
Tampak sepasang pasutri tengah bermanja-manja di atas tempat tidur setelah salat isya dan telah melakukan lalaran Al-Qur'an. Anisa yang berbantalkan dada bidang sang suami, dan Farhan yang melingkarkan tangannya di pinggang dan pundak Anisa. Enak banget, malam-malam ada yang manjain. Hehehe. Maklum saja, dari pagi - sore mereka berada di kampus. Saat-saat seperti ini lah yang menjadikan momen sangat berarti untuk berpacaran.
"Keputusan rapatnya gimana Mas?" Tanya Anisa.
Bahkan Anisa belum mengetahui final rapat tempo hari. Ia belum sempat menanyakan pada Farhan.
"Bulan depan kita mulai daring. Walaupun kita zona hijau, pemerintah tetap memerintahkan agar belajar daring. Kabupaten tetangga sudah zona orange, " Jawab Farhan sembari mengelus-elus rambut Anisa.
"Terus, bimbingan skripsi untuk mahasiswa gimana?" Tanya Anisa.
"Gak papa, lanjut aja... Tapi jangan di kampus, di rumah ini saja," Jawab Farhan.
, ذ
"Di kampus sudah di jaga dengan petugas keamanan pemerintah. Kita gak bisa nyolong-nyolong waktu untuk ke kampus," Sambung Farhan.
"Sampai segitunya," Gumam Anisa.
"Untuk kebaikan kita semua sayank. Kalau ada mahasiswa yang mau bimbingan, Mas sudah siapkan petugas kesehatan di rumah. Mereka harus swab sebelum masuk ke rumah," Tegas Farhan.
"Mas, gak perlu gitu juga," Lirih Anisa. Kenapa suaminya jadi gitu? Hahaha.
"Syuuth, nurut ya sayaang," Jelas Farhan.
"Terserah dah," Sambung Anisa.
.
.
.
.
Walaupun hari ini merupakan tanggal merah, tapi sejatinya tak ada kata libur. Hari ini Anisa memang berada di rumah, tapi nanti ia harus memberikan bimbingan untuk para mahasiswa yang hendak sekripsi-an.
Sesuai perintah Farhan beberapa hari yang lalu, setiap tamu asing yang hendak masuk ke mansion ataupun rumah Abi dan Umi, harus melakukan swab antigen yang sudah disiapkan di sebuah ruangan di dekat pintu gerbang. Abi sempat kaget awalnya, tiba-tiba datang petugas kesehatan. Ternyata itu utusan sang menantu.
Setelah dinyatakan negatif, barulah para mahasiswa itu diperbolehkan masuk.
"Gak usah senyum-senyum gitu yaank, Salting nih Mas," Celetuk Farhan yang gagal fokus karena di amati oleh Anisa.
"Mas ganteng banget sih?" Goda Anisa.
Tak tahan dengan tatapan sang istri, Farhan bangkit dari duduknya dan menghampiri Anisa. Ia duduk di sisi Anisa dengan Anisa yang masih memandangi.
"Kamu kenapa sih yank?" Tanya Farhan.
"Gak papa, pengen meluk Mas terus," Jawab Anisa dengan memeluk Farhan.
"Hahaha, aneh sekali kamu ini,"
Tok! Tok! Tok!
"Masuk," Ujar Farhan.
Cklek!
"Permisi Nduk, ada mbak-mbak sama Mas-Mas nyariin di bawah," Ujar Mbok Imah.
"Oh! Sudah datang ternyata, adek ke bawah dulu Mas," Anisa bergegas turun dari ranjang dan merapikan penampilannya.
Barulah ia turun untuk menemui mahasiswanya. Ada dua mahasiswa dan tiga mahasiswi yang duduk manis dengan senyum mengembang di bibirnya menghadap pada Anisa yang tengah menuruni tangga satu demi satu. Sepertinya mereka siap di gembleng habis-habisan oleh Anisa.
Ya ya ya, walaupun terlihat lemah lembut, tapi Anisa tentu saja membimbing para mahasiswanya dengan tegas. Anisa berusaha menyalurkan ilmu dan kemampuannya dengan menggunakan cara-cara yang tentunya tak membosankan.
Mohon maaf para pembaca, kemarin-kemarin Lhu-Lhu ngilang. Lhu-Lhu lagi ada acara di kabupaten sebelah, dan gak ada signal sama sekali. Jadinya Lhu-Lhu gak bisa up. Mohon maaf sekali 🙏🙏🙏🙏🙏
Ayah Lhu-Lhu juga sedang di rawat. Jadi, Lhu-Lhu gk bisa up. Minta doanya untuk kesembuhan Ayah Lhu-Lhu yaa 😇😇
Selamat menjalankan ibadah puasa...
Jangan tinggalkan sholat jamaah dan membaca Al-Qur'an yaa :")
Mohon maaf jika Lhu-Lhu hanya up sedikit 🙂🙂
Bersambung...