
Kini Tuan Zayen masih bersama saudara laki lakinya dari Kakek Ganan dan juga berkumpul bersama dengan Tuan Seyn yang tidak lain suami dari Bunda Neyla.
"Tante Aish, Tante Neyla, apa kabarnya?" sapa Vellyn dengan ramah sambil celingukan.
"Kabar Tante berdua baik, seperti yang kamu lihat. Kamu dan keluarga, bagaimana kabarnya?" Jawab Bunda Aish dan balik menyapa.
"Kabar Vellyn dan keluarga semua baik, Tante. Oh iya, perasaan Vellyn dari tadi belum lihat Paman Zakka dan istrinya deh."
"Paman Zakka dan istrinya sedang berada di luar Negri, jadi ... tidak bisa ikut berkumpul bersama keluarga. Mungkin dalam waktu dekat ini semuanya akan pulang dari Amerika." Jawab Bunda Aish dengan lembut.
"Kak Aish, Vellyn, tinggal dulu ya." Ucap Bunda Neyla berpamitan untuk menemui yang lainnya, yakni Bunda Afna, Bunda Adellyn, dan Vey maupun Lunika.
Sedangkan Bunda Aish masih bersama dengan Vellyn, entah kenapa Vellyn juga merasa nyaman dengan sosok Bunda Aish yang sama persis dengan Bunda Afna.
"Tante Aish, kita duduk di sebelah sana yuk Tan." Ajak Vellyn yang langsung menggandeng tangan Beliau.
"Tante belum menyapa yang lainnya, kalau ditanyain, bagaimana?"
"Tenang aja sih Tante, ada Vellyn mah gampang. Lagian juga, Paman Kazza belum juga datang." Kata Aish tetap bersikukuh dengan kemauannya.
Karena sikap manja yang telah mendominasi sosok Vellyn dengan Tante tantenya yang lain, apapun kemauan nya selalu dituruti asal permintaannya dalam segi kewajaran.
"Kalau kita sudah duduk disini, terus ... kita mau ngapain?" tanya Bunda Aish yang sudah dudul bersebelahan dengan keponakannya.
"Vellyn mau bercerita sama Tante Aish, mau kan jika Tante Aish menberikan pendapat untuk Vellyn?"
"Memangnya kamu mau minta pendapat yang bagaimana? hem." Tanya Bunda Aish sambil menatap keponakannya.
"Dulu awalnya bagaimana sih Tante, kok Tante bisa menikah dengan Paman Rey. Perjodohan ya, Tante." Vellyn yang masih menyimpan rasa penasaran, ia mencoba untuk mengetahuinya.
"Dulu pernikahan Tante itu sebuah pernikahan syarat."
"Pernikahan syarat? maksudnya, Tante?" Vellyn semakin penasaran dibuatnya.
"Iya, pernikahan karena sebuah amanah dari orang tua Tante. Yakni, Almarhum Ayah Tanye sebelum meninggal telah berpesan pada Paman Rey, yakni untuk menjaga Tante. Kemudian, Paman Rey menunjukkan rekaman video sebelum Ayah Tante meninggal. Dan situlah Tante akhirnya menikah dengan Paman Rey. Tante menerima pernikahan itu karena sebuah cita cita yang ingin melanjutkan kuliah. Akhirnya Tante terima tawaran dari Paman Rey untuk menikah sebelum Paman Rey pergi ke luar Negri. Pernikahan Tante diwaktu itu juga ada Kakek Angga yang menjadi saksinya."
"Terus..." pinta Vellyn untuk melanjutkan ceritanya.
"Awalnya hanya menikah siri, tapi ... setelah dua tahun, Paman Rey kembali ke Tanah Air. Lalu, kita menikah secara hukum.
"Kenapa harus menikah siri, Tante?" Vellyn masih terus ingin tahu.
"Karena usia Tante masih 18 tahun, tidak mungkin bisa menikah secara hukum. Lagian juga pernikahan bersyarat, pikir Tante. Tapi kenyataannya Paman Rey tidak mau jika statusnya menikah siri, akhirnya setelah 2 tahun berpisah karena waktu dan tempat, Tante menikah lagi secara hukum dan di saksikan langsung oleh Ayah mertua Tante sendiri. Tapi ... status pernikahan masih rahasia di waktu itu."
"Karena ada hati yang bisa saja terluka."
"Maksud Tante, Paman Zakka?" tanya Vellyn untuk memastikan. Karena Vellyn hanya mendengar dari sebuah cerita, bukan dari sang pemilik cerita. Bunda Aish pun mengangguk dan tersenyum.
