambung.......