Rahasia

Rahasia
Bab 34: Amara di usir


Setelah melihat Amara dan Rendi yang tidur bersama Wisnu sangat emosi dan mengusir mereka berdua.


"Semua salah kamu Ren, Kenapa kamu tiba-tiba ada di kamar dan tidur bersama aku...?" Amara sembari menangis.


"Aku minta maaf Mara sungguh aku tidak ingat kenapa aku berada disana aku mabuk berat semalam... " jawab Rendi merasa bersalah.


"Aku tidak butuh maaf darimu minta maaf pada mas Wisnu dan jelaskan semua padanya aku tidak mau hal buruk terjadi dalam hubungan rumah tangga aku..." Amara sembari mengusap air matanya.


.


.


Saat Amara dan Rendi berdebat di luar rumah Wisnu menghampiri mereka.


"Ini bawa semua barang dan baju kamu aku tidak mau melihatnya, Sekarang kalian pergilah dari sini..! " Wisnu membawa 2 koper dan menaruh di depan Amara lalu masuk kembali kedalam rumah.


"Mas aku mohon jangan usir aku ijinkan aku masuk dan menjelaskan semuanya mas.. " Amara berteriak di depan pintu namun tidak ada jawaban apapun dari Wisnu.


"Sudahlah Mara sebentar lagi subuh dan menjelang pagi aku akan mencarikan rumah untuk kamu tinggal ya...!" ajak Rendi.


"Tidak perlu aku bisa sendiri dan jangan ganggu aku... " kata Amara dengan emosi.


"Kamu mau pergi kemana? Sekarang masih gelap aku khawatir jika kamu pergi sendirian..." kata Rendi.


"Tidak perlu memikirkan aku pikirkan saja diri kamu sendiri... " Amara sembari pergi meninggalkan Rendi


.


.


.


Dengan kejadian tadi Rendi tidak bisa membiarkan Amara begitu saja, Dia menyuruh orang kepercayaannya untuk mengikuti Amara.


.


.


.


Di sepanjang perjalanan Amara terus menangis dan mengusap air matanya, Apa yang harus dia lakukan? Harus kemana dia pergi? Amara tidak mungkin pulang kerumah orangtuanya dia tidak ingin menjadi beban dan membuat orangtuanya khawatir, Dia hanya terus berjalan menyusuri jalan.


.


.


Suara adzan subuh terdengar Amara mutuskan untuk pergi mencari masjid terdekat untuk melakukan shalat, Setelah selesai shalat Amara duduk melamun di teras masjid dia tidak tahu harus pergi kemana.


"Nak kamu mau kemana bawa koper begitu..? " tanya seorang ibu


"Emmmm saya tidak tahu bu... " jawab Amara lemas


"Kamu tersesat atau bagaimana...?" ibu itu kasihan melihat Amara


"Tidak bu, Saya di usir suami karena ada suatu masalah lalu dia menjadi salah paham..." jelas Amara


"Kasihan sekali kamu nak, Kalau kamu mau kamu bisa tinggal di salah satu kontrakan ibu yang kosong..."


"Emmm... Tapi saya tidak punya uang bu untuk membayar kontrakannya.." jawab Amara


"Ibu punya toko sembako grosir memang tidak terlalu besar, Tapi ibu sedang mencari orang untuk membantu mengurus dan membereskan barang-barang, Kalau mengurus semuanya sendiri ibu sering kelelahan jadi kamu bisa bekerja di toko itu untuk membayar uang kontrakannya, Bagaimana kamu mau nak..? " tanya ibu itu dengan ramah.


.


.


"Baiklah bu kalau begitu saya mau..." jawab Amara


"Baiklah kita belum berkenalan saya ibu Sri deti panggil saja ibu Sri, Siapa nama kamu nak..? " tanya ibu itu


"Nama saya Amara bu.. "


"Baiklah Amara ikut ibu ya, Rumah dan kontrakan ibu tidak jauh dari masjid ini.. " kata ibu Sri mengajak Amara.


.


.


.


Ibu Sri dan Amara sampai di sebuah kontrakan.


"Disini kontrakannya dan ini kuncinya semoga kamu betah ya Amara.. " kata ibu Sri.


"Sebelumnya saya sangat berterimakasih atas semua kebaikan ibu pada saya dan saya berjanji akan bekerja dengan rajin di toko ibu nanti..." kata Amara.


"Sama-sama Amara, Kalau hari ini kamu bisa bekerja datang kerumah ibu jam delapan pagi di belakang kontrakan ini nanti kita pergi ke tokonya bersama-sama, Kalau kamu bingung tanyakan saja pada tetangga sekitar pasti mereka tahu..."


"Baik bu nanti saya kesana.. " jawab Amara


"Baiklah ibu pamit ya.. " kata ibu Sri sembari pergi.


.


.


.


Syukurlah masih ada orang baik dan mau membantu di saat aku kesusahan,Gumam Amara.


.


.


Disisi lain ternyata orang suruhan Rendi sudah mengatur semuanya dan ibu Sri sudah bekerja sama dengan orang suruhan Rendi untuk membantu Amara.


.


.


Orang suruhan Rendi selalu mengambil poto atau video Amara untuk di laporkan pada Rendi,


Syukurlah Mara kamu sudah punya tempat tinggal sekarang, Rendi berbicara sendiri sembari melihat poto yang di laporkan dari orang suruhannya.


.


.


Sebenarnya Rendi bisa saja membelikan Amara rumah yang mewah sekalipun, Tapi dia tahu pasti Amara akan menolak tawaran darinya.


.


.


.


.


Selamat membaca 😉