
Amara memeluk Wisnu dengan erat.
"Sayang ayo masuk kamu harus banyak istirahat...!" kata Wisnu.
"Aku masih mau peluk kamu mas.. " jawab Amara.
"Manja sekali istri aku yang cantik ini, Peluknya di rumah saja kalau diluar begini malu nanti di lihat tetangga lain.. " kata Wisnu.
"Iya mas iya ayo kita masuk...! " Amara melepaskan pelukannya.
.
.
.
Sesudah di dalam rumah mereka makan siang bersama.
"Sayang aku itu sayang sekali sama kamu... " kata Amara.
"Aku tahu.. Kenapa kamu tiba-tiba bilang seperti itu...? " Wisnu sembari menyuapi Amara makan.
"Tidak apa-apa aku hanya merasa beruntung saja memiliki suami seperti kamu... "
"Kamu kenapa tiba-tiba aneh begitu, Emmm mau aku belikan sesuatu ya..? " Wisnu menggoda Amara.
"Tidak mas, Memangnya aku tidak boleh kalau bilang seperti itu..!" Amara cemberut.
"Boleh sayang boleh, Tapi kalau ada lagi barang yang kamu butuhkan jangan pergi sendiri nanti aku saja yang beli.." sembari mengelus rambut Amara
"Aku sudah sehat mas kamu tidak perlu khawatir..." jawab Amara.
"Ya sudah aku kembali ke kantor kerja lagi ya sayang.." Wisnu sembari mencium kening Amara.
"Iya hati-hati sayang... "
.
.
Nyaman rasanya saat bersama kamu mas, Aku tidak akan mau mengganti kebahagiaan ini dengan apapun dan aku tidak akan membiarkan Rendi merusak semua kebahagiaan ini. Amara berbicara sendiri
.
.
.
Seindah apapun kenangan Amara dan Rendi di masalalu tidak bisa merubah atau menyembuhkan luka pada hati Amara, Karena yang Amara rasakan saat melihat Rendi sekarang hanya benci dan kecewa.
.
.
Tok....Tok...Tok suara orang mengetuk pintu,Saat Amara membuka pintu ada seorang lelaki
"Siang mbak apa benar ini rumah mbak Amara..?" tanya seorang kurir.
"Iya benar ada apa ya mas..?" kata Amara.
"Saya mau mengantarkan bunga untuk mbak Amara.." sembari memberikan karangan bunga berbentuk hati.
"Dari siapa ya mas.? " tanya Amara.
"Tidak tahu mbak, dia hanya menyuruh saya untuk mengantarkan bunga ini untuk mbak Amara.. " jawab kurir.
"Oh begitu ya sudah terimakasih mas.. " menerima bunganya.
.
.
Setelah kurirnya pergi Amara melihat kartu ucapannya disana hanya ada tulisan cepat sembuh dan juga gambar bentuk hati, Tapi tidak ada nama pengirimannya.
.
.
Dari siapa ya? Apa dari mas Wisnu? Amara berbicara sendiri
.
Karena penasaran Amara menghubungi Wisnu
"Halo sayang kamu kirim bunga untuk aku?" tanya Amara.
"Iya sayang, Wah cepat juga katanya baru besok bisa dikirim ternyata sudah sampai bunganya.. " jawab Wisnu.
"Emmm terimakasih ya sayang bunganya bagus aku suka, Selamat bekerja lagi ya...! " Amara tersipu malu.
"Sama-sama sayang.. " sembari menutup telepon.
.
.
.
Di sisi lain sebelum bunga itu sampai
.
Rendi ternyata mengikuti Amara setelah bertemu ditaman bukan hanya itu Rendi juga mengikuti Wisnu yang pergi ketoko bunga, Dan setelah Wisnu keluar dari toko bunga itu Rendi masuk kesana.
"Permisi mas mau tanya orang yang baru saja keluar dari toko ini pesan apa ya..? " tanya Rendi.
"Bapak itu pesan bunga mawar untuk dikirimkan ke istrinya pak..." jawab penjaga toko.
"Ohh kalau begitu saya ingin pesanannya di rubah dan saya ingin buket bunga yang paling bagus di bentuk seperti hati lalu pastikan bunganya sampai secepat mungkin... " kata Rendi.
"Kalau mau dirubah seperti itu harus ada tambahan biaya pak, dan pengirimannya tidak bisa hari ini karena sudah sore jadi kami baru bisa besok mengantarkannya... " jawab penjaga toko.
"Bilang saja berapa jumlah yang harus saya bayar berapapun itu, Dan bagaimana kalau saya berikan biaya tambahan juga asalkan bunga ini bisa sampai hari ini...! " kata Rendi.
"Emmm baiklah pak kalau begitu... " penjaga toko sedikit gugup.
"Kalau nanti orang yang pesan tanya kenapa bentuk bunganya berubah bilang saja sedang ada promo ditoko ini dan jangan sampai orang itu atau istrinya tau kalau saya yang melakukan ini, Bagaimana apakah bisa...?" kata Rendi.
"Baik pak... " jawab penjaga toko.
.
.
.
.
.
Maaf di karenakan Author sedang meriang jadi kemarin tidak update 😁 selamat membaca