Rahasia

Rahasia
Bab 16: Frustrasi


Karena Amara penasaran setelah Ratih dan Rendi pergi dia menanyakannya pada Wisnu.


.


.


"Mas aku mau tanya tadi apa yang di maksud dengan pembicaraan Ratih dan pak Rendi..?"


"Oh itu tadi Ratih membahas tentang pak Rendi yang takut salah faham karena sudah menyelamatkan kamu tadi... "


"Bukannya yang menyelamatkan aku dari tenggelam itu kamu ya mas..? "


"Iya sayang aku memang menyelamatkan kamu, Tapi bukan aku saja pak Rendi juga membantu menyelamatkan kamu dengan memberi napas buatan..."


"Apa...? apa kamu bilang mas jadi pak Rendi yang menyelamatkan aku dengan memberi napas buatan...! " Amara sangat terkejut.


"Iya sayang aku takut sekali tadi saat kamu tenggelam, Aku janji tidak akan meninggalkan kamu lagi... " Wisnu sembari memeluk Amara.


.


.


Dan Amara hanya bisa terdiam, Dia tidak percaya dengan apa yang baru saja dia dengar dari Wisnu, Saat Amara sadar dan membuka mata setelah tenggelam orang yang dia lihat pertama kali adalah Wisnu, Memang ada Rendi juga disampingnya, Tapi dia tidak menyangka kalau Rendi adalah orang yang telah menyelamatkan nyawanya.


.


.


Kenapa takdir terus saja membiarkan Rendi masuk kedalam hidupku? Padahal saat ini aku sudah bahagia dengan mas Wisnu, Aku sangat bingung dan merasa frustrasi sekarang, Kata Amara dalam hati.


"Mas aku mau pulang.. " kata Amara.


"Sayang kata doker kamu baru besok boleh pulang.. " jawab Wisnu.


"Aku bilang aku mau pulang sekarang kalau mas tidak mau aku bisa sendiri... " Amara dengan nada sedikit tinggi.


"Jangan sayang...Baiklah kita pulang sekarang ya... " kata Wisnu.


.


.


Selama perjalanan pulang Amara hanya terdiam, Walaupun Wisnu mengajak berbicara dia hanya melamun dan memikirkan kejadian tadi.


.


.


.


Semesta seperti memaksa dan mendesakku supaya masalaluku terungkap, Tapi rasanya aku belum siap jika mas Wisnu tau semuanya sekarang, Gumam Amara dalam hati.


.


.


Amara dan Wisnu sampai di rumah


.


.


"Iya sayang, Nanti aku buatkan kamu bubur ya...! " jawab Wisnu.


.


.


Saat Amara masuk kamar dia memikirkan jalan keluar untuk masalahnya dengan Rendi dan satu-satunya jalan keluar adalah Amara harus bicara langsung dengan Rendi, Amara langsung mengambil telepon didalam tas.


"Halo Rendi... " suara Amara pelan-pelan.


"Halo sayang.. Emmm maaf maksudnya halo Amara ada apa..? " Rendi menggoda Amara.


"Besok apa kita bisa bertemu.?"


"Bisa, mau bertemu dimana..? "


"Di taman melati jam 8 pagi, Tapi kamu sendiri saja tidak perlu dengan Ratih dan tidak boleh Ratih tahu juga aku tidak mau dia salah paham... " kata Amara.


"Baiklah besok jam 8 pagi di taman melati ya.. " kata Rendi dan Amara langsung mematikan teleponnya.


.


.


Besok paginya....


.


.


Setelah Wisnu berangkat kerja Amara bersiap-siap untuk pergi bertemu Rendi, Amara sebenarnya merasa bersalah karena bertemu lelaki lain dan tidak memberitahu Wisnu,Tetapi Amara tidak mau sampai ketahuan dia tidak mau Wisnu salah paham.


.


.


Sesampainya di taman Amara sudah melihat Rendi duduk di sebuah bangku dan menghampirinya.


"Kamu sudah datang... " Amara ketus.


"Emmm sudah sekitar 15 menit, Kamu sengaja mengajak bertemu ditaman seperti ini supaya banyak orang ya...Padahal aku orang baik aku tidak akan macam-macam dengan kamu... " Rendi menggoda Amara.


"Sudahlah aku mau langsung saja, Aku tidak suka jika kamu mengikuti aku ataupun hadir lagi dihidup aku sekarang aku sudah bahagia dengan mas Wisnu jadi aku minta kamu jangan ganggu kehidupan aku lagi... " kata Amara.


.


.


.


.


.


Akhirnya bisa update lagi, apa yang akan dibicarakan antara Rendi dan Amara? baca terus novelnya😉