Rahasia

Rahasia
Bab 26: Gugup


"Apa kamu ingat kita dulu pernah melakukan ini juga Mara..?" bisik Rendi di telinga Amara sembari berdansa.


.


.


Mendengar ucapan Rendi itu ingatan Amara langsung terbawa ke masalalu waktu dulu dia pernah berdansa dengan Rendi dalam suasana romantis di suatu acara perusahaan Rendi.


.


Amara tidak menyangka Rendi mengajaknya berdansa waktu itu di depan semua karyawan dan teman-teman Rendi, Saat berdansa mata Amara hanya terpaku pada Rendi jantungnya berdebar sembari merasakan kebahagiaan yang tidak pernah dia rasakan sebelumnya, Waktu itu walaupun banyak orang disana tapi Amara dan Rendi merasa hanya ada mereka berdua saja disana, Sampai akhirnya orang tua Rendi datang dan membuat suasana menjadi tegang begitupun dengan lamunan Amara.


.


.


Amara langsung tersadar dari lamunan masalalunya dan langsung menjawab perkataan Rendi dengan ketus


"Aku sudah melupakan semua yang terjadi di masalalu dan aku sudah tidak mau mengingatnya lagi.. "


"Tapi bukankah kita berdua begitu bahagia waktu itu....!" kata Rendi sembari berdansa.


"Sudah cukup Rendi, Aku tidak ingin mendengar cerita dulu lagi itu semua hanya masalalu dan aku tidak peduli dengan kejadian yang terjadi di masalalu, Sekarang aku hanya akan bahagia bersama mas Wisnu.. " jelas Amara sembari berdansa.


"Lalu bagaimana dengan aku...?" tanya Rendi.


"kenapa kamu bertanya padaku? Cukup lanjutkan saja hidup kamu dan anggap kita tidak pernah kenal sebelumnya..."


"Dari dulu aku selalu mencobanya Mara, Aku selalu mencoba melupakan kamu dengan terus berganti-ganti wanita, Tapi saat aku bersama wanita lain atau Ratih sekalipun hati dan pikiran aku hanya membayangkan kamu... " kata Rendi.


.


.


.


Tiba-tiba musik dansa berhenti dan semua permainan dansa itu berakhir, Orang-orang bertepuk tangan sembari tertawa bahagia kecuali Amara dan Rendi, Setelah itu Amara melepaskan tangannya dari Rendi, Tapi Rendi menahannya.


"Lepaskan tangan aku dan jangan buat kacau acara ini.. " kata Amara sembari menarik paksa tangannya, Tapi sebelum itu Rendi berhasil mencium tangan Amara terlebih dulu yang membuat Amara sangat terkejut dan langsung pergi mencari Wisnu.


.


.


.


"Mas sepertinya sudah terlalu malam dan aku juga sudah mulai lelah kita pulang sekarang ya..!" kata Amara yang baru bertemu lagi dengan Wisnu


"Sebentar lagi ya sayang, Kamu duduk dulu aku akan bicara dengan pembawa acaranya untuk segera menutup acara ini, Setelah itu kita akan pulang..." kata Wisnu.


"Iya baiklah.. " Amara sembari duduk.


.


.


"Iya ini semua rencananya mas Wisnu aku juga tidak menyangka dia membuat kejutan seperti ini..." Amara menutupi rasa gugupnya.


"Aku dan mas Rendi pulang dulu ya mbak soalnya sudah cukup malam, Sekali lagi selamat ulang tahun mbak Amara.. " Ratih sembari tersenyum dan memegang terus tangan Rendi


"Iya Ratih dan pak Rendi terimakasih sudah datang hati-hati di jalan... " Amara hanya melihat kearah Ratih dan tidak mau melihat Rendi.


.


.


Setelah beberapa lama acaranya selesai yang awalnya Amara merasa senang dengan semua kejutan dari Wisnu, Sekarang Amara hanya kesal ingin cepat pulang dan istirahat.


.


.


Sesampainya di rumah pikiran Amara terus mengingat kejadian tadi dia takut ada orang yang melihat waktu Rendi mencium tangannya dan mengatakan hal itu pada Wisnu.


"Sayang dari tadi sepanjang perjalanan pulang kamu banyak melamun, Kenapa..? " tanya Wisnu.


"Iya sayang aku sepertinya sedikit lelah karena dari tadi pagi terlalu bersemangat mencari tahu kejutan dari kamu.. " jawab Amara sedikit gugup.


"Maaf ya aku terlalu membuat kamu cape ya sayang...!" Wisnu merasa bersalah.


"Tidak apa-apa sayang justru aku senang sekali hari ini terimakasih ya... " Amara memeluk Wisnu.


.


.


Setelah itu mereka langsung beristirahat karena kelelahan.


"Amara apa ini..? " Teriak Wisnu di pagi hari membangunkan Amara yang masih tertidur.


"Ada apa mas..? " Amara bangun dan berusaha membuka matanya yang masih mengantuk.


"Tadi telepon kamu berbunyi dan aku membuka pesannya, Ternyata ada nomor baru yang mengirimkan poto Rendi sedang mencium tangan kamu, Apa maksudnya ini, Ada apa antara kamu dan pak Rendi...?" Wisnu terlihat marah dan terus mendesak Amara dengan beberapa pertanyaan.


"Aku... Aku... Aku bisa jelaskan semuanya mas kamu tenang dulu ya...!" Amara memegang tangan Wisnu sembari gugup dan suaranya gemetar.


.


.


.


.


.


Akankah Rahasia Amara dan Rendi akan terungkap sekarang? jangan lupa baca terus kelanjutan novel RAHASIA 😉