Rahasia

Rahasia
Epi. 66 PERSIAPAN PERNIKAHAN


Hari terus berganti. Sang Fajar yang menerangi dunia berganti tugas dengan rembulan dan bintang yang menemani langit. Kurang dari satu bulan lagi, dimana tanggal yang sudah disepakati semakin dekat. Persiapan acara pun sudah dimulai. Dari mencari WO, permilihan souvenir dan undangan. Tidak lupa juga seragam yang akan dikenakan mereka berdua memilihnya bersama. Dan untuk pemilihan catering serta makanan dilakukan oleh ke dua ibu mereka, Mamah dan Umi yang mengambil alih. Ke dua ibu yang sangat kompak untuk acara sang anak.


" Syad, ini bagus ga ? " tanya Tira menunjuk sebuah gambar pada ponselnya.


" Bagus, Bagus " Arsyad melihat sekilas dan menjawabnya dengan cepat.


" Tapi bagus mana yah sama yang ini. Kalo ini bagus ga ? Cocok ga yah sama aku. Kalo pakai baju ini kelihatan gendut ga yah ? " menggeser gambar pada ponselnya.


" Arsyad, ihhhh nyebelin. Ditanya malah sibuk sendiri. Gimana sih " Tira cemberut, ucapannya tak diperhatikan oleh sang kekasih.


" Arsyad " mencubit pinggang Arsyad


" Awww.. Sakit tau " merubah posisi duduknya dan mengelus perutnya yang dicubit oleh Tira.


" Kamu tuh kalo nyubit tuh pedes banget sih. Sepedes omongan tetangga tau " masih mengusap area pinggangnya yang sakit.


" Lagian ditanya malah ga jawab " cetusnya, namun terlihat menggemaskan.


" Kamu mau pakai baju apa tetap aja kelihatan cantik. Mau model apa, mau gaya apa. Apapun cantik " menoel hidung mancung Tira.


" Kamu liatin apasih. Sampe aku ngomong dicuekin " meletakkan dua tangannya dilipat didepan dada dan mengintip layar laptop Arsyad.


" Ini project yang diluar kota " matanya kembali ke menatap layar laptop.


" Iya penting banget. Harus cepat diselesaikan. Biar nanti ga ganggu honeymoon kita " Ucap Arsyad bersemangat, menekan kalimat terakhir.


" Ihhh apaan sih. Nikah aja belom udah mikirin honeymoon " menepuk punggung Arsyad. Jujur rasanya ada rasa malu sekaligus bahagia. Hahha ... Mak nak kawin aku.


" Iya dong. Justru harus direncanain dari sekarang. Kan nikahnya sebentar lagi " ujar Arsyad yang melihat rona merah di wajah sang kekasih.


" Siapa juga yang mau nikah sama kamu " canda Tira


" Emang kamu ga mau ? Yah, sedih dong aku " memposisikan tangannya kedepan wajah. Berlaga bak anak kecil menangis.


" Lagian kalo kamu ngga mau nikah sama aku. Kamu mau nikah sama siapa ? " tanya Arsyad menggoda. Sambil mengacak rambut Tira yang sudah terikat rapih.


" Sama yang pakai kemeja abu-abu. Oyah itu siapa namanya " tanya Tira, mengingat laki-laki yang beberapa bulan lalu, Ia temui yang akan rapat bersama Arsyad, Irsyan dan Abi diruang meeting.


" Ngga tau " jawab Arsyad dengan jutek


" Ihh jutek amat sih. Tapi akunya sayang gimana dong. Hahhaha " kelakar Tira sambil menunjuk nunjuk hidung mancung Arsyad.


" Syad, aku jadi kepikiran pertanyaan kamu ? " tanya Tira sambil menopang dagu diatas meja yang digunakan Arsyad.


" Pertanyaan apa ? Yang mana ? " Arsyad membenarkan posisi tangan Tira. Ia tak suka jika Tira bertopang dagu seperti itu. Apalagi dengan jarak yang cukup dekat.


" Yang kalo aku ngga nikah sama kamu. Kamu mau nikah sama siapa ? " Ucap Tira sambil memikirkan nama para mantan Arsyad yang Ia ketahui.


" Nita, Salma atau Shifa. Hahah " ucap Tira membayangkan wajah Shifa. Pasti akan berjingkrak dengan senang bila benar bersanding dengan Arsyad. Hhha.. itu hanya sebatas khalayan belaka. Jika benar, Ia akan menangis tersedu-sedu jika benar itu terjadi. Hus sana, pikiran jelek yang terlintas begitu saja.


" Kalo aku. Hmmm " ___ " Aku ngga akan nikah sama siapa-siapa. Aku kan cinta mati sama kamu " ucap Arsyad dengan lugas


" Ahh bohong. Aku tak bisa hidup tanpa mu. Aku hanya bisa hidup dengan mu. Eh putus dua hari udah gandeng cewe baru. Makan noh gombal " seru Tira menepis gombalan Arsyad.


" Emang mau kemana ? " Tanya Tira, melihat layar laptop Arsyad. Ada pemandangan pantai yang tersaji disana, Ia teringat tentang ucapan Arsyad mengenai hobeymoon.


