Rahasia

Rahasia
Bab 39: Amara menangis


"Aku tidak yakin apakah anak yang kamu kandung itu adalah anak aku atau bukan.. " kata Wisnu dengan nada bicara kesal


"Apa maksud kamu bilang tidak yakin mas sudah pasti ini adalah anak kamu.. " kata Amara sembari menghampiri Wisnu yang duduk di ruangan itu dan masih merasakan sedikit pusing.


"Bukankah kamu tidak ingat dengan jelas kejadian malam itu saat kamu tidur dengan Rendi, Bisa saja kamu dan dia dengan tidak sadar melakukan hal itu... " kata Wisnu


.


.


Amara sangat marah dan kesal mendengar ucapan Wisnu itu, Dia tidak menyangka orang yang selama ini dia cintai sepenuh hati bisa berpikiran seperti itu.


.


.


Plak.....


.


.


Dengan sekuat tenaga yang tersisa Amara menghampiri Wisnu dan menamparnya.


"Apa aku serendah itu dimata kamu mas..! Setelah sekian banyak waktu yang telah kita lalui bersama aku kira kamu sudah mengenal aku dengan baik, Aku benar-benar tidak menyangka kata-kata tadi bisa keluar dari mulut kamu, kamu itu... " sembari menangis suara Amara tertahan karena merasa pusing dan hampir jatuh.


.


.


Wisnu yang berada di dekat Amara langsung memeluk tubuh Amara yang hampir jatuh, Tapi Amara langsung melepaskan tangan Wisnu darinya.


"Lepaskan tangan kamu mas bukankah aku hanya wanita hina dan menjijikkan di mata kamu, aku tidak mau mengotori tangan suci kamu dengan tubuh aku yang kotor ini.. " Amara langsung pergi sembari menangis dan meninggalkan Wisnu yang tidak berbicara apapun, Lalu Wisnu mengejar Amara.


.


.


"Tunggu Amara... Jika benar kamu tidak melakukan hal itu dengan Rendi kenapa kamu tidak menyangkalnya... " kata Wisnu menahan tangan Amara


"Dari awal aku sudah bilang jika kejadian malam itu hanya salah paham mas, Dari awal aku sudah bilang sama kamu kalau aku tidak melakukan apa-apa dengan Rendi lalu apa kamu percaya...! Tidak mas... Kamu tidak percaya dan sekarang kamu malah berpikir kalau aku hamil dengan orang lain, Sakit aku mas mendengarnya.. " Air mata Amara semakin deras tidak bisa tertahan dan Amara berbicara dengan nada tinggi pada Wisnu.


.


.


"Amara tunggu... " Wisnu terus mengejar Amara yang keluar dari ruangan rumah sakit.


.


.


"Baiklah aku punya jalan keluar untuk masalah kita, Setelah nanti anak ini lahir kita bisa melakukan tes DNA... " Wisnu terus berusaha menahan Amara


"Menurut kamu itu jalan keluarnya mas..? Bagi aku tidak mas itu sama saja kamu meragukan calon anak kita dan tidak percaya dengan aku, Sudah mas aku ingin pulang ke kontrakan maaf aku belum bisa pulang bersama kamu.. " Amara masih menangis


"Tapi kita masih suami istri Amara kamu harus pulang bersama aku.. " Wisnu memaksa Amara


"Kita memang masih suami istri mas,Tapi bukankah di dalam sebuah hubungan apalagi pernikahan itu harus ada saling percaya, Dan sedangkan kamu jangankan untuk percaya dengan aku mas kamu malah meragukan calon anak kita yang sudah kita nantikan selama ini..." kata Amara


"Tapi Amara...." suara Wisnu tertahan


"Sudah cukup mas aku bilang cukup....Aku mohon biarkan aku pergi karena aku tidak mau mendengar kata-kata dari kamu lagi mas itu membuat aku semakin sakit... " suara Amara terbata-bata karena terus menangis.


.


.


Dan Wisnu akhirnya membiarkan Amara pergi dengan rasa sedikit bersalah.


.


.


.


.


Selamat membaca 😉