Rahasia

Rahasia
Bab 21: Kado yang sama


Pagi harinya


"Sekarang aku harus apa? Di rumah sendirian mana mas Wisnu baru pulang nanti lusa, Tapi aku penasaran dengan isi kado dari mas Wisnu aku buka saja sekarang.." Amara berbicara sendiri.


.


.


Saat Amara membuka kado ternyata isi kado itu adalah sepatu begitupun dengan kado yang satunya, Sepatu itu adalah sepatu yang sangat Amara inginkan, Amara bingung dan bertanya-tanya kenapa Wisnu memberi dia 2 pasang sepatu yang sama, Tapi karena senang Amara berpikir mungkin Wisnu merasa bersalah jadi Wisnu memberi dia 2 pasang sepatu itu.


.


.


.


Seharusnya kemarin di hari ulang tahun Amara itu menjadi hari spesial sama seperti orang lain Amara juga ingin merayakan ulang tahun bersama pasangan menghabiskan waktu berdua dan melakukan hal romantis lainnya.


.


.


Tapi Amara tahu pasti apa yang selama ini Wisnu lakukan dan semua kerja kerasnya itu semua untuk mereka berdua juga.


.


.


.


Di sisi lain Rendi sudah tahu barang yang sangat di inginkan Amara karena Rendi selalu memerintahkan anak buahnya untuk menyelidiki Amara.


.


.


Di hari ulang tahun Amara sebelum sampai kerumah Amara, Rendi menghadang kurir yang akan mengantarkan kado dari Wisnu.


"Ada apa ini pak..?" tanya kurir itu dengan muka ketakutan karena jalannya di halangi mobil Rendi dan anak buahnya.


"Mas maaf bisa kita bicara sebentar, Tenang saja saya tidak bermaksud jahat.. " kata Rendi.


"Baiklah ada apa ya pak..?" kurir itu turun dari motor.


"Tunggu sebentar... " Rendi turun dari mobil mengahampiri kurir itu dengan membawa sebuah kado.


"Ini sebenarnya ada apa ya pak..? " kurir itu menjadi bingung.


"Apa benar mas mau mengantarkan paket untuk orang bernama Amara yang tinggal di kompleks A..? " tanya Rendi


"Iya benar pak.. "


"Boleh saya minta tolong..? "


"Minta tolong apa pak..?"


"Mas tolong antarkan dan berikan kado saya ini kepada ibu Amara tapi mas jangan bilang kalau ini kado dari saya, Mas bilang saja kado ini dari orang yang sama dengan yang menyuruh mengirimkan paket mas ini, Untuk ongkosnya saya bayar sepuluh kali lipat bagaimana bisa..? " tanya Rendi.


"Emmm... Tapi isi kado ini bukan barang yang bahaya kan pak...? " kurir itu ragu.


"Saya jamin bukan mas ini hanya kado biasa..." Rendi meyakinkan.


"Baiklah pak kalau begitu saya mau... " jawab kurir.


.


.


Setelah menanyakan ongkos kirimnya Rendi langsung membayar sepuluh kali lipat dengan uang tunai sesuai janjinya.


.


.


.


.


Karena bosan Amara mengajak Lusi adiknya Wisnu untuk berolahraga di taman melati dan Lusi ternyata bisa menemani Amara.


.


Lusi bertemu di taman dengan Amara


.


"Maaf ya mbak aku baru datang tadi sedikit macet.. " kata Lusi yang baru sampai.


"Tidak apa-apa ayo kita olahraga lari pagi.." kata Amara.


"Iya mbak, Tapi sepertinya itu sepatu baru ya mbak...? " Lusi menggoda Amara.


"Kamu tahu saja iya ini hadiah dari mas Wisnu.. "


"Ya ampun kemarin mbak Amara ulang tahun ya, Selamat ulang tahun mbak Amara maaf aku lupa.. " Lusi sembari tersenyum


"Iya terimakasih Lusi.. "jawab Amara.


.


.


Mereka mulai berolahraga dengan berlari pelan-pelan di sekitar taman, Sebenarnya di taman itu mengingatkan Amara yang bertemu dengan Rendi secara diam-diam, Tapi Amara tidak mau memikirkan hal itu lagi.


.


.


Saat sedang berlari telepon Amara berbunyi, Ternyata Wisnu menelpon


"Halo mas Wisnu.. " Amara mengangkat telepon.


"Sayang sedang apa? Sudah makan..?" tanya Wisnu


"Aku sedang olahraga bersama Lusi, Kalau makan belum nanti saja setelah olahraga, Kamu belum mulai kerja..? " kata Amara.


"Ini sebentar lagi mau masuk kantor, Bagaimana dengan kadonya apa kamu suka..? " tanya Wisnu.


"Suka sekali mas terimakasih ya, padahal kamu tidak perlu sampai memberikan aku........ " suara Amara terpotong.


"Sayang maaf aku masuk kerja dulu ya, Syukurlah kamu suka dengan kadonya aku kerja dulu Assalamualaikum..." Wisnu memotong perkataan Amara yang belum selesai bicara dan terdengar sedang terburu-buru.


.


.


Padahal Amara akan mengatakan tidak perlu Wisnu memberikannya dua pasang sepatu yang sama, Tapi karena terburu-buru Wisnu langsung menutup teleponnya dan Amara juga melanjutkan olahraganya bersama Lusi tanpa tahu kalau kado yang satunya itu dari Rendi.


.


.


.


.


.


Selamat membaca 😉