Rahasia

Rahasia
Bab 13: Liburan yang mengerikan


"Sayang kamu belum memesan... " kata Wisnu membangunkan lamunan Amara.


"Emmm iya mas aku pesan sekarang." jawab Amara.


Rendi dan Ratih juga mulai memesan makanan.


.


.


"Aku ke toilet dulu ya.. " kata Ratih.


"Jangan lama-lama ya sayang...!" kata Rendi.


"Sayang perut aku mules tunggu sebentar ya.. " Wisnu sedikit berbisik pada Amara.


"Iya mas..." jawab Amara.


.


.


Setelah Ratih dan Wisnu pergi ke toilet..


"Pak Wisnu mau ke toilet ya.. ?" tanya Rendi.


"Iya.." jawab ketus Amara.


"Jangan galak begitu santai saja.. " kata Rendi menggoda Amara.


"Kamu mengikuti aku iya kan..?" Amara sembari kesal.


"Kenapa kamu berpikir begitu? Ini tempat umum.. " Rendi menjawab dengan santai.


.


Amara merasa curiga jika Rendi mengikutinya, Karena sejak Amara bertemu dengan Rendi di acara pernikahannya kemanapun Amara pergi selalu bertemu dengan Rendi.


"Terus kamu tahu darimana nomor telepon aku..?" tanya Amara.


"Apa kamu tidak ingat atau pura-pura lupa..! Kamu sendiri yang memberikan nomor kamu pada Ratih dan Ratih itu istri aku.. " jawab Rendi.


"Lalu Ratih tahu kalau kamu punya nomor aku..? "


"Tidak, Aku mencatat nomor kamu diam-diam dari telepon Ratih.. " jawab Rendi.


"Gila kamu ya..! Cepat hapus nomor aku sekarang..." Amara merasa kesal.


"Tidak mau, Sejak kamu pergi meninggalkan aku dulu aku pernah bilang kalau aku pasti menemukan kamu dimanapun itu.. " Rendi menatap Amara.


"Ya sudah sekarang kita sudah bertemu kamu mau apa..? " tanya Amara.


"Aku mau kamu..." suara Rendi sedikit berbisik sembari mendekatkan wajahnya pada Amara.


"Sakit kamu Ren.. Kamu itu.. " kata-kata Amara tertahan karena melihat Ratih yang berjalan kearah meja makan.


"Maaf ya sayang aku lama.. " kata Ratih pada Rendi.


"Iya tidak apa-apa ini makanannya juga baru sampai.. " tatapan Rendi mengarah pada Amara.


"Kalian sudah mengobrol apa saja? Pasti sudah mengobrol banyak ya.." kata Ratih pada Amara dan Rendi.


"Kita bicara tentang...." kata-kata Rendi tertahan.


"Kita hanya bicara hal biasa saja Ratih, Soalnya kita tetangga baru..." Amara memotong kata-kata Rendi yang akan bicara.


.


.


"Mas perut kamu sakit? Mau aku belikan obat? " tanya Amara saat Wisnu duduk, Di sisi lain Rendi melihat Amara yang begitu perhatian pada Wisnu


"Tidak perlu aku hanya masuk angin saja... " kata Wisnu.


"Ya sudah kita langsung makan ya, Ini makanannya sudah sampai semua.. " kata Ratih.


"Iya saya juga sudah lapar... " jawab Wisnu.


.


.


Sembari makan Amara sesekali melihat kearah Rendi, Dia takut Rendi memberitahu Ratih tentang apa yang baru saja mereka bicarakan.


.


.


Yang awalnya Amara ingin berlibur untuk menenangkan pikiran sekarang berubah menjadi liburan yang mengerikan, Amara sangat kesal pada Rendi karena telah kembali lagi di kehidupan Amara yang sudah bahagia bersama Wisnu.


.


.


Rendi sudah menikah dengan Ratih dan Amara tidak tahu maksud dari kata-kata Rendi tadi yang mengatakan menginginkan Amara.


Apa yang harus aku lakukan sekarang, Jika Rendi terus begini aku bisa gila,Gumam Amara dalam hati.


.


.


Makan malam selesai....


.


.


"Mbak Amara dan mas Wisnu menginap dimana? " tanya Ratih.


"Kami sudah memesan penginapan di dekat sini.. " jawab Wisnu.


"Bagaimana kalau besok kita berenang bersama, mba kAmara mau tidak..? " kata Ratih


"Emmm maaf Ratih aku tidak bisa besok pagi-pagi kami akan pulang soalnya mas Wisnu sudah harus masuk kerja... " kata Amara.


.


.


.


.


.


Selamat membaca jangan lupa fav, like sama komen ya teman-teman dan kakak semua 😉