Rahasia

Rahasia
Bab 28:Ratih hamil


Dari pada Wisnu tau sendiri atau dari orang lain, Amara memutuskan untuk menceritakan semuanya pada Wisnu hari minggu nanti saat Wisnu libur bekerja.


.


.


.


Baiklah aku tidak mau terus menerus dihantui cemas dan takut karena cerita di masalalu, Apapun nanti keputusan mas Wisnu setelah mendengar cerita itu aku harus siap, Aku tidak mau berlari lagi dari semua ini aku akan menghadapinya, Gumam Amara dalam hati.


.


.


Takdir memang seperti memaksa Amara untuk secepatnya bercerita pada Wisnu karena semakin lama Rendi semakin gigih menunjukan perasaannya pada Amara, Amara tahu dengan ini semua terungkap bukan hanya Wisnu yang terluka, Tapi jika Ratih tahu dia juga pasti akan kecewa.


.


.


Tok... Tok... Tok.. Ada suara mengetuk pintu, saat Amara membukanya ternyata itu adalah Rendi


"Rendi... emmm maksud aku pak Rendi ada apa kesini? Kalau ada urusan dengan mas Wisnu dari tadi pagi mas Wisnu sudah berangkat kerja.. " kata Amara berusaha bersikap biasa.


"Aku kesini untuk bertemu dengan kamu bukan Wisnu... " jawab Rendi.


"Maaf aku sedang sibuk dan tidak ada siapa-siapa di rumah jadi aku tidak bisa menerima tamu laki-laki, Kalau memang ada urusan silahkan datang lagi kalau mas Wisnu sudah pulang... " Amara masuk dan menutup pintu tapi Rendi menahan pintunya


"Aku mohon Mara aku ingin bicara dengan kamu sebentar saja... "


"Pergi saja Rendi aku tidak mau tetangga lain atau Ratih melihat dan menjadi gosip yang tidak-tidak..." Amara terus berusaha menutup pintu.


"Aku janji hanya sebentar Mara, Aku mohon... " Rendi terus memaksa.


"Baiklah hanya lima menit dan kita bicara di luar sini saja silahkan kamu mau bicara apa.?" Amara membuka pintunya.


"Itu kabar bagus selamat ya untuk kamu dan Ratih sebentar lagi akan jadi orangtua, Lalu apa hubungannya dengan aku..? " tanya Amara.


"Bagiku itu bukan kabar bagus aku tidak ingin Ratih hamil karena pasti akan sulit berpisah dengannya.."


"Kamu gila ya istri kamu sedang hamil,Tapi kamu malah ingin berpisah dengannya..." Amara kesal mendengar ucapan Rendi itu.


"Karena aku tidak mencintai dia Mara bahkan aku melakukan hubungan suami istri dengannya jika aku sedang mabuk saja aku melakukannya bukan karena cinta, Bagaimana kalau kita berdua pergi saja keluar kota atau keluar negri sekalipun aku tidak masalah asalkan kita bisa terus bersama dan saling memiliki...."


"Kamu benar-benar sudah gila, Apa yang membuat kamu berpikir aku akan menerima tawaran dari pengecut seperti kamu, Dengan mudahnya kamu ingin berpisah dari Ratih dan mengajak aku pergi, Walaupun mas Wisnu nanti tahu tentang kebenaran masalalu kita dan memutuskan pergi aku tetap tidak akan memilih kamu, Sudahlah aku tidak mau mendengar omong kosong dari kamu lagi... " Amara masuk dan menutup pintunya sementara Rendi terus mengetuk dari luar.


"Mara aku mohon aku hanya mencintai kamu aku tidak ingin wanita lain selain kamu, Aku mohon terimalah aku dan buka hati kamu untuk aku, Jika kamu tidak menerima perasaan aku terpaksa aku akan bongkar semuanya pada Wisnu... " Rendi mengancam Amara.


"Silahkan saja, Tapi sebelum kamu beritahu mas Wisnu aku akan menjelaskan semuanya pada dia dan kamu tidak bisa mengancamku... " teriak Amara dari balik pintu


.


.


.


Tekad Amara sudah bulat dia memang harus memberitahu tahu tentang masalalunya pada Wisnu dia tidak ingin Wisnu tahu semuanya dari Rendi ataupun oranglain, Karena hal itu pasti akan lebih membuat dia semakin kecewa.


.


.


.


.


.


Di karenakan sinyal hari kemarin susah sekali jadi baru bisa hadir lagi sekarang, selamat membaca 😉