Rahasia

Rahasia
Bab 32:Rendi dikamar bersama Amara


Amara terkejut mendengar ucapan Wisnu saat bertemu Ratih tadi, Apa yang harus Amara katakan pada Wisnu dia kebingungan karena tidak menyangka akan ada Ratih di minimarket itu.


"Sayang kamu belum jawab pertanyaan aku tadi..? " tanya Wisnu.


"Ohhh Emmm... Iya mas soal itu mungkin Ratih lupa kalau dia sudah memberitahu tahu aku soal kehamilannya waktu dia memberitahu aku kalau dia hamil dia terlihat sangat bahagia sekali, Dan karena terlalu senang mungkin dia sampai lupa sudah memberitahu aku... " Amara menahan gugupnya


"Emmm... Iya mungkin juga.. " kata Wisnu sedikit ragu.


"Sayang kita sudah sampai ayo turun... " Amara berusaha mengalihkan pikiran Wisnu.


.


.


Mereka berdua turun dari mobil dan langsung beristirahat ke kamar karena terlalu lelah, Tapi tengah malam Amara terbangun karena ingin buang air kecil saat sudah selesai dari kamar mandi dan akan kembali tidur mata Amara susah untuk terpejam sepertinya dia mengalami insomnia lagi.


.


.


.


Amara terus berusaha memejamkan matanya tetapi tetap saja dia tidak bisa tidur, Ingin rasanya dia membangunkan Wisnu yang sedang terlelap tidur tapi dia tidak tega karena Amara tahu Wisnu pasti lelah dan juga besok Wisnu harus bangun pagi untuk bekerja,Akhirnya Amara bergadang sembari menonton televisi diruang tamu setelah beberapa jam berlalu Amara tertidur di sofa dengan televisi yang terus menyala.


.


.


.


Pagi harinya saat Wisnu bangun dia terkejut karena melihat tidak ada Amara disampingnya.


"Sayang... Sayang kamu dimana..?" Wisnu mencari Amara di kamar mandi tapi tidak ada, Lalu dia turun keruang tamu dan melihat Amara yang masih nyenyak tertidur di sofa.


.


.


"Sayang bangun..!" Wisnu mengusap pipi Amara dengan lembut.


"Ya ampun sudah pagi, Aku buatkan sarapan dulu ya mas.. " Amara yang baru bangun terkejut karena ternyata sudah pagi.


"Kamu tenang dulu, Duduk dulu ya, Kamu itu baru bangun nanti pusing kalau langsung membuat sarapan, Kamu kenapa tidur di sofa sayang..? " tanya Wisnu.


"Aku semalam terbangun karena ingin buang air kecil,Tapi saat mau tidur lagi malah insomnia jadi aku turun kesini untuk menonton televisi ternyata malah tertidur disini sampai pagi...! " jelas Amara.


"Kenapa kamu tidak bangunkan aku lagi..?" kata Wisnu.


"Aku tidak tega mas, Aku tahu kamu cape dan paginya kamu harus pergi kerja juga.. " kata Amara.


"Dasar kamu ini ya sudah aku mau mandi dan siap-siap untuk pergi kerja dulu ya.. " sembari mengelus rambut Amara dan pergi ke kamar mandi.


"Iya mas, Aku juga mau siapkan sarapan dulu.. " Amara langsung bergegas kedapur


.


.


.


Untung saja tadi masih sempat membuat sarapan untuk mas Wisnu, Aku takut nanti malam insomnia lagi sebaiknya nanti aku pergi ke apotek untuk membeli obat tidur, Gumam Amara dalam hati.


.


.


.


.


.


.


Malampun tiba Amara melihat kearah jam dan menunjukan arah jam 18.00 sebentar lagi pasti mas Wisnu pulang, Amara berbicara sendiri, Karena merasa lelah dan takut lupa setelah makan Amara langsung meminum obat tidur.


.


.


Mas Wisnu pasti tidak masalah jika aku istirahat dan tidur dulu karena badan aku rasanya lelah dan sedikit pusing mungkin karena kurang tidur kemarin malam, Amara berbicara dalam hati.


.


.


.


Karena pengaruh obat Amara langsung tertidur dan sengaja tidak mengunci pintu karena tahu kalau sebentar lagi jam pulang kerja Wisnu, Tapi ternyata Wisnu harus lembur dan kemungkinan dia akan pulang larut sekali, Pekerjaannya banyak sekali karena tidak masuk kerja kemarin, Wisnu akhirnya mengirim pesan ke telepon Amara "Sayang aku hari ini harus lembur kemungkinan menginap di kantor, Kamu tidur dulu saja dan jangan lupa kunci pintunya, I love you" Tapi karena Amara sudah tertidur dia tidak mendengar ada pesan masuk di teleponnya.


.


.


.


.


Di sisi lain Rendi sedang mabuk berat dan terus berbicara tidak karuan, Jam sudah menunjukan jam 22.00 teman Rendi yang ikut mabuk memesankan taksi karena tidak mungkin jika Rendi harus menyetir, Temannya juga memberitahu alamat rumah Rendi pada supir taksi.


.


.


Sesampainya di depan rumah Rendi yang terlalu memikirkan Amara tidak langsung masuk kerumahnya tapi dia malah pergi menuju rumah Amara.


"Mara buka pintu aku mencintaimu Mara.. " Rendi terus mengetuk pintu rumah Amara, Tapi tidak ada yang membuka pintu, Karena sempoyongan Rendi tidak sengaja bersandar pada pintu dan membuka pintu rumah Amara.


.


.


Rendi yang mabuk berat tanpa sadar masuk kerumah Amara dia juga masuk kekamar dan langsung tidur ketempat tidur yang disana sudah ada Amara yang tertidur pulas, Amara tidak sadar ada Rendi di sampingnya karena dia tertidur oleh pengaruh obat.


.


.


.


.


Selamat membaca 😉