Rahasia

Rahasia
Bab 29: Hari minggu tiba


Bukan hal yang mudah untuk mengatakan masalalu Amara pada Wisnu, Tapi waktu terus berjalan hari juga terus berganti setiap Amara membuka mata di pagi hari dia selalu berbicara pada diri sendiri "Pasti bisa, Amara kamu pasti bisa.. " Amara selalu meyakinkan dirinya sendiri bahwa semuanya akan baik-baik saja.


.


.


.


Sampai hari minggu itu tiba, Hati Amara tidak karuan pikiran Amara sudah membayangkan semua kemungkinan hal buruk yang akan terjadi, Saat di meja makan Amara terus menarik nafas panjang supaya bisa memulai bicara pada Wisnu.


"Emmm mas bagaimana kerjanya lancar..?" Amara menahan gugupnya.


"Allhamdulilah lancar sayang, Kenapa memangnya..?" tanya Wisnu sembari memakan sarapan.


"Tidak apa-apa aku hanya bertanya, Sudah lama kita tidak liburan ya mas..!"


Ya ampun kenapa begitu susah untuk memulai pembicaraannya, Gumam Amara dalam hati sembari makan.


"Iya sayang maaf ya kita tidak bisa sering-sering pergi liburan selain aku ada banyak pekerjaan kita juga harus mulai menabung lagi...." jawab Wisnu


"Emmm iya mas tidak apa-apa, Sebenarnya ada yang mau aku beritahu sama kamu mas...! " suara Amara mulai bergetar.


"Kamu mau beritahu apa bicara saja...! " jawab Wisnu dengan santai.


"Tapi setelah kamu dengar ini aku harap tidak akan merubah apapun dalam hubungan kita ataupun perasaan kamu mas... " Amara terus menguatkan hatinya untuk bicara.


"Sepertinya serius sekali, Memangnya ada apa sayang...?" Wisnu penasaran.


"Emmm iya sebenarnya aku mau bicara tentang............" suara Amara tertahan karena telepon genggam Wisnu berbunyi.


"Sayang ibu telepon aku akan dulu ya...! " Wisnu sembari mengambil teleponnya.


"Iya mas.. " jawab singkat Amara sembari menghela napas karena hampir sedikit lagi dia akan mengatakan semuanya pada Wisnu.


.


.


.


.


"Halo assalamualaikum bu..." Wisnu mengangkat telepon.


"Halo waalaikumsalam mas ini Lusi pakai telepon ibu... " ternyata Lusi yang menelpon.


"Iya dek ada apa.. ?" tanya Wisnu.


"Mas bapak terjatuh di kamar mandi kemarin dan sekarang punggung bapak rasanya sakit katanya..." kata Lusi.


"Kenapa baru memberitahu mas sekarang atau kamu bisa beritahu mbak Amara kemarin..?" Wisnu kaget dan Amara hanya mendengarkan.


"Bapak melarang aku untuk memberitahu mas atau mbak Amara kemarin karena takut mengganggu pekerjaan mas kemarin, Tapi sekarang aku tidak tega melihat bapak kesakitan..." jelas Lusi.


"Baik mas sudah dulu ya assalamualaikum..." kata Lusi.


"Waalaikumsalam..." Wisnu menutup teleponnya.


.


.


.


"Ada apa mas? Siapa yang sakit..? " tanya Amara khawatir.


"Lusi telepon pakai telepon ibu dia memberitahu kalau bapak kemarin jatuh di kamar mandi dan sekarang bapak punggungnya sakit..." jelas Wisnu


"Ya ampun kenapa Lusi tidak memberitahu aku kemarin.. " kata Amara.


"Itu dia mas juga tadi bilang seperti itu,Tapi kata Lusi bapak melarang Lusi memberitahu aku atau kamu karena takut mengganggu pekerjaan aku.. " kata Wisnu.


"Ya sudah kita sekarang siap-siap kita bawa bapak kerumah sakit saja ya mas... " ajak Amara.


"Iya sayang, Tapi bukannya tadi kamu mau bicara sesuatu pada mas mau bicara apa..? " tanya Wisnu


.


.


Sepertinya ini bukan waktu yang tepat untuk memberitahu mas Wisnu tentang masalalu aku, Saat ini mas Wisnu pasti sedang tidak tenang dan khawatir memikirkan keadaan bapak, Gumam Amara dalam hati.


"Tidak apa-apa mas lain kali saja aku siapkan dulu baju dan keperluan kita ya... " Amara sembari pergi ke kamar.


.


.


.


Ada perasaan lega, Tapi ada perasaan cemas juga perasaan Amara bercampur karena tidak jadi mengatakan semuanya.


.


.


.


.


.


Selamat membaca 😊