
Sesudah mengobrol di kamar berdua Amara dan Wisnu keluar menuju ruang tamu dan mengobrol bersama Ibu Wisnu dan Lusi.
.
.
Banyak hal yang mereka bicarakan sampai waktu tidak terasa sudah sore ibu Wisnu, Lusi dan Amara memasak bersama di dapur untuk makan malam sedangkan Wisnu menemani bapak di kamar sembari mengajaknya mengobrol.
.
.
Bapak menanyakan apakah belum ada tanda-tanda kalau Amara hamil pada Wisnu, Lalu Wisnu menjawab bahwa dia dan Amara terus berusaha sembari menunggu dengan sabar Wisnu selalu berpikir positif kalau Amara belum hamil memang belum waktunya dan belum di percaya oleh tuhan, Bapak menyarankan Wisnu untuk mencoba konsultasi kepada dokter atau mungkin mencoba beberapa terapi dan Wisnu hanya menjawab iya semua perkataan bapaknya padahal Amara juga selalu mengajak Wisnu untuk berkonsultasi ke dokter, Tetapi Wisnu selalu menolak.
.
.
Amara dan Wisnu memutuskan untuk menginap disana, Sebelumnya tadi Wisnu sudah meminta izin tidak masuk kerja untuk satu hari.
.
.
Ibu Wisnu, Lusi dan Amara selesai memasak sudah waktunya untuk makan malam, Suasana begitu hangat di atas meja makan bapak juga bisa ikut makan bersama di meja makan walaupun tadi berjalannya di bantu oleh Wisnu,Mereka semua mengobrol dan tertawa dengan bahagia.
.
.
.
Setelah selesai makan malam mereka semua beristirahat begitupun dengan Wisnu dan Amara, Tapi tidak tahu kenapa Amara mengalami insomnia, Dia terus melihat kearah jam yang semakin larut, Tapi tetap saja mata Amara susah untuk di pejamkan dan tidur.
.
.
Amara membangunkan Wisnu yang sudah tertidur.
"Mas...Mas Wisnu bangun mas... " tangan Amara sembari mengelus pipi Wisnu.
"Ada apa sayang...? " mata wisnu masih terpejam.
"Aku tidak bisa tidur mas temani aku..! " kata Amara.
"Iya iya ini aku bangun, Terus aku harus apa...? " Wisnu sembari duduk dan mengusap matanya yang masih mengantuk.
"Emmm bagaimana kalau kita nonton film drama saja di telepon genggam aku, Kamu mau ya temani aku..." kata Amara.
"Iya baiklah.. " jawab Wisnu.
.
.
Mereka menonton film drama romantis dan Amara sembari menyandarkan kepalanya di dada Wisnu, Dalam film itu ternyata ada adegan panasnya seperti ciuman bibir dan bahkan berhubungan suami istri.
Lalu Wisnu berbisik di telinga Amara.
"Sayang aku menjadi bergairah menontonnya.. " goda Wisnu.
"Terus...? " kata Amara sembari tersenyum.
"Aku mau kamu.. " kata Wisnu sembari mencium bibir Amara dengan lembut.
Mereka berdua saling berciuman dengan penuh gairah dan melakukan hubungan suami istri sampai mereka berdua lelah dan tertidur.
.
.
.
.
.
Sampai pada sore hari Amara dan Wisnu memutuskan untuk pamit pulang karena besok Wisnu harus masuk kerja lagi.
"Pak, Ibu, Kita pamit pulang kalau ada apa-apa langsung beritahu aku atau Amara ya... " kata Wisnu.
"Iya nak kalian hati-hati pulangnya.." kata ibu.
"Kalian tidak perlu khawatir bapak sudah tidak apa-apa..." kata bapak.
"Baiklah kami pulang taksinya juga sudah datang, Lusi jaga ibu dan bapak ya.. " Wisnu sembari mengelus rambut Lusi.
"Iya pasti mas.. " jawab Lusi.
.
.
Setelah berpamitan pada semuanya mereka pulang kerumah, Tapi sebelum sampai dirumah Amara merasa haus dan berhenti dulu di sebuah minimarket.
"Sayang kamu tunggu saja di dalam taksi biarkan aku saja yang membeli minuman, Kamu mau makanan ringan juga tidak...? " tanya Wisnu.
"Baiklah mas, Tapi sepertinya makanan ringan dirumah masih ada jadi tidak perlu.. " kata Amara.
"Ya sudah tunggu sebentar ya sayang..." Wisnu sembari keluar dari taksi.
.
.
Beberapa menit kemudian Wisnu kembali masuk kedalam taksi.
"Maaf ya pak sedikit lama nanti saya tambah biaya taksinya.. "
"Tidak apa-apa pak, Kalau begitu kita jalan lagi ya pak.. " kata Supir taksi.
"Ini minumannya sayang.. " Wisnu memberikan botol minum.
"Terimakasih ya sayang.. " Amara langsung meminumnya.
"Tadi aku bertemu dengan Ratih di dalam minimarket, Tapi tidak dengan pak Rendi dia sendirian... " kata Wisnu.
"Ohhh begitu ya mas..." jawab Amara sembari minum.
"Tadi aku bilang selamat atas kehamilannya, Tapi dia bertanya aku tahu dari siapa, Aku jawab tahu dari kamu dan kamu juga tahu dari Ratih, Anehnya Ratih malah kebingungan dan bilang kalau dia tidak pernah memberitahu kamu kalau Ratih hamil.. "
Amara yang sedang minum langsung batuk tersedak.
"Uhuk... Uhuk.. "
"Sayang kamu ini, Hati-hati minumnya sampai tersedak begitu.." kata Wisnu.
Amara terkejut karena memang Amara tahu Ratih hamil dari Rendi bukan dari Ratih.
.
.
.
.
.
selamat membaca 😉