
Sembari tersipu malu Amara terus memandangi buket bunga yang baru saja dia terima.
.
.
.
Malam harinya Wisnu pulang kerja.
"Assalamualaikum Ara sayang... " sembari masuk kedalam kamar.
"Waalaikumsalam mas Wisnu sudah pulang... " Amara memeluk Wisnu
"Mas tadi ada kerja tambahan jadi lembur maaf tidak sempat memberitahu kamu ya...! "
"Tidak apa-apa mas aku siapkan air hangat untuk mandi setelah itu aku siapkan kamu makan ya.. "
"Tidak perlu siapkan makan sayang tadi di kantor pak Rendi mentraktir semua karyawan..."
"Dalam rangka apa mas..?" Amara penasaran.
"Tidak tahu,Tapi kelihatannya pak Rendi sedang bahagia sekali.. " jawab Wisnu.
"Ohh baiklah aku siapkan air hangat untuk mandi saja.." kata Amara.
.
.
Saat Wisnu istirahat sebelum mandi dia melihat buket bunga yang berada di atas meja, Wisnu heran melihat buket bunga yang begitu besar dan berbentuk hati padahal saat ke toko bunga tadi Wisnu hanya memesan buket bunga biasa yang ukurannya sedang.
"Apa mungkin penjaga tokonya salah kirim ya..?" Wisnu berbicara sendiri
Karena penasaran Wisnu mengambil telepon dan menelpon toko bunga tadi.
"Halo selamat malam mas, Saya tadi memesan bunga dari toko ini saya memesan buket bunga biasa ukuran sedang, Tapi yang sampai ke istri saya buket bunga besar dan berbentuk hati, Apakah salah kirim..?" tanya Wisnu.
"Penerimanya atas nama siapa pak supaya saya cek dulu.. " kata penjaga toko.
"Atas nama Amara... "
"Baik sebentar saya cek dulu... "
.
Beberapa saat kemudian
"Atas nama ibu Amara tidak salah kirim pak untuk ukuran dan bentuknya kebetulan kami sedang ada promo untuk hari ini saja.." jawaban penjaga toko persis seperti apa yang telah Rendi perintahkan.
"Oh begitu saya kira salah kirim soalnya tidak ada konfirmasi atau permberitahuan kalau ada promo di toko ini pada saya.."
"baiklah tidak apa-apa kalau begitu terimakasih selamat malam..." Wisnu sembari menutup teleponnya.
.
.
Karena jawaban penjaga toko bunga itu meyakinkan Wisnu tidak merasa curiga dan rencana Rendipun berhasil.
Itulah alasan Rendi mentraktir semua karyawan kantornya karena dia tahu rencananya pasti akan berhasil dan Rendi tahu Amara pasti sangat menyukai kiriman bunganya.
.
.
Bahkan Rendi menyuruh orang kepercayaannya mengikuti kurir toko bunga tadi untuk memastikan Amara menerima buket bunga itu, Dan juga menyuruh orang kepercayaannya untuk memotret Amara dengan ekspresi bahagianya saat menerima bunga itu.
.
Setelah Wisnu selesai mandi dia menghampiri Amara ditempat tidur.
"Terimakasih ya mas buket bunganya aku sangat suka.. " Amara sembari menyandarkan kepalanya pada bahu Wisnu.
"Sama-sama sayang aku senang kalau kamu suka buket bunganya.. " sembari mengelus rambut Amara.
"Buket bunganya itu besar sekali mas pasti mahal, Padahal kamu tidak perlu beli yang sebesar itu sayang uangnya lebih baik di tabung..." kata Amara.
"Aku kira juga tadi pasti mahal makanya tadi aku telepon tokonya takut salah kirim, Tapi kata penjaga tokonya sedang ada promo untuk hari ini.." jawab Wisnu.
"Memangnya buket bunga yang kamu pesan seperti apa..?" tanya Amara.
"Aku tadi pesan buket bunga biasa yang ukurannya sedang, Tapi ternyata dikirim yang seperti ini, Allhamdulilah memang rejeki kamu sayang dapat yang lebih... " Wisnu sembari tersenyum.
"Emmm begitu, Iya Allhamdulilah..." jawab Amara
"Kita tidur ya aku sudah mengantuk..." Wisnu memeluk Amara.
.
.
.
.
.
selamat membaca 😊