
Sampai di rumah...
.
.
.
Saat Amara akan membuka pintu taksi mobil Wisnu melarangnya.
"Eh kamu diam dulu...." kata Wisnu
"Ada apa mas...?" Amara terkejut
"Diam saja dulu ya sayang..." Wisnu sembari membayar dan keluar dari mobil taksi.
.
.
Ternyata Wisnu mau membuka pintu mobil taksi untuk Amara.
"Silahkan sayang...." Wisnu membuka pintu mobil taksi sembari tersenyum
"Ya ampun mas aku kira ada apa padahal aku bisa sendiri..." kata Amara membalas senyum Wisnu
"Itu tandanya suami yang perhatian mbak, Memang kalau seorang istri sedang hamil suami harus siaga dan lebih perhatian....!" bapak supir taksi ikut bicara
"Emmm bapak ini bisa saja, Terimakasih ya pak.. " jawab Amara sembari keluar taksi
"Sama-sama saya permisi mas, Mbak..." kata supir taksi sembari pergi.
.
.
Saat akan masuk rumah Wisnu juga membuka pintu untuk Amara, Semua barang-barang dan baju Amara Wisnu yang membawa dia terlihat begitu perhatian dan tidak ingin Amara capek.
.
.
Saat Amara masuk ke kamar dia terkejut
.
.
"Ya ampun apa ini mas...!" Amara masuk kamar tersenyum bahagia
"Aku sengaja menghias kamar kita untuk menyambut kamu dan calon anak kita... " kata Wisnu sembari menaruh barang bawaan Amara
.
.
Sebelum pergi menemui Amara Wisnu menghias dan menata kamarnya dengan berbagai bunga, Dan hiasan lampu warna warni.
"Kamu suka tidak...?" tanya Wisnu
"Suka mas terimakasih ya... " Amara memeluk Wisnu
"Kamu kapan menghias kamar kita seperti ini...?"kata Amara
"Tadi sebelum pergi menemui kamu..." jawab Wisnu
"Emmm kalau aku tadi tidak mau pulang dengan kamu bagaimana...?" Amara menggoda Wisnu
"Ya terpaksa aku bereskan lagi sama seperti dulu waktu kita bertemu bertiga dengan Rendi, Sebenarnya aku juga sudah menyiapkan kejutan seperti ini untuk kamu, Tapi" malah ada masalah baru jadi aku bereskan lagi semuanya..." kata Wisnu
"Emmm terimakasih ya sayang aku senang kita sekarang bisa bersama lagi..." Amara masih memeluk Wisnu
"Sama-sama sayang... " jawab Wisnu
"Masss... " Amara menatap mata Wisnu dengan manja
"Apa sayang..? "tanya Wisnu
"Aku lapar..." jawab Amara
"Kamu mau makan apa.? Nasi goreng, Sayur sop atau ayam goreng...!"
"Tidak mau mas..."
"Lalu kamu mau makan apa..? Aku bisanya hanya buat itu saja sayang.. "
"Aku mau bakso, Tapi baksonya jangan dari restoran atau warung bakso.. "
"Terus aku harus beli dimana kalau bukan di warung baksonya...?"
"Aku mau bakso dari abang yang jualannya pakai gerobak keliling..."
"Ya susah dong abangnya pasti keliling jalan terus tidak diam di satu tempat saja sayang... "
"Jadi kamu tidak mau mencarikannya untuk aku...! " Amara kesal sembari melepaskan pelukannya
"Iya sayang iya aku cari dulu baksonya dari abang gerobak dorong.. " jawab Wisnu dengan nada malas
"Kamu ikhlas tidak mas, Kalau terpaksa tidak perlu biarkan saja aku kelaparan padahal ini juga kemauan anak kita juga... " kata Amara sembari memasang wajah sedih
"Iya ikhlas sayang..." Wisnu mengelus rambut Amara
"Benar ya ikhlas...!"
"Iya sayang, Aku pergi dulu ya... " kata Wisnu sembari berjalan keluar kamar
"Tunggu mas...!
"Ada apa..? " tanya Wisnu
"Jangan pedas-pedas ya kuahnya... " kata Amara sembari duduk di kasur.
"Iya.. " jawab singkat Wisnu
"Mas tunggu... " Amara menghentikan langkah Wisnu lagi
"Apa lagi sayang...! " Wisnu mulai sedikit kesal
"Jangan pakai mie, Pakai sayuran saja, Lalu kuahnya di pisah juga ya... " kata Amara
.
