
Selama acara berlangsung Rendi terus memperhatikan Amara dia selalu memanfaatkan saat Ratih sedang sibuk menyapa tamu.
.
.
Tiba-tiba Rendi menghampiri Wisnu dan Amara yang sedang duduk.
"Halo pak Wisnu dan ibu Amara apakah ada yang kurang dengan hidangannya.? " tanya Rendi.
"Tidak pak Rendi sudah cukup makanannya juga enak-enak semua iya kan sayang..? " Wisnu menatap ke arah Amara.
"Iya.. " jawab singkat Amara.
"Saya tidak menyangka ternyata tetangga baru waktu itu pak Rendi... " kata Wisnu.
"Ya saya juga baru tahu pak Wisnu tinggal di kompleks ini dan kita menjadi tetangga.. " jawab Rendi.
"Kenapa bapak memilih rumah di daerah sini pak padahalkan ini daerah kompleks kecil rumah bapak juga lebih mewah...?" tanya Wisnu.
"Bapak wisnu terlalu berlebihan, Alasan saya tinggal disini istri saya ingin tetap dekat dengan keluarganya karena ayah dan ibu istri saya tinggal di kompleks ini juga dan kebetulan ada rumah yang masih kosong jadi kami langsung pindah disini.." Rendi menjelaskan sembari kakinya sengaja menyentuh kaki Amara di bawah meja.
.
.
Penjelasan Rendi padahal hanya kebohongan, Sebenarnya Rendi yang membujuk Ratih supaya tinggal di kompleks itu karena sejak 3 tahun lalu Rendi selalu berusaha mencari tahu informasi apapun yang berhubungan dengan Amara dan Rendi sebenarnya sudah tahu jika Amara tinggal di sana.
.
.
Kaki Rendi terus menerus sengaja menyentuh kaki Amara dan hal itu membuat Amara risih dan tidak nyaman.
"Aku izin ke toilet dulu ya.. " kata Amara.
.
.
Saat di toilet Amara berusaha menenangkan dirinya.
.
.
"Kamu pasti bisa Amara hanya beberapa jam lagi acara ini akan berakhir dan kamu akan baik-baik saja..." Amara berbicara sendiri ke arah kaca.
Setelah itu Amara kembali menghampiri Wisnu dan ternyata Rendi sudah tidak ada disana.
"Lega rasanya dia tidak ada disini.. " gumam Amara
.
.
.
.
Berjam-jam waktu sudah berlalu acara perayaan ulang tahun Rendi akhirnya selesai.
"Aku pulang ya Ratih... " kata Amara.
"Terimakasih mbak Amara dan mas Wisnu sudah datang ya.. " jawab Ratih.
"Sama-sama Ratih, Pak Rendi saya permisi sekali lagi selamat ulang tahun ya pak... " kata Wisnu.
"Iya pak Wisnu terimakasih kalau saya lain kali mampir bolehkan..?" tanya Rendi.
"Tentu boleh pak Rendi silahkan.. " jawab Wisnu.
"Sepertinya sudah malam kami pamit ya.. " kata Amara sembari tersenyum dan keluar bersama Wisnu.
.
.
Sesampainya di rumah...
.
.
"Mas kita sudah lama ya tidak pergi liburan..?" kata Amara.
"Iya belakangan ini soalnya pekerjaan mas sedang banyak jadi sering lembur, Kamu mau liburan kemana sayang? "
"Di daerah sekitar sini tidak terlalu jauh juga katanya ada tempat wisata baru yang menyediakan penginapan, Kita coba kesana ya mas..! "
"Ya sudah kamu coba cari tahu dulu tempat dan alamatnya kalau nanti mas libur kita kesana.. "
"Siap mas aku jadi tidak sabar.. " Amara sembari tersenyum.
.
.
Setelah mendengar ucapan Rendi tadi yang mengatakan akan mampir kerumah Amara sewaktu-waktu membuat Amara merasa ingin pindah supaya tidak melihatnya lagi, Tapi hal itu tidak mungkin Amara lakukan Wisnu pasti akan curiga jika Amara meminta ingin pindah rumah secara mendadak di tambah lagi keuangannya yang tidak mencukupi.
.
.
.
.
selamat membaca semuanya 😉