Rahasia

Rahasia
Epi. 50 PERNYATAAN CINTA


Hari berganti minggu dan berlalu menjadi bulan. Sudah hampir satu tahun Tira bekerja di PT ABADI GROUP dan sudah selama itu hampir tidak ada yang mengetahuinya. Hanya Irsyan, Abdullah, Nana dan Ibu Monika. Tak ada yang curiga, bahkan tak perlu risau dengan Ibu Monika. Meskipun terkadang cukup menyebalkan, tetapi beliau masih bisa menjaga sebuah rahasia yang sebenarnya tak perlu dirahasiakan. Yaitu, hubungan Arsyad dan Tira.


Hari ini adalah hari jadi perusahaan PT ABADI GROUP ke 37 tahun. Perusahaan yang sebelumnya dimulai oleh Kakek Arsyad, kini semakin berkembang oleh tangan dingin Abdullah dan tentunya dibantu ke dua anak laki-lakinya yaitu Irsyan dan Arsyad.


Untuk merayakan suka cita dan rasa syukur. PT ABADI GROUP membuat acara gathering untuk para karyawan. Dari pagi sampai sore hari dilakukan diluar ruangan atau outdoor bahasa Inggrisnya. Kegiatan outbound benar-benar menyenangkan. Ditambah lagi dengan panorama ciptaan Sang Illahi sangat menyejukkan mata. Partikel lelah, penat, stress yang tak kasat mata bertunggang dipunggung sedikit terlepas. Sesuai susunan acara, bahwa kegiatan outbound dilakukan dari jam 9 pagi sampai jam 5 sore.


Semua tersusun dengan rapih. Dan kegiatan makan malam sebagai penutup disalah satu hotel mewah yang masih satu area dengan kegiatan outbound tersebut.


Semua orang larut dalam kebahagiaan. Terpancar dari sorot mata dan senyum bahagia. Semua orang berpesta, semua orang harus bahagia. Ditambah lagi doorprize yang bisa dibawa pulang bagi mereka yang beruntung.


Pukul 6.30 PM sesuai susunan acara, semua para karyawan sudah berada di restourant.


Karena makan malam ini adalah hari yang sangat special, maka para karyawan dikhususkan menggunakan pakaian semi formal. Tidak menggunakan kaus, celana jins atau pun celana pendek begitu yang tertera pada setiap undangan.


Makan malam dimulai dan diiringi oleh lantunan musik yang indah menambah semarak suasana. Bagi siapa pun karyawan PT ABADI GROUP dapat menyumbangkan atau mempertunjukkan skill terpendam.


Seorang pria naik keatas panggung dan menyanyikan sebuah lagu yang romantis. Tepuk tangan mengawali sang penyanyi dadakan tersebut.


Denting piano mengawali lagu tersebut.


**Dengarkanlah, wanita pujaanku


Malam ini akan kusampaikan


Hasrat suci kepadamu, dewiku


Dengarkanlah kesungguhan ini


Aku ingin mempersuntingmu


'Tuk yang pertama dan terakhir


Jangan kau tolak dan buat 'ku hancur


'Ku tak akan mengulang 'tuk meminta


Satu keyakinan hatiku ini


Akulah yang terbaik untukmu


Dengarkanlah, wanita impianku


Malam ini akan kusampaikan


Janji suci, satu untuk selamanya


Dengarkanlah kesungguhan ini


Aku ingin mempersuntingmu


'Tuk yang pertama dan terakhir


Jangan kau tolak dan buat 'ku hancur


'Ku tak akan mengulang 'tuk meminta


Satu keyakinan hatiku ini


Akulah yang terbaik untukmu


Jangan kau tolak dan buat 'ku hancur


'Ku tak akan mengulang 'tuk meminta


Satu keyakinan hatiku ini


Akulah yang terbaik untukmu


Jangan kau tolak dan buat 'ku hancur


'Ku tak akan mengulang 'tuk meminta


Satu keyakinan hatiku ini


Akulah yang terbaik untukmu


Akulah yang terbaik untukmu


Ia melihat orang-orang didepannya. Matanya masih terus mencari wanita yang sudah berhasil menyita perhatian dan cintanya selama ini, tapi tak ada.


Lagu selesai dinyanyikan dan mengembalikan microphone ke MC kembali.


" Duh dalem banget nyanyi nya " ucap seorang MC dipanggung setelah menggenggam Microphone dari penyanyi tersebut.


