
Setelah olahraga Amara ingin mengajak Lusi makan bersama, Tapi Lusi harus masuk kuliah.
.
.
Tiba-tiba Amara teringat dia mempunyai satu tempat makan langganan sejak zaman dia masih kuliah dulu, Bahkan Amara juga sering mengajak Rendi makan disana sampai-sampai makanan dan minuman yang mereka suka di tempat itu sama jadi setiap kali dulu Amara dan Rendi makan di tempat itu kasirnya pasti sudah tahu pesanan mereka.
.
Tapi sejak Amara menikah dengan Wisnu dia sudah tidak pernah kesana lagi, Setelah pulang dan berganti baju sore harinya Amara pergi ketempat makan itu.
.
.
Saat sampai disana ternyata sudah banyak perubahan ditempat itu, Yang dulu pengunjungnya hanya sedikit sekarang sangat ramai banyak orang mungkin karena sekarang tempatnya sudah lebih nyaman dan ada tempat untuk berpoto juga.
.
.
.
Amara langsung memesan di depan kasir dan kasir itu masih orang yang sama sejak dulu.
"Ya ampun mbak Amara sudah lama baru datang lagi kesini..." kasir itu masih mengingat Amara
"Iya nih mbak Nana bagaimana kabarnya..?" tanya Amara.
"Baik, mbak Amara kenapa sendiri biasanya dulu sama mas Rendi..? " mbak Nana juga masih mengingat Rendi
"Iya aku sendiri suami aku sedang kerja diluar kota dan Rendi aku tidak tahu.. ?"
"Oh begitu, mbak Amara mau pesan sekarang..?"
"Iya, Emmm mbak Nana masih ingat tidak yang biasa aku pesan dulu..!"
"Tentu saja masih ingat mbak, minumannya greentea late ekstra gula kalau makanannya spageti carbonara kalau kesini pesanan mbak Amara dan mas Rendi pasti selalu sama.. "
"Betul sekali ternyata mbak Nana masih ingat ya sudah aku tunggu di meja Pesanannya ya.. " kata Amara.
"Siap di tunggu mbak Amara Pesanannya.." mbk Nana sembari tersenyum
.
.
.
Saat duduk di meja Amara melihat dan memperhatikan setiap sudut tempat itu yang sudah banyak berubah.
.
Lain kali aku akan mengajak mas Wisnu ketempat ini dia pasti suka, Kata Amara dalam hati
"Eh Ratih kamu makan disini juga. .?" tanya Amara terkejut
"Tidak mbak aku pesan untuk dibawa pulang sekalian pesan untuk makan mas Rendi yang masih di kantor, Mbak Amara sendiri disini..? " kata Ratih.
"Iya soalnya mas Wisnu sedang ada kerja diluar kota.. "
"Emmm mas Rendi juga masih kerja jadi aku mau membawakan makanan untuknya, mbak Amara pesan apa..? "
"Aku pesan greentea late sama spageti carbonara..."
"Wah pesanannya sama seperti yang mas Rendi pesankan tadi sama aku.. " kata Ratih
"Emmm begitu kebetulan sekali ya..! " Amara sembari menahan gugupnya.
"Ini pesanannya ka.. " seorang pelayan memberikan pesanan Ratih.
"Pesanan aku sudah selesai aku pergi dulu ya mbak soalnya aku mau mengantarkan makanan ini ke kantor mas Rendi untuk makan bersama..."kata Ratih.
"Iya Ratih silahkan hati-hati... " kata Amara.
.
.
.
.
Setelah Ratih pergi pesanan Amara datang, Tiba-tiba Rendi menelpon.
"Seharusnya aku bisa menemani kamu makan disana mara, Tapi ada pekerjaan yang tidak bisa aku tinggalkan.. " suara Rendi di telepon.
"Aku tidak peduli dan aku memang tidak mau kamu menemani aku disini.. " jawab Amara dengan kesal.
"Aku tahu kamu pasti merindukan aku jadi kamu pergi ketempat itu karena disana dulu tempat langganan kita, Aku juga tahu pasti kamu memesan greentea late dengan ekstra gula dan juga spageti carbonara karena pesanan kita selalu sama.. " kata Rendi.
"Kamu jangan terlalu percaya diri aku kesini bukan untuk mengingat kamu ataupun kenangan dulu, Kalau ada mas Wisnu pasti aku akan mengajak dia sekarang disini.. "
"Tapi aku sangat merindukan kamu, Aku ingin kita bersama dan aku mau.........." suara Rendi terpotong.
"Sudah cukup Rendi aku tidak mau mendengar omong kosong kamu lagi... " Amara memotong pembicaraan Rendi dan menutup teleponnya.
.
.
.
.
Selamat membaca 😉