Rahasia

Rahasia
Bab 42: Bertemu Wisnu


Waktu terus berjalan hari demi hari,Minggu demi minggu,Hingga bulan berganti perut Amara semakin membesar tidak terasa usia kandungannya sudah lima bulan.


.


.


.


Walaupun pernikahannya dengan Wisnu masih rumit,Tapi Amara menjalani setiap harinya dengan tegar karena dia tau apapun yang dia rasakan bayi yang berada dalam kandungannya pasti ikut merasakan perasaan Amara.


.


.


Sementara Wisnu walaupun sekarang dia sudah bekerja di perusahaan dengan posisi yang bagus dan gajih yang lumayan besar setiap hari dia semakin kesepian,Terkadang dia datang terlambat ke kantor karena bangun terlalu siang keadaan rumahnya juga berantakan,Banyak cucian kotor, Piring kotor, Bahkan banyak debu dimana-mana.


.


.


.


Rindu sering datang mengahampiri Wisnu apalagi di saat dia sedang libur di rumah biasanya dia dan Amara menghabiskan waktu seharian sampai waktu terasa begitu cepat berlalu.


.


.


Suatu hari Wisnu benar-benar rindu pada Amara dan ingin tahu keadaan kandungannya lalu Wisnu memutuskan untuk mengajak Amara bertemu "Semoga dia mau membalas pesan dari aku" Gumam Wisnu dalam hati.


.


.


.


Wisnu sudah mengirim pesan pada Amara, Tapi Amara hanya membaca pesannya saja lalu Wisnu mencoba menelponnya dan hasilnya Amara tidak mengangkat walaupun Wisnu sudah beberapa kali menelpon.


.


.


Di sisi lain Amara yang sedang bekerja di toko ibu Sri sengaja tidak mau mengangkat telepon dari Wisnu.


"Telepon kamu dari tadi berbunyi terus Amara, Apa kamu tidak mau angkat...? " tanya ibu Sri


"Tidak perlu bu, Sepertinya tidak penting... " jawab Amara sembari mengelap rak toko


"Memangnya siapa yang menelpon sampai berkali-kali seperti itu...? " kata ibu Sri penasaran


"Suami saya bu... " jawab Amara


"Nak menurut ibu kamu angkat atau telepon balik suami kamu, Siapa tahu ada yang penting apalagi perut kamu semakin besar pasti suami kamu juga ingin tahu keadaan bayi yang ada dalam perut kamu, Tidak baik jika terus membiarkan masalah kalian berlarut-larut sebaiknya harus secepatnya di selesaikan..." ibu Sri memberi saran


.


.


Amara terdiam sebentar memikirkan ucapan ibu Sri dan mungkin memang seharusnya dia dan Wisnu harus bertemu untuk meluruskan semuanya.


"Emmm baiklah bu kalau begitu saya permisi ke gudang dulu untuk menelpon suami saya..." kata Amara


"Iya silahkan... " ibu Sri sembari tersenyum


.


.


Setelah menelpon Amara setuju untuk bertemu dengan Wisnu besok siang di restoran B, Karena besok Wisnu sedang libur.


.


.


.


.


.


Saat Amara sampai di restoran B ternyata Wisnu sudah sampai lebih dulu, Amara langsung menghampirinya lalu mencium tangan Wisnu sama seperti dulu.


"Kamu mau pesan apa...? " tanya Wisnu sedikit canggung


"Air putih saja... " jawab singkat Amara


"Kalau makannya mau pesan apa..? " tanya Wisnu


"Ayam goreng saja... " kata Amara


.


.


Setelah pesanan mereka datang Amara dan Wisnu makan bersama, Walaupun mereka saling berhadapan tetapi suasananya sangat tegang, Belum ada yang menyapa atau memulai obrolan sampai mereka selesai makan suasananya masih sama.


.


.


Akhirnya Wisnu memberanikan untuk mulai bicara.


"Kamu dan kandungan kamu bagaimana kabarnya...?" tanya Wisnu dengan terbata-bata


"Baik... " jawab singkat Amara


"Emmm apa boleh aku tahu kamu tinggal dimana sekarang...?" tanya Wisnu


"Aku rasa tidak perlu, Langsung saja mas sebenarnya kamu mengajak bertemu ini ada apa...? "tanya Amara


"Sebenarnya aku ingin mengajak kamu untuk pulang.. " jawab Wisnu


"Untuk apa mas? Bukankah kamu tidak percaya jika yang aku kandung ini anak kamu..? " kata Amara


"Aku merasa aku tidak bisa tanpa kamu tanpa aku sadari aku selama ini merindukan kamu,Aku ingin kamu ikut pulang bersama ke rumah kita.." kata Wisnu


"Lalu apa kamu sudah yakin kalau ini anak kamu..?" tanya Amara


"Emmm iya aku akan berusaha meyakinkan diriku sendiri dan menerima kalau itu adalah anak aku... " jawab Wisnu


"Jika kamu masih terpaksa mengakui bahwa anak ini adalah anak kamu aku rasa aku belum bisa pulang dengan kamu mas, Kamu tahu yang selama ini aku rasakan mas, Waktu di awal kehamilan setiap pagi aku muntah sampai badan aku terasa lemas, Terkadang aku ngidam ingin sekali makan atau minum sesuatu, Seharusnya kamu ada bersama aku melewati itu semua mas, Tapi sampai sekarang kamu malah masih saja meragukan anak yang ada dalam kandungan aku ini... " jelas Amara


.


.


Amara emosi dan memutuskan untuk pergi meninggalkan Wisnu di sana, Tapi Wisnu menahannya.


"Tunggu Amara jangan pergi... Baiklah aku percaya itu adalah anak aku, Tapi aku mohon kita pulang ke rumah kita ya...! " Wisnu memegang tangan Amara


"Kamu bilang seperti itu apa karena agar aku ikut pulang bersama kamu mas...?" tanya Amara


"Tidak Amara aku sungguh-sungguh percaya jika itu adalah anak aku, Aku minta maap atas semua kesalahan aku sama kamu, Aku janji akan berubah menjadi lebih baik lagi menjadi suami kamu dan ayah untuk calon anak kita, Aku mohon kamu pulang..." Wisnu memohon dengan wajah merasa bersalahnya.


.


.


Amara terdiam sejenak dia merasa bingung dengan hatinya di sisi lain egonya masih tinggi dan masih merasakan kesal pada Wisnu, Tapi di sisi lain dia juga sangat mencintai Wisnu dan akhirnya Amara memilih meredam egonya dan ikut pulang bersama Wisnu.


.


.


.


.


Selamat membaca 😊