Rahasia

Rahasia
Epi. 56 LAMARAN


Hari-hari telah berganti. Semua rencana sudah ada didepan mata. Hari yang bahagia sebentar lagi terlaksana. Ada rasa bahagia juga rasa cemas yang melanda.


Pekarangan rumah sudah didekorasi. Tenda terhias dengan cantik. Dengan warna pastel menjadi tema hari ini. Ruang tamu dan ruang makan sudah dihias dengan segala rupa. Kursi - kursi berjajar rapih dengan pita dibelakangnya.


Hari ini Arsyad dan keluarga datang ke sebuah rumah. Dengan berpakaian rapih serta seserahan yang dibawa. Sambutan hangat penuh suka diterima oleh keluarga Tira. Yah, hari ini hari pertunangan mereka berdua. Setelah meyakinkan diri dan restu dari ke dua orang tua.


Arsyad duduk disebuah kursi yang diapit oleh ke dua orang tuanya. Dan saling berhadapan dengan ke dua orang tua Tira. Kata sambutan diberikan dari keluarga dua belah pihak.


" Ayo Mas Arsyad, minta izin sama orang tuanya Mba Tira " ucap MC


Arsyad meraih microphone yang ada dimeja kecil didepannya dan berdiri dari tempat duduknya


" Bismillahirohmannirrohim. Assalamualiakum warahmatullahi wa barrakatuh "


Waalaikum salam


Mengambil nafas dalam-dalam dan mengeluarkannya berlahan. Meskipun sebelumnya sudah meminta dan mengutarakan niat baik, Arsyad tetap saja terlihat gerogi.


" Hari ini saya, Arsyad Wahid meminta izin dan restu pada Bapa dan Ibu, untuk meminta Zatira Amalia sebagai pendamping hidup saya "


" Saya akan berusaha membahagiakan, menjaga dan menyayangi seumur hidup saya"


" Apakah Bapa dan Ibu mengizinkan saya ? "


" Saya Karim Wahyu, ayah dari Zatira Amalia, mewakili keluarga yang hadir disini mengucapkan terimakasih atas niat baik Arsyad Wahid dan kelurga yang sudah hadir hari ini " ucap Ayah bersahaja


" Saya sebagai orang tua merasa bahagia. Namun, penerimaan lamaran hari ini akan saya serahkan langsung kepada anak saya Tira "


" Bapa, ibu , bisa dibantu untuk Mba Tira, bisa dihadapkan dengan Mas Arsyad " ucap MC.


Tira menuruni anak tangga dengan indahnya. Hari ini tampak cantik, bahkan lebih cantik dari biasanya. Dengan kebaya hijau tosca, dengan kain senada dan rambut yang tersanggul rapih serta make up yang menyempurnakan penampilannya. Ditemani oleh kedua orang sahabatnya, yaitu Rara dan Tiffanny yang menuntun sampai kursi yang berada diantar orang tuanya.


" Ayo Mas Arsyad, coba ulangi lagi "


Arsyad melihat wanita didepannya sangat anggun. Cantik sekali. Kalo bisa langsung nikah aja hari ini.


" Mas Arsyad jangan melamun. Kasian Mba Tira nya di anggurin nih "


" Ayo, Mas Arsyad " ucap MC lagi


" Tira, kamu cantik banget " ujar Arsyad polos dan tawa terdengar mengisi ruangan tersebut. Arsyad salah tingkah


" Tira, hari ini aku datang bersama keluarga untuk bertemu kamu dan orang tua mu. Seperti yang kamu sudah tau, aku punya niatan baik dan serius terhadap kamu, dan hubungan kita kedepannya " ucap Arsyad dengan jelas, menatap wanita didepannya


" Ra, maukah kamu terima lamaran aku ? "


Huh.. Rasanya benar-benar mau lari maraton aja. Deg deg ser, mau tapi malu. Hahahha... Ya Allah aku ingin nikah langsung aja. Boleh ga ?


ehh, ngelunjak


" Saya, menerima niatan baik dari Arsyad " ucap Tira dengan gugup.


" Menerima apa Mba Tira ? " goda MC


" Menerima lamaran dari Arsyad dan kelurga "


" Emang Mba Tira udah siap diajak nikah sama Mas Arsyad ? " godanya MC lagi untuk mencairkan kegugupan dari dua insan dihadapannya. Sontak gemuruh tepuk tangan dan selingan tawa melihat ekspresi kedua orang tersebut.


