Rahasia

Rahasia
Bab 17: Bertemu Rendi


"Sudahlah aku mau langsung saja, Aku tidak suka jika kamu mengikuti aku ataupun hadir lagi dihidup aku, Sekarang aku sudah bahagia dengan mas Wisnu jadi aku minta kamu jangan ganggu kehidupan aku lagi... " kata Amara.


"Aku tidak mengerti maksud kamu itu apa..?" jawab Rendi.


"Tidak perlu pura-pura aku sudah cukup lama mengenal kamu, Semenjak kita bertemu diacara pernikahan kamu dan Ratih aku tahu kamu mengikuti aku, Dari kamu menjadi tetangga baru aku lalu bertemu di tempat liburan, Kamu pikir aku percaya itu semua hanya kebetulan...!" kata Amara dengan emosi.


"Iya mungkin...?" jawab singkat Rendi.


"Sudahlah aku yakin kamu sengaja mengikuti aku, Apa mau kamu sebenarnya...?" tanya Amara


"Aku kira kamu mengajak aku bertemu untuk mengucapkan terimakasih karena telah menyelamatkan kamu kemarin...!"


"Kamu jawab saja pertanyaan aku, Tidak perlu membahas soal kemarin... "


"Baiklah aku mengaku, Aku memang mengikuti kamu dan alasan aku menikah dengan Ratih itu bukan karena cinta, Tapi karena aku tahu Ratih masih satu kompleks perumahan dengan kamu.. "


"Untuk apa kamu melakukan itu semua..? " Amara semakin emosi.


"Karena kisah kita belum selesai mara, Aku sadar hanya kamu yang bisa membuat aku lebih baik dan tidak ada wanita manapun yang benar-benar mengerti aku selain kamu mara... "


"Kisah apa..? Kita tidak pernah punya hubungan spesial apapun, Jangan pernah panggil aku dengan panggilan Mara lagi dan apapun yang sudah terjadi di masalalu aku sudah tidak mau mengungkit atau mengingatnya lagi.. "


"Panggilan Mara memang hanya aku yang memanggil kamu dengan nama itu, Dan bukankah dulu kamu senang aku panggil dengan nama Mara.. !"


"Sudah cukup Ren aku bilang cukup aku datang kesini bukan untuk mengingat masalalu, Aku kesini untuk meminta kamu untuk berhenti mengikuti aku lagi.. "


"Tidak mara aku tidak bisa kamu itu hanya untuk aku, Tidak boleh ada satupun lelaki yang memiliki kamu kecuali aku.. " Rendi menatap dalam kearah mata Amara.


"Aku sudah salah besar mengajak kamu bertemu aku kira kita bisa menyelesaikan masalah ini dengan baik-baik, Ternyata tidak lebih baik aku pergi sekarang...."


Amara sembari berdiri dari bangku taman,Tapi tiba-tiba kepala Amara terasa pusing dan Rendi dengan sigap menahan badan Amara yang hampir terjatuh.


"Mara aku mohon tinggalkan Wisnu jadilah milikku seutuhnya aku berjanji akan berubah dan apapun yang kamu inginkan akan aku berikan..." sembari memegang tubuh Amara.


"Lepaskan aku.. Kamu dengar baik-baik sebanyak apapun harta yang kamu punya aku tidak akan meninggalkan mas Wisnu demi lelaki gila seperti kamu... "


.


.


.


Amara meninggalkan Rendi yang terus memanggilnya dan dia tidak menghiraukannya.


.


.


.


.


Tiba-tiba Wisnu menelpon


"Halo sayang kamu dimana ini rumah di kunci..? "


"Emmm halo sayang aku di supermarket, Kenapa kamu pulang ini masih siang...?" Amara gugup


"Aku khawatir jadi aku bawakan kamu makan siang sekarang aku sedang jam istirahat..." jawab Wisnu


"Ohhh begitu, Aku sudah dijalan pulang sebentar lagi sampai kamu tunggu ya sayang..! " kata Amara


Semoga mas Wisnu tidak curiga gumam Amara, Diapun meminta supir taksinya untuk sedikit lebih cepat.


.


.


.


Saat Amara sampai Wisnu menyambutnya dengan hangat


"Sayang kalau ada barang yang kamu butuhkan kamu bilang saja sama aku, Kamu tidak perlu pergi sendiri.." Wisnu sembari memeluk Amara begitupun sebaliknya Amara membalas pelukan Wisnu dengan erat.


.


.


.


.


.


Ikuti terus novel RAHASIA selamat membaca 😊