Rahasia

Rahasia
Bab 27: Ternyata....


"Aku... Aku... Aku bisa jelaskan semuanya mas kamu tenang dulu ya...!" Amara gugup dan suaranya gemetar.


.


.


Suasana seketika menjadi tegang Amara berusaha menenangkan hati dan pikirannya dulu supaya bisa menenangkan Wisnu yang terlihat sangat emosi, Lalu Amara menghela napas panjang.


"Aku dan pak Rendi tidak mempunyai hubungan apa-apa karena aku hanya mencintai kamu mas Wisnu, Kamu harus percaya sama aku mas.. " Amara memegang tangan Wisnu dengan sangat erat.


"Bagaimana aku bisa percaya dengan ucapan kamu sedangkan aku sudah melihat sendiri bukti poto ini..." Wisnu sembari menunjuk telepon genggam Amara.


"Tapi aku sudah jujur mas kamu hanya salah paham..."


"Bagian mana yang salah paham coba kamu jelaskan semuanya padaku karena aku tidak suka dibohongi dan jangan sampai ada rahasia dalam hubungan kita... "


.


.


.


Amara bingung harus mulai dari mana untuk menjelaskan semuanya pada Wisnu, karena saat Amara menjelaskan semuanya nanti dia takut Wisnu malah semakin salah paham.


"Kenapa kamu malah diam kamu takut semua rahasia kamu terbongkar atau kamu takut hubungan kamu dan pak Rendi akhirnya ketahuan...?" Wisnu semakin emosi.


"Tidak seperti itu mas... " Amara tidak bisa menahan air matanya.


"Sudahlah... Sepertinya percuma saja aku menanyakan ini semua pada kamu, Dengan kamu diam seperti ini mungkin saja apa yang akan kamu jelaskan nanti juga adalah sebuah kebohongan baru, Aku muak lebih baik aku pergi dari rumah ini.... " Wisnu membanting telepon genggam Amara dan meninggalkan Amara yang sedang menangis.


"Mas aku mohon jangan pergi, Jangan tinggalkan aku mas, Aku mohon sama kamu mas jangan seperti ini aku janji akan jujur dan jelaskan semuanya...." Amara mengejar dan memegang tangan Wisnu dengan erat.


"Lepaskan Amara aku tidak suka dibohongi jangan halangi aku untuk pergi... " Wisnu melepaskan tangan Amara dengan paksa.


"Mas Wisnu jangan pergi aku mohon jangan pergi mas...Mas Wisnu.... Mas Wisnu.... " teriak Amara


.


.


.


"Jangan pergi... Jangan pergi... " Amara terus berteriak.


"Sayang...Sayang bangun kamu kenapa...?" Wisnu kebingungan membangunkan Amara.


.


.


.


.


.


"Kamu kenapa sayang teriak-teriak jangan pergi jangan pergi terus dari tadi... ?" kata Wisnu


"Aku mimpi buruk mas aku takut... " Amara semakin erat memeluk Wisnu.


"Tenang ya itu semua hanya mimpi sayang, Kamu mimpi apa..? " tanya Wisnu


"Aku tidak mau membicarakannya mas aku takut..." kata Amara


"Iya sudah kalau kamu tidak mau cerita, Tapi peluknya lepas dulu mas mau mandi takut telat nanti masuk kerjanya..." Wisnu mengelus lembut rambut Amara yang masih berantakan.


"Tidak mau mas sebentar lagi ya...! " Amara semakin manja pada Wisnu.


"Segitu takutnya kamu dengan mimpi buruk tadi sampai manja seperti ini..." Wisnu menggoda Amara.


"Biarkan saja aku manja juga dengan suami aku yang paling tampan... " kata Amara sembari tersenyum.


"Sudah manja-manjanya dilanjutkan nanti malam ya sekarang sudah siang aku harus mandi dan berangkat kerja... " Wisnu melepaskan pelukan Amara mencium keningnya dan pergi ke kamar mandi.


.


.


.


Saking takutnya Amara dengan kejadian Rendi mencium tangannya di acara pesta itu sampai terbawa mimpi, Tubuh Amara sampai berkeringat saat bangun dari mimpi buruknya.


.


.


.


Entahlah baru ketahuan dalam mimpi saja aku sudah sangat ketakutan apalagi jika mas Wisnu benar-benar tahu semuanya, Apakah dia akan meninggalkan aku sama seperti dalam mimpi tadi?? Gumam Amara dalam hati.


.


.


.


.


.


selamat membaca semuanya 😊