Rahasia

Rahasia
Bab 43: Penyesalan Rendi


Setelah bertemu Wisnu di restoran B, Amara mengajak Wisnu untuk mengambil barang-barangnya yang berada di kontrakan dan berpamitan dengan ibu Sri.


"Ibu Sri terimakasih atas kebaikan ibu selama ini kepada saya, Sekarang saya akan pulang bersama mas Wisnu..." kata Amara


"Sama-sama nak Amara syukurlah jika kamu sudah berbaikan dengan suami kamu, Semoga pernikahan kalian langgeng dan baik-baik saja kedepannya..." kata ibu Sri sembari memeluk Amara


"Saya minta maap ya bu jika selama di sini memiliki salah kepada ibu dan banyak merepotkan ibu juga..." kata Amara berlinang air mata


"Tidak nak kamu anak baik ibu senang kamu ada di sini, Jika ada waktu mainlah sesekali kemari ibu akan senang jika kamu mengunjungi ibu di sini... " kata ibu Sri


"Iya ibu insya allah..." kata Amara


"Taksi kita sudah datang, Kami pamit ya ibu Sri.."kata Wisnu sembari bersalaman


"Iya hati-hati kalian, Jaga Amara baik-baik ya nak Wisnu apalagi sekarang dia sedang mengandung harus lebih di sayang dan di perhatikan karena pasti wanita yang sedang hamil akan lebih manja.. " kata ibu Sri pada Wisnu


"Iya baik bu terimakasih sudah menjaga Amara selama di sini, Kami pamit assalamualaikum.. " kata Wisnu di susul dengan Amara yang bersalaman dulu dengan ibu Sri.


.


.


.


Perasaan Amara senang sekali bisa pulang dan bersama lagi dengan Wisnu, Tapi karena waktu yang cukup lama dia masih merasa ada sedikit rasa canggung pada Wisnu.


.


.


Saat dalam perjalanan bayi yang ada dalam kandungan Amara menendang perutnya.


"Sayang kamu senang ya bisa bertemu ayah dan bisa tinggal bersama ayah... " kata Amara sembari mengelus perutnya


"Perut kamu kenapa...? " tanya Wisnu khawatir


"Tidak apa-apa mas ini anak kita nendang pasti dia senang karena bisa bersama dengan ayahnya, Coba kamu pegang...!" Amara menarik tangan Wisnu ke arah perutnya.


.


.


Saat Wisnu memegang perut Amara dia merasakan sesuatu yang bergerak.


.


.


"Iya mas kemarin aku sudah ke dokter untuk memeriksa calon anak kita dan allhamdulilah kata dokter keadaannya baik semua, Kamu baru tahukan gerakan anak kita dalam perut aku seperti ini... " kata Amara sembari tersenyum


Tanpa terasa air mata Wisnu berlinang begitu saja, Dia terharu bisa merasakan gerakan calon anaknya yang berada dalam perut Amara.


.


.


"Kamu kenapa menangis mas...? " tanya Amara


"Aku senang... Aku terharu dan tidak sabar ingin segera melihat anak kita lahir..."Wisnu sembari mengusap air matanya.


.


.


Melihat Wisnu yang terlihat bahagia membuat Amara lega akhirnya Wisnu kembali seperti dulu dan percaya jika Amara memang mengandung anak mereka berdua.


.


.


Sementara Rendi yang mengetahui Amara sudah pulang dan bersama Wisnu lagi merasa sedih karena dia sudah tidak bisa lagi berpura-pura menjadi orang lain untuk bisa dekat dengan Amara, Rendi memang tidak ingin melihat Amara sedih dan kesusahan tetapi melihat Amara begitu bahagia dengan Wisnu membuat Rendi merasa cemburu, Rendi yakin jika dia juga bisa membahagiakan Amara lebih dari Wisnu.


.


.


.


"Andai saja kamu mau memberikan aku kesempatan kedua pasti aku tidak akan menyiakan hal itu, Akan aku perbaiki semuanya dan aku sudah tidak peduli dengan semua orang yang menentang perasaan aku pada kamu dulu, Jika saja dulu aku dapat menyadari perasaan ini dan mempertahankannya pasti kamu sudah menjadi milik aku saat ini... " Rendi berbicara sendiri sembari berlinang air mata.


.


.


.


.


selamat membaca 😉