
Saat sedang bekerja Amara terus melihat ke arah jam dia tidak sabar ingin pergi ke taman A dan bertemu dengan Wisnu, banyak kata-kata yang ingin Amara sampaikan nanti dia harap Wisnu akan percaya dan membuat semuanya seperti dulu lagi.
.
.
Sore hari tiba...
.
.
Amara menutup toko dan pulang ke kontrakan dia langsung mandi dan merias wajahnya secantik mungkin, setelah itu dia pergi menggunakan angkutan umum.
.
.
Sepanjang perjalanan Amara terus menenangkan hati dan pikirannya dia harus tenang supaya bisa bicara dengan lancar.
.
.
Setibanya Amara di taman A ternyata Wisnu belum datang justru Rendi yang sudah sampai dan duduk di bangku taman.
"Mana mas Wisnu...? " tanya Amara pada Rendi saat baru tiba
"Wisnu belum sampai duduklah dulu... " jawab Rendi
"Tidak perlu aku berdiri saja... " kata Amara dengan ketus
.
.
Beberapa menit berlalu kaki Amara mulai pegal dia terus berusaha menggerakkan kakinya.
"Aku tahu kaki kamu mulai pegal duduk saja biarkan aku yang berdiri jika kamu tidak mau duduk bersama aku.. " Rendi berdiri dan mempersilahkan Amara duduk, Tapi saat Amara akan duduk dia tersandung dan Rendi dengan sigap menangkap tubuh Amara dan pada saat yang sama Wisnu datang melihat mereka seperti sedang berpelukan.
"Sepertinya aku datang di waktu yang tidak tepat sebaiknya aku pergi saja dan tidak akan mengganggu kalian... " Wisnu bicara dengan nada cemburu dan kesal
"Tidak mas kamu salah paham aku mohon jangan pergi..." Amara segera bangun dan melepaskan pelukan Rendi
.
.
Amara menghampiri Wisnu dan membujuknya untuk duduk dan segera menyelesaikan masalahnya.
"Seperti yang Mara maksud saya Amara katakan sebelumnya jika ini semua hanya salah paham Wisnu, malam itu saya dan teman-teman saya sedang pesta dan mabuk-mabukan setelah beberapa jam saya mabuk berat dan kata teman saya, Waktu itu dia memesankan taksi untuk saya pulang setelah itu saya tidak ingat apa-apa dan tersadar sudah ada di kamar bersama Amara... " jelas Rendi
"Dan aku waktu malam itu setelah makan malam langsung meminum obat tidur karena kamu juga tahu mas kalau aku sudah beberapa malam insomnia, Aku juga tidak ingat apa-apa setelah meminum obat tidur itu dan aku sadar saat kamu pulang malam itu... " Amara menatap mata Wisnu
Wisnu terdiam sejenak memikirkan penjelasan dari Amara dan Rendi cukup masuk akal.
"Lalu kenapa kamu tidak mengunci pintu..? " tanya Wisnu pada Amara
"Karena aku tidak tahu kalau kamu akan lembur mas bahkan aku tidak tahu kamu mengirim pesan karena aku sudah tertidur..."
Amara benar aku waktu itu memberitahunya mendadak, Gumam Wisnu dalam hati.
"Baiklah aku percaya... " jawab Wisnu
"Syukurlah kalau begitu saya harap masalah ini sudah selesai..." kata Rendi
"Berarti aku sudah boleh pulang bersama kamu mas.. !" Amara sembari memegang tangan Wisnu
"Iya boleh, Ayo kita ambil barang-barang kamu dan tunjukkan dimana kamu tinggal selama ini, Dan untuk kamu Rendi saya harap tidak akan ada salah paham seperti ini lagi..." jawab Wisnu yang masih sedikit kesal
"Iya baiklah saya minta maaf atas semua masalah yang terjadi kemarin.. " Rendi mengulurkan tangan pada Wisnu dan mereka saling berjabat tangan tanda berdamai.
.
.
.
Setelah semua masalah dan salah paham selesai Amara dan Wisnu pamit pergi pada Rendi,Tapi ketika Amara baru berdiri dia merasa pusing pandangannya menjadi kabur dan Amara pingsan di pelukan Wisnu yang menangkap tubuhnya yang jatuh.
"Wisnu kita bawa Amara ke rumah sakit naik mobil saya saja supaya cepat.. " kata Rendi yang panik
"Iya baiklah.. " Wisnu tidak punya pilihan lain karena tadi dia berangkat naik taksi, dan dia tidak mau terjadi apa-apa pada Amara.
.
.
.
.
.
Selamat membaca 😉