" Mas Arsyad emang kenapa sih pilih Mba Tira ? Kenapa ga pilih aku aja " menyelipkan rambut di belakang telinga dan bersuara layaknya wanita.


" Saya pilih Tira, karena Tira baik dan keluarga juga suka "


" Ahh. Mas Arsyad klise banget sih jawabannya. Yang romantis gitu. Kaya Dilan dan Milea "


" Lagian yang ngajak nikah, Mas Arsyad atau keluarganya nih ? "


" Saya dong yang ngajak nikah " jelas Arsyad


" Emang Mba Tira mau apa ? " ucap MC sambil memperhatikan Tira.


Tira menunduk menahan malu


" Jangan dong. Dapetinnya aja susah banget "


Tawa terpecah kembali, mendengar jawaban Arsyad yang serius meski MC hanya menggoda.


" Yaudah hayuk cepetan "


" Ra, nikah yuk " ucap Arsyad datar


" Ihhhh. Mba Tira jangan dijawab. Aduhhh Mas Arsyad, ngomongnya yang bagus gituloh kalimatnya. Yang romantis, kalo Mas Arsyad ga bisa, sini saya aja yang wakilin. Masa ngajak nikah kaya ngajak main kelereng sih " gemas MC


Entah kemana, kalimat gombalan yang biasa terlontar hilang tak berbekas. Bahkan susunan paragraf yang sengaja Ia tulis dalam secarik kertas, terlupakan.


Arsyad menarik nafasnya dalam dan mengeluarkannya berlahan.


" Ra, maukah kamu terima niat baik ku. Untuk terima segala kekurangan ku. Dan hidup bersama yang dilegalkan oleh agama dan hukum yang disebut pernikahan ? "


Tira menatap lawan bicaranya dengan bahagia. Meski disembunyikan dan berusaha tenang, suasana haru, mampu membuat sudut matanya berair.


" Ya. Saya mau menikah dengan mu. Menerima segala kekurangan dan berbagi kasih sepanjang hidup "


Prosesi selanjutnya yaitu dengan pemasangan cincin dijari manis kiri Tira oleh Umi. Setelah itu dilakukan sungkeman, penerimaan seserahan sebagi simbol diterimanya lamaran pagi hari ini. Foto - foto dan makan diakhir acara.


Tak banyak yang hadir memang. Keluarga besar kedua belah pihak dan hanya tiga orang saja yang sengaja diundang oleh Tira. Yaitu sahabatnya, Rara, Nana dan Tiffany.


Btw, Nana yang hadir yaitu Nana anggota BLINK DANCE yah. Bukan Nana teman satu kantor Tira


( author hilap, ngasih nama karakter yang sama. Peace 😁 )


Tira, Arsyad dan kedua orang tua mereka mendapatkan selamat dan doa dari kelurga yang hadir.


***


" Selamat yah sayang ku " ucap Tiffany


" Selamat Ra, bahagia terus. Semoga diberikan kemudahan atas niat baik dan dilancarkan sampai hari H sayang " Rara memeluk Tira


" Ra, selamat yah. Aduh cantik banget sih " ucap Nana yang menghpiri ketiga sahabatnya


" Ih dari mana sih, baru dateng jam jam segini " Rara menunjuk layar ponsel yang tertera jam.


" Sorry gw ada urusan tadi " ujar Nana


" Udah ga apa - apa. Yang pentingkan Nana udah dateng. Ayo makan dulu semuanya " ajak Tira


***


" Ra, ini make up sama MUA apa sendiri " tanya Nana


" Sendiri dong " ucap penuh bangga


" Serius ? " Nana masih tak percaya


" Makanya datengnya jangan kelamaan. Udah selesai baru dateng " sahut Rara


" Emang lu dateng jam berapa ? "


" Yeh, gw dari pagi. Dari jam 7 udah disini sama Tifanny "


" Ra, nanti bikin tutorialnya yah. Ntar gw reacreate gitu. Lumayan buat push budget hahahah "


" Tenang udah gw rekan tadi. Sama hair do nya juga. Nanti gw uploade di IG TV deh " jelas Tira


Mereka berempat berfoto bersama. Mengabadikan moment yang special dihari bahagia sahabatnya.


______________________________________________


Bersambung ...