.
.
Wisnu menarik nafas panjang dan menjawab Amara.
"Iya sayangku, Ada lagi tidak pesanannya sebelum aku pergi mencari bakso dari abang gerobak dorong..."
"Emmm tidak mas hati-hati di jalan.." Amara sembari tersenyum
.
.
.
.
.
Wisnu keluar rumah sore hari mencari bakso dengan menaiki sepeda motornya, Dia mulai berkeliling kompleks berharap ada tukang bakso yang berjualan di dekat rumahnya.
.
.
Bahkan Wisnu sering bertanya pada orang yang lewat apakah orang itu melihat tukang bakso di sekitar kompleks atau tidak, Ternyata kata salah seorang bapak yang di tanya Wisnu tukang bakso gerobak biasanya keliling di kompleks itu jika sudah malam jika masih sore tukang baksonya masih berjualan di pinggir jalan raya.
.
.
.
Sebenarnya Wisnu masih merasa lelah karena sudah menjemput Amara tadi, Tapi demi Amara dia akan mencari bakso yang Amara inginkan.
.
.
.
Setelah beberapa jam mencari akhirnya Wisnu bertemu tukang bakso di pinggir jalan.
"Akhirnya ada juga tukang baksonya, Bang beli satu porsi ya... " kata Wisnu pada tukang baksonya.
"Siap mas... " kata abang tukang bakso
Wisnu juga memberitahu tentang apa saja pesanan Amara pada tukang baksonya.
.
.
Krubuk..Krubuk..
.
.
Suara perut Wisnu begitu keras, Dia ternyata juga lapar akhirnya dia memesan dua porsi bakso untuk Amara dan untuk dirinya.
.
.
Ada beberapa orang yang sudah mengantri dan Wisnu harus sedikit bersabar menunggu pesanannya di buatkan, Setelah beberapa menit pesanan Wisnu selesai dia langsung membayar dan pulang.
.
.
.
Amara di rumah sudah tidak sabar menunggu Wisnu pulang, "Kenapa mas Wisnu lama sekali, Apa mungkin tukang baksonya tidak keliling di kompleks ini ya...?" Amara berbicara sendiri.
.
.
Tok..tok.. tok
.
.
Wisnu mengetuk pintu kamar dan masuk menghampiri Amara.
"Assalamualaikum sayang aku dapat ini baksonya... " sembari membawa plastik
"Waalaikumsalam mas kamu lama sekali belinya jauh ya...!" kata Amara
"Iya lumayan sayang aku tadi keliling kompleks tapi tidak ada tukang bakso yang jualan gerobak, Terus ada bapak-bapak memberitahu kalau tukang bakso gerobak dorong keliling ke kompleks ini suka malam jadi tadi aku cari sampai ke jalan raya... " jawab Wisnu
"Ya ampun maap ya sayang aku sudah membuat kamu capek..." Amara memeluk Wisnu
"Tidak apa-apa ayo kita makan sama-sama..." kata Wisnu
.
.
.
Mereka turun ke ruang makan lalu Wisnu langsung menyiapkan mangkuk dan sendok, Saat Amara mencicipi baksonya ternyata rasanya enak.
"Ya ampun sayang ini baksonya enak banget kamu belinya di tukang bakso gerobak iya kan tidak bohong...!" kata Amara
"Benar sayang aku tidak bohong aku sampai cape tahu cari tukang baksonya... " Wisnu sembari memakan baksonya juga
"Iya aku percaya, Tapi emmm.... Itu punya kamu sepertinya enak aku boleh coba tidak.?" Amara menatap manja pada Wisnu
"Boleh ini silahkan... " kata Wisnu memberikan mangkuknya pada Amara
"Emmm punya kamu terlalu pedas ini aku sudah coba terimakasih ya... " kata Amara memberikan mangkuknya lagi pada Wisnu
.
.
.
Mereka berdua makan bakso dengan lahapnya sampai baksonya habis.
"Sayang baksonya habis... " kata Amara
"Punya mas juga habis sayang... "
"Tapi...... Aku masih lapar.. " kata Amara
"Mas sudah mengira kamu akan bilang seperti itu coba kamu buka kulkas..." jawab Wisnu
Amara menurut dan membuka pintu kulkas ternyata di dalamnya sudah banyak sekali makanan ringan, coklat, susu ibu hamil dan yang lainnya.
.
.
.
.
.
Selamat membaca 😊