"Sudah lah, jangan diteruskan. Nanti yang ada kamu jadi wafer, eh! salah, baper." Kata Bunda Aish sambil bergurau.
"Tante bisa aja deh," ucap Vellyn.
"Ngomong ngomong, kamu kenapa? kok tiba tiba bertanya seperti itu sama Tante."
"Begini loh Tante, Vellyn tuh mau di jodohkan sama lelaki yang tidak Vellyn sukai. Mana bekas kekasihnya Kak Lunika, lagi. Vellyn kan jadi bagaimana, begitu. Memangnya tidak ada ya, cowok lain selain mantan kekasihnya Kak Lunika."
"Memangnya siapa yang mau jodohin kamu? Papa kamu?"
"Sepertinya sih begitu, ada Paman Zayen juga yang mendalanginya. Gemes deh sama Paman Zayen, kenapa juga tiba tiba udah kek jadi tukang biro jodoh aja. Apa mungkin sudah bosan kali, ya. Makanya sekarang lepas jadi CEO, dan memilih untuk jadi tukang biro jodoh." Kata Vellyn dibuat cemberut, Bunda Aish yang mendengarnya pun tertawa kecil.
"Kamu lucu deh, jika memang lelaki pilihan dari keluarga mendukung, kenapa tidak? semua pasti ada alasannya. Orang baik, orang jujur orang bertanggung jawab. Jadi, cobalah untuk menilai orang tua lebih bijak lagi. Mungkin kamu akan mendapat kebenarannya. Mana ada sih, orang tua tega membiarkan putrinya atau anaknya salah pilih. Tidak, 'kan? pikirkan lagi untuk kedepannya." Ucap Bunda Aish mencoba untuk mengingatkan keponakannya, serta memberi sebuah nasehat untuknya.
"Iya Tante, sejarang Vellyn sudah mengerti. Vellyn juga tidak ingin menjadi orang yang egois. Terima kasih ya Tante, sudah mengingatkan Vellyn dan juga memberi nasehat nasehat untuk Vellyn." Ucap Vellyn dengan perasaan lega.
"Nah, gitu dong. Kamu bisa menilainya sendiri didalam keluarga kita. Ada Papa Kamu, Kakek kamu, kakek buyut Angga dan juga Kakek buyut Ferdi, kakek Ganan, Kakek Tirta, bahkan kakak kamu sendiri. Tidak hanya itu saja, ada Paman Zayen yang lebih lebih harus memiliki banyak konflik. Kenyataannya sekarang ini semuanya bahagia dengan pilihan dari keluarga, 'kan? jadi ... kamu harus bisa belajar dari mereka semua, Tante sendiri juga berawal tidak menyukai. Lambat laun, semua berubah menjadi kebahagiaan."
"Iya Tante, Vellyn sudah mengerti. Kalau Tante Aish sih sudah diincar dari dulu oleh Paman Rey, duh senengnya. Andai saja Vellyn bernasib seperti Tante, dicintai lebih dulu itu rasanya sangat mendebarkan. Apa lagi diperjuangkan, pasti bahagia banget ya Tante." Ucap Vellyn sambil menghayal karena mendengar cerita tentang Bunda Aish.
"Sudah lah, jangan ngobrol terus. Ayo ikut Tante menemui yang lainnya, sepertinya ada suara yang sudah datang deh." Ajak Bunda Aish, kemudian menggandeng tangan milik keponakannya.
Vellyn yang sudah cukup mendengar penjelasan dari Bunda Aish, akhirnya ia ikut untuk menemui yang lainnya.
"Vellyn!" seru Kalla cukup nyaring, Vellyn pun segera menoleh ke sumber suara. Sedangkan Bunda Aish kini memilih sendirian untuk menemui keluarga yang lainnya.
"Kalla! kenapa kamu baru datang? hem. Ditunggu dari tadi juga, kenapa baru datang? telat, tau."
"Mobilku kena macet tadi dijalanan, terpaksa deh ngantri. Oh iya, semuanya sudah pada datang ya?"
"Mama dan Papa kamu, mana? kok sepertinya tidak kelihatan."
"Ada kok, masih dibelakang." Jawab Kalla sambil celingukan.
Yang kemarin bertanya tanya soal tentang Aishwa kapan nikah, disini sudah ada penjelasannya ya... jadi, sudah jelas ya, kenapa dan nikah resmi atau siri sudah dijawab disini. Nanti di novel sebelah bakal ada flashbacknya juga kok, ketika konflik datang tapi ya ...