" Eh iya " mengangguk malu


" Kalo boleh tau, siapa sih perempuannya ? Apa kerja di ABADI GROUP juga ? " tanya seorang MC dengan nada menggoda.


" Jawab dong, jawab " teriakan dari para temannya


" Hmmm, harus diomongin yah ? " menggaruk kepala


" Yah, sebenernya sih ngga juga ngga apa-apa. Tapi apa perempuannya nya juga tau ? Kalo perempuannya yang dimaksud ngga tau, yah ga sampe dong lagunya " MC mencoba menggoda kembali.


" Jawab dong, jawab "


" Yaudah, nih bunga mawar. Kalo emang ga berani mengungkapkan secara langsung. Kasih aja ini " MC tersebut menyerahkan setangkai bunga mawar warna merah.


Ia mengambilnya dan mencari wanita tersebut dikursi yang berjajar rapih dihadapannya. Raganya masih tak beranjak sedangkan matanya fokus mencari. Seorang wanita masuk berjalan menuju kursinya dan menoleh ketika namanya dipanggil.


" Ra " ia menoleh


" Sini " ucapnya lagi dan melangkah menuju sumber suara sesuai aba - aba.


Tepukan riuh ramai dari para penonton bergemuruh diruang tersebut. Bahkan siul siul seperti memanggil burung juga terdengar. Ramai sekali rasanya meskipun kondisi masih kondusif.


Wanita yang melangkah dan semakin dekat kearahnya terlihat sangat cantik. Menggunakan dress warna salem tangan pendek dan panjangnya selutut. Mengenakan sepatu jenis flatshoes. Tak banyak menggunakan banyak aksesoris. Hanya anting yang berbentuk bunga menghias telinganya. Yang terlihat dari rambut yang sengaja dijepit dengan jepit mutiara dari Arsyad dan sebagian rambut lainnya di urai rapih. Softlenses coklat terang menghias menggantikan kaca mata dan sapuan make up yang semakin membuatnya terlihat cantik.


" Cantik banget kamu " matanya memandang tak jemu.


" Ehh, iya makasih " jawabnya dengan canggung


" Kamu tau ga laku yang aku nyanyiin barusan ? "


" Lagu apa ? " Tira tak tahu, karena Ia baru saja keluar dari toilet dan tentu saja tak mendengar lagu yang dimaksud.


MC menghampiri pria dan menyerahkan sebuah microphone.


" Ngomongnya pake mic dong "


Pria tersebut mengambil mic tersebut dengan senang. Sungguh bahagia rasanya saat ini. Meskipun hatinya ada rasa kegugupan. Tapi malam ini Ia akan memberanikan diri untuk mengungkapkan rasa cintanya yang sudah dipendam.


" Kamu cantik banget sih malam ini " puji pria tersebut untuk kedua kalinya. Tepuk tangan bergemuruh mengisi ruangan. Bahkan lebih meriah dari yang Ia saksikan sebelumnya. Pria tersebut mengulangi pujiannya, karena yang pertama hanya wanita didepannya yang dapat mendengar. Sedangkan yang untuk kedua kali, karena menggunakan microphone bisa dipastikan bahwa seluruh orang yang berada diruangan tersebut dapat mendengarnya.


" Aku tadi nyanyi sebuah lagu. Lagu itu untuk kamu " ucapnya dengan santai.


huh, gemuruh tepuk tangan bersahutan


" Kamu tahu, lagu apa yang aku nyanyiin tadi ?"


Ngga, gelengan kepala yang menjawabnya tanpa kata. Dan bahkan pertanyaan ini, bukan kah sudah ditanyakan. Kenapa sering sekali mengulang pertanyaan sih ?


" Aku nyanyiin lagu Janji Suci dari Yovie and Nuno "


" Ra " pria tersebut merubah gerak tubuhnya. Lutut kaki kirinya menyentuh lantai. Bagai adegan romantis yang ditampilkan di tivi-tivi.


Dag dig dug, jantung Tira berdetak cepat. Ia tahu ada hal yang tak beres. Meskipun Ia bukan peramal, logikanya berbicara bahwa pria dihadapannya akan menyatakan perasaannya. Dan parahnya lagi akan di saksikan oleh banyak pasang mata.


" Maukah kamu terima mawar ini dari aku ? "


Eh, gimana nih ? Tuh kan bener. Batinnya menjerit.


Tira mensejajarkan posisinya. Sedikit menunduk dan mengambil bunga tersebut dari tangan pria didepannya.


Angga tersenyum lebar, melihat wanita didepannya menerima bunga pemberiannya.


______________________________________________


Bersambung ...