
"Apakah aku harus memberitahu mas Wisnu tentang undangan Ratih tadi atau tidak.?" Amara berbicara sendiri sembari melanjutkan beres-beres rumah.
.
.
Sore harinya...
.
.
"Sayang aku pulang.. " Wisnu sembari masuk kedalam rumah.
"Kamu sudah pulang mas..! " Amara menyambut Wisnu mencium tangannya.
"Bagaimana kepala kamu apa masih sakit.?" Wisnu sembari mengelus kepala Amara
"Tidak mas, Sekarang badan aku juga sudah merasa lebih baik."
"Syukurlah kalau begitu, Mas mandi dulu ya.. " sembari mencium kening Amara.
Sepertinya pekerjaan mas Wisnu sudah tidak terlalu banyak dia sudah tidak sering lembur lagi sekarang, Kata Amara dalam hati.
.
.
Saat makan malam di meja makan...
"Mas tadi Ratih kemari menjenguk aku.. " kata Amara.
"Emm baguslah kalau begitu..." Wisnu sembari makan.
"Dan tadi Ratih juga mengundang kita berdua ke acara perayaan ulang tahun suaminya.. "
"Ohh kapan acaranya.? "
"Tiga hari lagi mas jam tujuh malam.. "
"Ya sudah insya allah kita datang ya, pekerjaan mas juga sekarang sudah tidak terlalu banyak.."
"Emmm iya mas.. " jawab Amara.
.
.
Amara memang merasa khawatir entah apa yang akan terjadi jika mas Wisnu bertemu dengan Rendi nanti, Walaupun mas Wisnu belum mengetahui masalalu Amara tapi entah memang takdir atau semesta yang mengizinkan semuanya terjadi.
Tapi Amara tahu cepat atau lambat Wisnu pasti akan tahu semuanya dan saat itu tiba Amara hanya berharap Wisnu tidak meninggalkannya dan semuanya tetap baik-baik saja.
.
.
Tiga hari kemudian saat acaranya tiba....
.
.
"Sebentar lagi mas...!" jawab Amara dari dalam kamar.
Amara sebenarnya sudah selesai merias wajah,Tapi dia ragu-ragu untuk datang keacara itu.
"Ayo Amara kamu bisa, Kamu kuat, Semuanya akan baik-baik saja.. " Amara sembari melihat kaca.
.
Akhirnya Amara dan Wisnu pergi keacara perayaan ulang tahun Rendi.
.
.
Sesampainya di rumah Ratih ternyata sudah banyak tetangga lain yang sudah datang.
"Hay mbak Amara, mas Wisnu akhirnya datang juga, Kenalkan ini suami aku Rendi.. " Ratih menyapa sembari menggandeng tangan Rendi.
"Loh...Pak Rendi ini ternyata suami Ratih...! "Wisnu terkejut.
"Kamu kenal mas dengan pak Rendi.? " Amara gugup.
"Aku juga baru tahu kalau mas Wisnu dan mas Rendi saling kenal.. " Ratih terkejut juga.
"Iya pak Rendi ini atasan aku dia pemilik perusahaan ditempat aku bekerja.. " jawab Wisnu.
"Ya ampun dunia ini sempit sekali ternyata.. " kata Ratih sembari tersenyum.
"Ohh iya selamat ulang pak Rendi.. " Amara menahan gugupnya berjabat tangan dengan Rendi.
"Selamat ulang tahun pak Rendi semoga sukses selalu.. " kata Wisnu sembari berjabat tangan dengan Rendi.
"Iya terimakasih kalian sudah menyempatkan datang.. " kata Rendi
"Kita permisi menyapa tamu yang lain dulu ya mas, mbak silahkan di nikmati jamuannya.. " kata Ratih
"Iya silahkan.. " jawab Amara dan Wisnu
.
"Aku baru tahu pak Rendi itu ternyata suami Ratih tetangga baru kita.. " kata Wisnu sembari mengambil minuman
"Emm iya mas, Kalau di kantor pak Rendi itu seperti apa mas orangnya.. " kata Amara.
"Selama aku bekerja dengan pak Rendi menurut aku dia orangnya baik dan tegas.. " jawab Wisnu.
"Ohhh begitu.. " Amara mencoba menenangkan hatinya.
.
Ratih dan Rendi terlihat sedang menyapa tamu yang lain, Tapi tidak jarang Rendi terus melihat ke arah Amara dan membuat Amara merasa tidak nyaman berada di acara itu.
.
.
.
.
selamat membaca semuanya 😉