
Waktu terus berlalu setiap melihat wajah Ratih, Amara merasa tidak asing dengannya dia merasa pernah bertemu, Tapi Amara tidak ingat dan tiba-tiba.
"Ya ampun mas aku lupa hari ini aku mau ke minimarket ada bahan dapur yang harus aku beli.." kata Amara.
"Aku boleh ikut tidak mbak kebetulan aku juga ada beberapa barang yang harus di beli..." kata Ratih.
"Boleh kalau kamu tidak cape, Tadi pagikan kamu baru pindahan..! " jawab Amara.
"Tidak mbak, Malah aku senang punya teman baru dan sekalian aku juga belum tahu daerah sini.."
"Baiklah kalau begitu aku pinjam motor ya mas... " tatap Amara pada Wisnu.
"Iya sayang kalian hati-hati, Kamu jangan ngebut-ngebut ya bawa motornya..." Wisnu sembari mengelus rambut Amara.
"Aku permisi izin mengambil tas dan dompet dulu ya mbak, mas.. "
.
Ratih kembali kerumah Amara...
.
"Mbak Amara aku sudah siap.." Ratih sembari mengetuk pintu
"Iya sebentar..." jawab Amara dari dalam rumah
.
.
Setelah itu Amara dan Ratih pergi ke minimarket walaupun mereka berbeda usia, Tapi mereka cukup akrab dan mengobrol sepanjang perjalanan Ratih banyak bertanya tentang daerah tempat tinggalnya yang baru.
Meskipun mereka akrab, Tapi Ratih bisa mengimbangi Amara dengan berbicara sopan santun dan ramah tidak heran Amara senang karena mempunyai tetangga baru sekaligus teman baru.
.
Akhirnya mereka sampai di minimarket...
.
.
Amara dan Ratih mencari barang keperluan masing-masing, Saat berbelanja telepon genggam Amara berbunyi.
"Halo mbak Asri ada apa ya mbak..?" tanya Amara.
"Halo mbak Amara maaf mengganggu besok mau ada acara Arisan baru mbak Amara mau ikut tidak..?" suara mbak Asri di telepon.
"Oh begitu iya insya allah besok saya datang nanti mbak Asri kirim saja alamat dan jam berapa acaranya..." kata Amara.
"Baiklah sampai besok ya mbak assalamualaikum..." mbak Asri menutup teleponnya.
"Waalaikumsalam." jawab Amara
.
.
"Mbak aku sudah selesai berbelanjanya mbak Amara apa masih ada yang dicari lagi...?" tanya Ratih.'
"Emmm sudah ayo kita langsung bayar.."
.
.
.
.
"Terimakasih ya mbak Amara sudah mengantarkan aku sampai kedepan rumah, Mampir dulu mbak.!" ajak Ratih.
"Sama-sama sepertinya lain kali saja, Oh iya tadi tetangga kita telepon katanya besok mau ada acara arisan yang baru kamu mau ikut tidak...? " tanya Amara.
"Mau mbak supaya aku bisa kenal juga dengan tetangga yang lain di kompleks ini.." Ratih bersemangat.
"Kalau begitu aku minta nomor telepon kamu ya nanti aku beritahu tempat dan jam acaranya di mulai.." kata Amara.
Setelah saling bertukar nomor telepon Amara pamit pulang pada Ratih.
.
.
"Assalamualaikum.." Amara masuk kedalam rumah.
"Waalaikumsalam, Sudah pulang sayang.?" tanya Wisnu.
"Sudah mas.. " sembari mencium tangan Wisnu.
"Kamu mandi dulu nanti kita makan sama-sama aku tadi sudah masak sayur.." kata Wisnu.
"Ya ampun jago masak juga suami aku ternyata....ya sudah aku mandi dulu. "
.
.
Amara sudah selesai mandi dan menghampiri Wisnu yang sedang menyiapkan makan malam.
"Mas tadi mbak Asri telepon dia mau mengajak aku arisan besok boleh tidak..?" tanya Amara yang duduk di kursi.
"Dimana arisannya..?" kata Wisnu.
"Tadi pas aku lihat telepon mbak Asri memberitahu arisannya di kafe dekat kompleks daerah sini jam 10 siang, Bagaimana boleh tidak mas...?" Amara bertanya lagi.
"Iya boleh.." Wisnu sembari tersenyum.
"Terimakasih ya mas.." Amara membalas senyum Wisnu.
"Ayo sekarang kita makan...!" kata Wisnu
.
.
.
.
Akan ada kejutan apa lagi ya di acara arisan Amara?
Baca terus ya novel RAHASIA like sama vote nya juga jangan lupa 😉