Rahasia

Rahasia
Bab 38: Wisnu tidak bahagia


Setelah Amara pingsan Rendi dan Wisnu membawanya ke rumah sakit mereka begitu khawatir dengan Amara.


.


.


.


Tidak lama kemudian mereka sampai di rumah sakit dan Amara langsung di bawa oleh suster untuk di tangani oleh dokter.


"Suster tolong berikan tindakan terbaik dan saya mau dokter yang menangani Amara adalah dokter terbaik di sini, dan kalau perlu di rawat berikan ruangan nomor satu yang lengkap pasilitasnya berapapun biayanya akan saya bayar... " Rendi sangat khawatir pada Amara walaupun Wisnu begitu cemburu atas perhatian yang di berikan Rendi tapi dia tidak mau egois dia juga ingin yang terbaik untuk Amara.


"Baik pak kami akan melakukan yang terbaik silahkan bapak-bapak tunggu di luar, Kami akan segera melakukan pemeriksaan pada pasien... " kata seorang suster


.


.


Rendi dan Wisnu menunggu sembari duduk di kursi mereka terus berdoa supaya Amara baik-baik saja.


.


.


Beberapa menit berlalu ada seorang dokter keluar dari ruangan Amara.


"Keluarga pasien.. ?" tanya dokter menghampiri Rendi dan Wisnu


"Saya suaminya dokter.. " jawab Wisnu sembari berdiri


"Selamat ya pak istri anda positif hamil... " dokter sembari tersenyum


"Apa dokter..? Istri saya hamil...! " Wisnu terkejut begitu juga dengan Rendi


"Iya pak,Bapak akan jadi seorang ayah selamat ya, Tadi istri bapak pingsan karena kelelahan dan asam lambungnya naik juga nanti saya akan resepkan obat dan vitamin juga untuk istri bapak..." jelas dokter


"Baiklah dokter terimakasih..." kata Wisnu dengan wajah yang bingung


"sama-sama pak saya permisi... " kata dokter sembari pergi


.


.


Wisnu duduk lagi di bangku rumah sakit dengan wajah datarnya.


"Selamat Wisnu kita akan sama-sama menjadi seorang ayah.." Rendi sembari menepuk pundak Wisnu, Tapi dia hanya terdiam tidak menjawab apapun.


"Ada apa Wisnu bukankah kamu seharusnya senang mendengar kabar ini...? " tanya Rendi


"Saya tidak tahu apakah saya harus senang atau tidak mendengar kabar ini... " jawab Wisnu


"Memangnya kenapa...? " kata Rendi


"Apakah benar itu anak saya atau justru anak anda...?" Wisnu menatap tajam ke arah Rendi


"Pada malam itu saat anda tidur dengan Amara apakah anda yakin tidak melakukan apa-apa dengannya? Bukankah anda dan juga Amara sama-sama tidak mengingat dengan jelas kejadian malam itu.. " kata Wisnu


"Jangan bicara yang tidak-tidak Wisnu itu sudah pasti anak kamu, Aku yakin tidak melakukan apa-apa dengan Amara malam itu... " Rendi meyakinkan Wisnu


"Bagaimana anda bisa yakin sedangkan anda saja waktu itu sedang mabuk berat, Sudahlah saya akan menemui Amara.." Wisnu masuk ke ruangan Amara.


Rendi berniat mengejar Wisnu, Tapi seorang suster menghampirinya.


"Permisi pak maap untuk administrasi pasien silahkan di selesaikan di kasir..." kata suster


"Iya.. iya baik suster... " jawab Rendi terbata-bata


Rendi terpaksa tidak bisa mengejar dan menenangkan Wisnu yang masuk ke ruangan Amara karena harus mengurus administrasi.


.


.


.


Wisnu masuk ke ruangan Amara


.


.


"Hai mas bagaimana kata dokter aku tidak perlu di rawat bukan..? Aku bisa langsung pulang bukan...?" tanya Amara sembari tersenyum


"Iya.. " jawab singkat Wisnu


"Ada apa mas..? Aku sakit apa kata dokter...?" Amara bertanya lagi


"Kamu hamil... " jawab Wisnu


"Apa...? Aku hamil mas..? Aku tidak salah dengar mas..? " Amara terkejut karena seminggu yang lalu dia mengetes hasilnya negatif.


"Kamu tidak salah dengar kamu hamil itu kata dokter tadi.." kata Wisnu


"Allhamdulilah akhirnya hal yang selama ini kita tunggu terwujud juga ya mas...Tapi kamu kenapa terlihat biasa saja dan tidak bahagia mas.. " Amara bingung


"Aku tidak yakin jika itu adalah anak aku..! " jawab Wisnu


.


.


.


.


.


Selamat membaca 😉