
"Aaaa....." teriak Amara yang terjatuh ke kolam renang
.
Wisnu yang baru setengah perjalanan ke tempat ganti baju mendengar suara teriakan Amara.
"Aku yakin baru saja mendengar suara Amara berteriak, Jangan-jangan....!" Wisnu lari sekencang mungkin kearah kolam renang dan benar saja Wisnu melihat Amara tenggelam Wisnu pun langsung menolong Amara.
"Tolong.... tolong... " Amara berusaha meminta pertolongan.
Rendi yang melihat Amara tenggelam terkejut dia menaruh gelas minumannya dan langsung berenang menolong Amara.
.
.
Wisnu dan Rendi bersama-sama menolong Amara yang sudah tidak sadarkan diri, Mereka membawa Amara kepinggir kolam.
"Sayang bangun sayang... " Wisnu khawatir.
"Kita harus melakukan pertolongan pertama.. " kata Rendi.
.
.
Rendi menekan dada Amara terus menerus, Tapi Amara tidak merespon sama sekali dan tanpa berpikir apapun lagi Rendi mencium Amara untuk melakukan nafas buatan, Rendi tidak peduli walaupun ada Wisnu di samping Amara yang ada di pikirannya hanya ingin Amara selamat dan Rendi tidak mau kehilangan Amara.
.
.
Yang dilakukan Rendi bukan saja membuat Wisnu terkejut tapi Ratih juga, Setelah di beri nafas buatan akhirnya Amara sadar.
"Uhuk... Uhuk...Uhuk... " Amara mengeluarkan banyak air.
"Sayang syukurlah kamu sadar... " kata Wisnu.
"Mas Wisnu....!" Amara sembari memeluknya.
"Kita ganti baju dan cari rumah sakit sekarang ya... " Wisnu langsung menggendong Amara dan meninggalkan Rendi disana.
Wisnu benar-benar khawatir dan merasa bersalah pada Amara jika Wisnu tidak meninggalkan Amara dipinggir kolam mungkin kejadian tadi tidak akan terjadi.
.
.
Jika sampai terjadi sesuatu atau hal buruk pada Amara tadi, Aku tidak akan bisa memaafkan diri sendiri, Gumam Wisnu dalam hati.
"Kamu sudah ganti semua bajunya, Kita cari rumah sakit atau kelinik dekat sini ya... " kata Wisnu.
"Tidak perlu mas kita pulang saja..." jawab Amara masih merasa lemas.
"Iya nanti kita pulang, Tapi sekarang kamu harus berobat dulu... " Wisnu memaksa Amara
.
.
Mereka akhirnya pergi kerumah sakit yang tidak jauh dari tempat mereka berlibur.
.
.
"Istri bapak tidak apa-apa hanya ada sedikit air yang tertelan tapi tidak ada yang perlu di khawatirkan, Saya resepkan obat ya... " kata dokter
"Baik dokter terimakasih..." kata Wisnu.
.
.
Setelah itu Wisnu mengambil obat yang di resepkan oleh dokter tadi.
Tokk... Tok.. Tok
Ada suara yang mengetuk pintu ruangan rawat Amara
.
"Iya silahkan masuk... " kata Amara.
"Halo mbak Amara gimana keadaannya.?" ternyata Ratih datang bersama Rendi.
"Baik Ratih hanya saja masih sedikit pusing.. " jawab Amara.
"Pak Wisnu kemana..?" tanya Rendi.
"Sedang mengambil obat.. " kata Amara.
"Aku khawatir mbak kenapa-kenapa tadi, Jadi aku bertanya kepada karyawan penginapan katanya mbak dibawa kerumah sakit ini.. "
"Iya soalnya ini rumah sakit terdekat aku baik-baik saja,Tapi mas Wisnu memaksa untuk berobat... "
"Memang sebaiknya di periksa mbak untuk memastikan mbak Amara memang baik-baik saja.. " kata Ratih.
"Sayang ini aku bawa obatnya, Ada Ratih dan pak Rendi ternyata... " Wisnu sembari masuk ruangan.
"Iya kami baru sampai.. " kata Rendi.
"Oh iya pak Rendi terimakasih tadi sudah menyelamatkan istri saya.. " kata Wisnu.
"Sama-sama pak Wisnu saya juga minta maaf kalau saya lancang tadi... " kata Rendi.
"Tidak apa-apa saya mengerti pak Rendi hanya ingin menolong istri saya... " jawab Wisnu.
"Aku juga tadi sudah bilang ke mas Rendi kalau mas Wisnu pasti mengerti sama seperti aku, Kalau mas Rendi tadi hanya ingin menolong mbak Amara, Tapi tetap saja mas Rendi bilang takutnya mas Wisnu salah faham... " kata Ratih.
.
.
Apa?, Yang menyelamatkan aku tadi Rendi bukan mas Wisnu? Apa yang mereka maksud takut mas Wisnu salah faham? Aku benar-benar tidak mengerti dengan apa yang mereka bicarakan, Sebenarnya tadi ada kejadian apa?, Amara terus bertanya-tanya dalam hati.
.
.
.
.
.
semoga kalian suka terus ya sama novel RAHASIA 😉