Rahasia

Rahasia
Bab 30:Belum siap


Disaat Amara sudah menyiapkan hati dan perasaannya untuk menceritakan semua pada Wisnu, Malah ada kejadian bapak Wisnu terjatuh di kamar mandi yang membuat Amara tidak sanggup jika harus mengatakannya saat itu juga.


.


.


.


Setelah mendengar kabar di telepon dari Lusi tadi Amara dan Wisnu langsung bergegas menuju rumah keluarga Wisnu.


.


.


Di sepanjang perjalanan wajah Wisnu terlihat cemas dan Amara memeluk sembari menenangkannya.


"Semuanya akan baik-baik saja mas kamu jangan khawatir ya, Bapak pasti kuat... " Amara sembari mengelus tangan Wisnu.


"Iya sayang, Aku kesal sekali bapak selalu begitu selalu sungkan untuk meminta bantuan bahkan pada anaknya sekalipun.."


"Mungkin bapak tidak mau kamu khawatir dan bapak takut kamu sedang sibuk mas, Sudah ya ini sebentar lagi kita sampai di rumah dan langsung bawa bapak berobat..." kata Amara.


.


.


Sesampainya di rumah Wisnu mereka di sambut oleh ibu dan Lusi.


"Assalamualaikum ibu, Bapak dimana...? " Wisnu sembari mencium tangan ibunya begitupun dengan Amara.


"Bapak di kamar maaf ya jadi merepotkan kalian... " kata ibu Wisnu.


"Tidak merepotkan sama sekali bu, Kalau begitu apa kita boleh melihat bapak di kamar...? " tanya Amara.


"Tentu saja boleh ayo masuk... " ajak ibu Wisnu.


.


.


.


"Assalamualaikum pak..." Wisnu sembari mencium tangan bapaknya begitupun dengan Amara.


"Waalaikumsalam..." jawab bapak Wisnu yang terbaring di tempat tidur.


"Bapak bagaimana keadaannya, Apa yang sakit...? " tanya Wisnu.


"Bapak tidak apa-apa hanya saja tadi punggung bapak rasanya sakit..." jawab Bapak


"Ya sudah sekarang kita bersiap-siap berobat kerumah sakit saja... " kata Wisnu.


"Tidak perlu tadi ibu kamu sudah memanggil tukang urut dan tadi langsung di urut juga katanya hanya ada tulang punggung yang geser sedikit saja, Sekarang punggung bapak rasanya sudah lebih baik juga ..." kata bapak.


"Tadi aku panik mas bapak seperti kesakitan jadi aku langsung menelpon mas Wisnu.. " kata Lusi.


"Lain kali beritahu aku atau Amara ya pak kalau ada apa-apa supaya aku juga tidak terlalu khawatir..." kata Wisnu.


"Mbak Amara dan mas Wisnu mau minum apa nanti aku ambilkan... " kata Lusi.


"Tidak perlu merepotkan Lusi nanti mbak ambil sendiri saja... " kata Amara.


"Bapak yakin tidak mau berobat kerumah sakit..? "tanya Wisnu.


"Tidak perlu mungkin nanti bapak akan di urut lagi saja..." kata bapak.


"Ya sudah bapak istirahat ya..." kata Wisnu sembari keluar kamar bersama Amara.


.


.


.


Wisnu dan Amara sedikit lega karena ternyata bapak Wisnu sudah membaik lalu mereka pergi ke kamar yang sudah di siapkan untuk menaruh semua bawaan mereka.


"Kalau sudah melihat langsung rasa khawatir mas jadi berkurang, Syukurlah bapak mulai membaik..." kata Wisnu


"Iya mas allhamdulilah semoga bapak terus membaik... " kata Amara.


"Aamiin..... Tadi kamu mau bicara apa sayang, Maaf ya karena dapat kabar bapak tadi kamu tidak jadi bicaranya.. "


"Iya mas tidak apa-apa, Lain kali saja aku ceritakan... " kata Amara.


"Sekarang saja sayang sepertinya pembicaraanya serius, Sampai-sampai tadi kamu bilang berhubungan dengan perasaan aku dan hubungan kita... " kata Wisnu yang duduk di atas tempat tidur berdua dengan Amara.


.


.


.


Wisnu memang siap mendengarkan, Tapi Amara harus menyiapkan hati dan pikirannya lagi untuk membicarakan ini semua.


"Emmm.. Oh itu mas kemarin Ratih memberitahu aku kalau dia hamil, Terus aku takut kalau kamu dengar informasi itu kamu berubah karena aku sampai sekarang belum hamil juga padahal kita sudah lama menikah... " kata Amara meyakinkan Wisnu.


"Ohhh begitu, Allhamdulilah kalau Ratih hamil berarti dia dan pak Rendi sudah di percaya dan walaupun kamu belum hamil rasa sayang aku tidak akan berubah begitu juga dengan hubungan kita, Aku pernah bilang sama kamu mungkin kita perlu bersabar dulu sembari berusaha dan untuk hasilnya biarlah tuhan yang menentukan sudah ya jangan berpikir yang macam-macam..." Wisnu menenangkan Amara


"Terimakasih ya mas kamu sudah melengkapi semua kekurangan aku dan menerima juga kekurangan aku..." Amara memeluk Wisnu.


Maafkan aku ya mas karena belum bisa jujur dan menceritakan semuanya, Aku perlu menyiapkan hati dan pikiran aku lagi untuk menerima segala kemungkinannya nanti, Gumam Amara dalam hati.


.


.


.


.


.


selamat membaca semuanya 😉