" Ada deh.. Rahasia dong " ucap Arsyad dengan bangga. Lalu kembali membuka file pekerjaannya.


" Syad. Besok anterin aku yah ke Mall XXX " pinta Tira


" Emang ada film yang bagus apa ? " tanya Arsyad yang masih mengerjakan pekerjaannya.


" Siapa juga yang mau nonton. Kan aku bilang anterin ke Mall " sela Tira


" Mau buat acar bridal shower untuk Ka Steffy. Itu yang owner di LION STUDIO. Disitu juga ga ada laki-laki ko'. Adanya perempuan semua. Terus juga temen-temen aku pada datang. Ada Nana, Rara dan Tifanny juga " Tira harus menjelaskan secara detail, karena Arsyad harus mengetahui dengan siapa saja Tira pergi dan dengan keperluan yang akan dilakukan. Mengingat beberapa bulan lalu, kejadian yang menimpa Tira membuat rasa cemas dan posesifnya semakin menjadi-jadi.


" Boleh yah " pinta Tira dengan menggoyangkan pundak Arsyad.


" Hmmmm " deham singkat menjawab keterangan yang dilontarkan Tira.


" Asikkkk .. Terimakasih Arsyad " senyum penuh kegembiraan tercipta. Tira sudah membayangkan keseruan yang akan jadi terjadi antara ciwi-ciwi.


***


Sesuai dengan janjinya kemarin, Arsyad mengantarkan Tira menuju Mall XXX. Dengan tampilan yang sangat anggun Tira bersiap bertemu dengan temannya yang sudah Ia rindukan. Bercanda, tertawa, mengobrol dan banyak yang ingin juga keluh kesah yang ingin dia sampaikan. Tentang pekerjaan, tentang tanggapan orang dikantor dan tentang acaranya yang semakin dekat. Huh, rasanya tak sabar.


" Tumben kamu pakai motor. Mobil kamu mana ? " mengambil helm yang diserahkan Arsyad.


" Lagi masuk bengkel. Mama sama Ayah kamu mana ? Aku mau pamitan " terlihat rumah Tira yang sepi.


" Pamitan ? Emang kamu mau kemana ? Ayo jalan " menepuk punggung Arsyad. Isyarat untuk Arsyad agar melaju menuju tempat yang sudah ditentukan.


" Kalo Rayan ? " masih belum melajukan kendaraannya.


" Ada. Mau ngomong sama Rayan ? Nanti aja, jalan sekarang yuk " Tira melihat jam yang berada dipergelangan tangannya. Waktu sudah menunjukkan pukul 7 malam. Sebentar lagi acara akan dimulai.


" Mau kasih tau. Biar pulangnya kamu dijemput Rayan aja. Aku ga bisa jemput. Aku cuma bisa anter aja " ucap Arsyad melajukan motornya.


" Iya. Iya nanti aku yang bilang sama Rayan " ucap Tira sambil meletakkan tangannya kepinggang Arsyad. Dan memposisikan kepalanya dipunggung Arsyad.


Selama perjalanan, mereka membahas persiapan pernikahan yang sebentar lagi akan dilaksanakan. Sudah sekitar 70 persen persiapan sudah rampung. Tinggal membagikan undangan jika sudah selesai dicetak dan souvenir yang masih belum disepakati yang akan dibagikan untuk para tamu undangan.


Catering makanan ? Tenang, Mamah dan Umi benar-benar kompak. Makanan dijamin enak.


***


Mereka sudah sampai didepan Mall. Arsyad memilih menepikan motornya dipinggir jalan dan tak ingin masuk parkiran. Karena setelah mengantarkan Tira, Ia harus segera kembali ke rumah.


" Kamu hati-hati yah " menerima helm yang dilepaskan oleh Tira.


" Iya sayang. Aku akan lebih hati-hati " ucap Tira dengan senang. Meski Arsyad cukup posesif, tapi Arsyad orang yang paling membuatnya tenang dan nyaman setelah keluarganya.


" Kamu harus jaga diri yah. Hati-hati, jangan pernah gampang percaya " ujar Arsyad menasehati


" Iya. Makasih sayang " mencubit pipi Arsyad dan menggoyang- goyangkannya.


" Mulai malam ini. Aku udah ga bisa anter jemput kamu lagi. Kamu harus minta tolong sama orang rumah yah. Jangan pergi sendiri " ucap Arsyad dengan serius.


" Aku pamit yah " ucap Arsyad


" Kamu mau kemana sih buru-buru banget. Emang kamu ga mau masuk apa ? " tanya Tira


" Aku mau pergi. Ada urusan yang harus aku selesaikan. Kamu tau kan apa ? " tanya Arsyad.


" Tau. Aku tau " jawabnya memasang wajah cemberut.


" Aku mau selesaikan. Biar tenang. Biar kamu ngga ke ganggu "


" Iya sayang. Hati-hati yah. Terimakasih " ucap Tira. Arsyad menjawabnya dengan senyuman. Lalu melajukan motornya. Tira masuk kedalam mall tersebut dan menuju tempat yang sudah dijanjikan.


______________________________________________


Bersambung ...