
Jam empat sore ada suara mengetuk pintu
Tok... Tok.. Tok..
Saat Amara membuka pintu ternyata ada seorang supir taksi
"Apa benar ini rumah mbak Amara..?"
"Iya benar saya sendiri..." jawab Amara
"Saya diperintahkan pak Wisnu untuk menjemput mbak Amara ke suatu tempat..." kata supir taksi
"Saya mau dibawa kemana pak..?" tanya Amara
"Saya tidak boleh memberitahu mbak Amara silahkan masuk mobil.." kata supir taksi
"Iya baiklah.. " jawab Amara sembari masuk kedalam mobil taksi itu dengan penampilan yang cantik.
Sepanjang perjalanan Amara terus merasa penasaran dan tidak sabar ingin bertemu dengan Wisnu.
.
Mobil taksi itu ternyata membawa Amara kesuatu tempat rumah makan, Amara turun dan masuk kedalam.
.
.
Amara merasa bingung karena tidak tahu harus kemana, Di video terakhir Wisnu tidak memberitahu kemana tujuan Amara selanjutnya.
Seorang pelayan menghampiri Amara yang kebingungan
"Maaf dengan ibu Amara..?"
"Iya benar.. " jawab Amara
"Pak Wisnu sudah memesan tempat di lantai atas mari saya antar...! "kata pelayan itu
Lalu Amara di antarkan kesuatu ruangan oleh pelayan itu, Sejak dari berangkat tadi Amara sudah membayangkan makan malam romantis berdua bersama Wisnu saat Amara membuka pintu tempat itu betapa terkejutnya dia.
"Kejutan.....! " teriak semua orang yang berada ditempat itu mengejutkan Amara.
Ternyata Wisnu tidak sendirian, Tapi Wisnu juga mengundang beberapa tetangga dekat rumah mereka termasuk Ratih dan Rendi.
"Selamat ulang tahun sayang, Aku tahu kejutan ini memang terlambat, Tapi aku harap kamu suka..." Wisnu menghampiri Amara dengan memegang kue di tangannya.
"Iya mas tidak apa-apa aku suka dengan kejutan ini terimakasih ya..." Amara sembari memeluk Wisnu.
.
.
Sebenarnya kejutan ini tidak sesuai dengan yang Amara bayangkan tadi, Padahal Amara ingin sekali menikmati waktu ini hanya berdua dengan Wisnu, Tapi Amara tidak ingin mengecewakan Wisnu yang sudah mempersiapkan pesta kejutan ini untuknya.
"Ayo tiup lilinnya..." kata Wisnu.
Amara meniup lilin itu dan semua orang bertepuk tangan, Satu persatu orang-orang menghampiri Amara untuk mengucapkan selamat dan doa termasuk Ratih dan Rendi.
.
.
"Sayang ayo kita dansa...!" ajak Wisnu pada Amara.
"Memangnya kamu bisa..?" tanya Amara.
"Aku memang tidak sepandai kamu berdansanya, Tapi bisa sedikit-sedikit.." kata Wisnu sembari tersenyum.
Dan mereka mulai berdansa dengan perlahan dan terlihat bahagia.
.
.
"Mas ayo kita dansa juga yang lain sudah mulai berdansa.." ajak Ratih pada Rendi menarik tangannya dan langsung berdansa.
.
.
Mereka berdansa dengan pasangan masing-masing dengan suasana dan musik yang romantis, Saat berdansa Amara tidak berhenti menatap mata Wisnu begitupun sebaliknya dan Rendi walaupun berdansa dengan Ratih sesekali dia melihat kearah Amara dan Wisnu dengan tatapan yang kesal.
.
Tiba-tiba pembawa acara berbicara dan memberi saran supaya pestanya lebih meriah dan seru untuk mengadakan permainan, Disaat semua tamu nanti sedang berdansa di tengah-tengah musik pembawa acara akan mengatakan untuk ganti pasangan, Dan mereka yang berdansa harus berganti pasangan dansa dengan yang lain.
Menurut Wisnu saran permainan itu menarik dan dia menyetujui untuk melakukannya.
.
.
Permainan dimulai semua tamu mulai berdansa dengan pasangan masing-masing, Setelah beberapa saat pembawa acara mengatakan "ganti pasangan.. " semuanya mulai mencari untuk mengganti pasangan lalu mereka berdansa lagi dengan pasangan berbeda, Tidak lama pembawa acara mengatakan lagi "ganti pasangan... " ternyata Amara harus berpasangan dengan Rendi karena yang lain sudah mempunyai pasangan dansa masing-masing.
.
.
Dengan terpaksa Amara berdansa dengan Rendi.
"Apa kamu ingat Mara kita pernah melakukan ini juga sebelumnya..." bisik Rendi di telinga Amara.
.
.
.
.
Akhirnya bisa up lagi maaf semuanya di karenakan kurang enak badan jadi baru bisa up lagi