
🌹 Happy Reading Gengs 🌹
Pagi ini Brio terlihat sedang bersiap - siap untuk berangkat kerja.
Pria itu terlihat baru saja selesai mandi dan baru mau mencari pakaian kerjanya.
Vita yang sedari tadi mendengar suara, kini perlahan bangun dan membuka matanya. “Io,” lirihnya pelan, membuat Brio langsung menoleh ke arahnya.
“Ya, Vit,” sahutnya pelan.
“Apa yang kamu lakukkan di jam begini?” Tanya Vita lagi, berusaha membuka matanya dengan sempurna.
Vita melihat jam di ponselnya yang sudah menunjukkan angka 5 pagi. “Aku akan berangkat kerja,” tandas Brio, mengingatkan Vita, jika saat ini dia sedang bekerja di sebuah perusahaan.
Vita yang sudah diberitahu semalam tentang pekerjaan Brio, kini berusaha bangun dan membantu Brio untuk bersiap.
“Sini, aku pasangakan dasinya,” ucap Vita, sembari berusaha bangkit dari tempat tidur, lalu mengarah mendekat ke Brio.
“Kamu pulang jam berapa?” Tanya Vita, setelah memasangkan dasi untuk Aldo.
“Seperti kemarin,” jawab Brio singkat.
Vita menganggukan kepalanya pelan, lalu berjalan melangkahkan kakinya keluar kamar. “Beberly kamu masak apa untuk Breakfast?” Tanya Vita, dengan ke dua mata yang masih mengerjap - ngerjap menyusaikan pengheliatannya dengan cahaya.
“Saya masak Spaghetti aglio olio Madam,” jawab Beverly, memperlihatkan makanan yang sudah siap untuk disajikan.
Vita menganggukan kepalanya pelan, lalu beralih untuk mengambil air minum. “Buatkan Sir Coffe ya, dan siapkan Breakfastnya,” pinta Vita pada Beverly, dan setelah itu dia kembali melangkahkan kakinya keluar dengan membawa gelas berisikan air minum.
“Breakfast sudah siap?” Tanya Brio pada Vita, sembari mengambil air minum dari tangan Vita.
“Sudah,” jawab Vita, yang kembali meminum air dari gelas yang dipakai oleh Brio.
Ke duanya terlihat sedang duduk di meja makan, menunggu Beverly menyiapkan Breakfast mereka pagi ini.
Setelah makanan sudah tersedia, barulah Vita melayani Brio dengan mengambilkan makanan dan meletakannya ke dalam piring Brio.
“Ini hari jum’at, besok hari sabtu, aku sudah mendaftarkan kembali pernikahaan kita di gereja Orchard, apakah kamu siap untuk menikah kembali denganku?” Tanya Brio, pada Vita.
Dia ingin memberikan status pada Vita, dia tidak ingin hidup satu atap dengan hubungan tanpa status.
“Aku sudah bilang, kalau aku mau memperbaiki hubungan kita, ya berarti aku siap untuk menikah lagi bersamamu.” Jawab penuh keyakinan. Membuat Brio tersenyum walaupun itu cuman setipis mungkin.
Namun, ini pertama kalinya Vita melihat senyum dari wajah Brio. Dan berpikir ini adalah awal yang begitu baik.
“Besok aku sudah mendaftarkan pernikahaan kita di jam 9 pagi, karena ini hanya pernikahaan ke dua kalinya, jadi kita tidak perlu memberitahukan keluarga kita, dan mungkin setelah pemberkataan, kita akan berkeliling di Singapore.” Seru Brio, memberitahu kepada Vita, apa saja kegiatan mereka besok.
Vita menganggukan kepalanya pelan, lalu melihat ke arah ponselnya yang terlihat panggilan masuk dari Melly.
“Vit, maaf aku telpon kamu pagi - pagi, hanya saja, aku mendapatkan info dari Om Jendra katanya kamu sedang ada di Singapore.” ucap Melly dari sebrang sana.
“Iya aku sedang di Singapore Mel, ada apa ya?” Tanya Vita penasaraan.
“Ehmm, aku ingin membahas pekerjaan yang masih kontrak dengan kamu? Ini bagaimana ya? Semua klien sudah memintamu untuk menjalankan kontraknya?” Melly membahas pekerjaan dengan Vita, membuat Vita melirik ke arah Brio sejenak.
Vita masih belum bicara apa - apa dengan Brio, karena dia takut jika Brio akan menolak dirinya melanjutkan pekerjaannya.
“Kenapa?” Tanya Brio, ketika mendapatkan Vita kini termenung.
Dengan menghela nafasnya, Vita menaikan pandangannya dan menatap ke arah Brio. “Aku masih mempunyai kontrak dengan beberapa lebel, serta kontrak Endorse yang harus aku kerjakan, bisakan aku tetap menyelesaikan kontrak dengan mereka?” Tanya Vita dengan ragu.
Mendengar hal itu, Brio terlihat menghela nafasnya, dan menyelesaikan makan paginya ini.
“Aku tidak akan membebankan kamu untuk apapun, pernikahaan ini aku membebaskan kamu untuk melakukkan apa saja, asal izin telebih dahulu.” Ujar Brio, seketika membuat senyum di wajah Vita itu merekah.
“Benarkah?” Vita kembali mempertanyakan kalimat yang diutarakan Brio tadi, dan di jawab dengan anggukan kepala pelan.
“Yeyyyy,” sorak Vita dengan begitu bahagia, dan dengan replek langsung mendaratkan sebuah kecupan di pipi Brio.
Tanpa Vita sadari bahwa Brio juga menerbitkan senyumnya walaupun itu setipis mungkin, agar tidak terlihat oleh Vita.
“Oke, kalau begitu aku berangkat dulu, sudah jam 6,” tungkas Brio, dan kini langsung mengambil jasnya untuk segera berangkat bekerja sebelum terlambat.
Vita menganggukan kepalanya pelan, dan membantu Brio untuk mengenakan jasnya. “Hati - hati di jalan ya, dan kabarin kalau ada apa - apa,” pinta Vita pada Brio.
Brio menganggukan kepalanya pelan. Dan kini mendaratkan kecupan singkat di kening Vita. “Untuk awal yang baik,” ucap Vita dengan senyumnya.
“Untuk awal yang baik,” ikut Brio juga mengikuti kalimat Vita.
Setelah itu barulah Brio berangkat kerja, dengan di antar oleh Vita sampai di pintu.
“Bye,” ucap Brio sebelum berangkat.
“Bye,” balas Vita lagi, dan lalu dia melihat Brio yang sudah masuk ke dalam lift untuk turun ke bawah.
Vita menghela nafasnya setelah Brio pergi bekerja, dan berdoa agar Tuhan selalu menyertai langkah suaminya itu.
Yah, katakan sajalah Brio masih suami Vita, toh besok mereka juga akan menikah kembali.
Yekkann🥰
*To Be Continue. **
**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***🙏🏻🙏🏻* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.
*Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.*
*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**😎*
Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘
**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***😭😭😭*
*Terima kasih**🙏🏻🙏🏻*