Partner Ranjang My Uncle

Partner Ranjang My Uncle
Partner Ranjang Chapter 24


🌹 Happy Reading ya Gengs 🌹


Setelah melihat langkah Vita yang sudah jauh meninggalkannya, Brio sangat tahu jika Vita sedang menangis karenannya.


Permintaan maaf serta kesempataan yang kemarin dia minta, seakan tidak dia gunakan sebaik mungkin.


Flashback on.


Vita yang baru saja selesai mandi, kini menatap nanar ke arah ponselnya. Sudah tiga hari ini dia menonaktifkan benda berharga itu, karena tidak ingin berhubungan dengan siapapun dulu.


Semenjak dia pulang dari pulau bersama dengan Brio, dan semenjak papahnya mengetahui semua hubungan dan kekerasan yang dilakukan Brio kepadanya. Saat ini Vita dikurung habis-habisan oleh papahnya dan tidak boleh melakukan kegiataanya di luar.


Bukan karena apa? Ini semua karena dia merasa takut jika Vita akan bertemu dengan Brio dalam waktu dekat, dan kejadian kemarin akan terulang lagi.


Sedangkan polisi yang menangani kasus Vita sama sekali tidak ada memberikan kabar, apakah dia sudah berhasil menemukan bukti kejahataan pria itu? Atau belum?


Bahkan sampai detik ini, Jendra sama sekali tidak mendapatkan kabar jika Polisi masih melanjutkan kasus ini. Membuat Jendra mengambil antisipasinya sendiri dengan mengurung putrinya.


"Vita sayang, ayok makan malam dulu ya," ajak suara yang sudah sempat beberapa kali ini mengetuk pintu kamarnya.


"Iya oma, nanti Vita keluar." Vita merasa bahwa tidak seharusnya dia menjauhi keluarganya karena semua ini. Padahal di sini adalah kesalahaanya, tetapi dengan bodohnya dia membuat semua keluarganya khawatir dengan diamnya seperti ini.


Vita mempercepat kegiataanya untuk mengeringkan rambut. Sambil memainkan ponselnya dan melihat-lihat pesan dan seluruh panggilan masuk ke dalam ponselnya selama tiga hari belakangan ini.


Tidak ada yang menarik, bahkan banyak pesan dari mereka yang hanya dilihat tanpa niat membalas dan bahkan ada yang tidak dibukanya sama sekali.


Namun tatapannya jatuh kepada pesan yang paling atas, bahkan dia sudah mengirimkan 10 pesan, dan 190 panggilan tak terjawab di ponsel Vita.


"Mr. White," gumam Vita, merasa bingung dan langsung segera membuka pesan tersebut.


Pesan pertama


-Mr. White


Vita kamu kemana saja? Aku membebaskanmu bukan berarti aku mengizinkan kamu untuk bertindak se-enak kamu.


Pesan kedua


-Mr. White


Cukup ya Vita, kamu jangan membuatku begitu emosi denganmu! Aku sudah peringatkan kamu jangan pernah bertindak melewati batasmu! Tetapi ini sudah hampir satu hari kamu tidak mengabariku.


-


Begitulah isi pesan Brio pada Vita yang kebanyakaan hanya berisi sebuah ancaman saja.


Namun, di saat Vita mencoba membaca pesan terakhir, mendadak dirinya bingung sendiri. Ini bukan Brio. Yakinnya dalam hati.


Pesan ke-sembilan


Vita, ini sudah ke 53 jam kamu tidak mengabariku, tahukah kamu? Jika saat ini aku benar-benar gelisah, aku hancur, hidupku seperti tidak berarah, aku tahu mungkin kamu menganggap jika aku gila, atau aku hanya bersandiwara. Tetapi aku sadar, siapapun yang tidak pernah kita anggap berarti, akan berubah menjadi begitu berharga ketika dia sudah hilang dari sisi kita. Dan orang itu adalah kamu.


-


Senyum getir Vita tampilkan ketika melihat pesan yang begitu panjang dari Brio.


"Apa mau pria ini sebenarnya?" batinya bertanya pada bayanganya sendiri.


Tiba-tiba saja, seperti berada di sebuah sinetron, entah dari mana datangnya kedua iblis dan malaikat yang begitu mirip denganya berdiri di atas pundak kanan dan kirinya.


Malaikat : Wihhh, sweet banget sih Mr. Brio. Percaya deh Vit, dia pasti udah berubah.


Iblis : heh maimunah, kamu pikir, dengan sebuah kata maaf dan aku takut kehilanganmu itu sudah bisa membuktikan bahwa dia sudah berubah? Enggak bambang.


Malaikat : Gak ada salahnya kalau Vita memberikan kesempataan pada Brio, lagian dia adalah pria yang mengambil kesuciaan Vita.


-


Belum saja sang malaikat menjawab, lagi-lagi terdengar suara ketukan pintu dari luar kamar Vita, membuat malaikat dan iblis tersebut pergi entah kemana.


Tokk,,tokk, "Vit, ini papah sayang, ayok turun, opa dan oma sudah menunggu kamu," panggil Jendra dengan lembut.


Vita langsung mengusap wajahnya kasar, lalu menetralkan perasaanya. "Iya pah, ini Vita keluar," jawab Vita, dan segera bergegas untuk membuka pintu kamarnya.


"Kamu habis ngapain sih sayang? Kok lama sekali di dalam?" tanya Jendra, dengan tatapan penuh selidik.


Vita tersenyum tipis, merasa gugup dengan tatapan papahnya yang intens seperti itu, "ehmm, Vita habis mengeringkan rambut, terus melakukan rutinitas malam pah, biasalah cewek, papah gak akan ngerti karena papah itu cowok." Vita mencoba mencairkan suasana dengan sedikit menggoda papahnya.


Jendra menggelengkan kepalanya karena merasa gemas melihat tingkat putrinya yang sedikit mulai menampilkan kebahagiaanya. "Oh iya, lebih baik kamu cepat turun ke bawah, karena sedari pagi, kata oma banyak sekali bucket bunga besar-besar datang ke rumah."


"What?" Pekik Vita tepat dihadapan wajah papahnya.


Dan lalu Vita langsung segera berlari turun ke bawah, dan melihat oma-nya yang tengah melihat-lihat ruang tamu hingga ke ruang keluarga yang sangat penuh dengan hamparan bunga. Bahkan tidak ada jalan lewat bagi mereka karena tertutup oleh bunga-bunga tersebut.


Sedangkan Dyzon, kini sedari tadi terlihat menggunakan masker, karena merasa horor sendiri mencium rumahnya beraroma mawar dan melatih, bahkan ada kembang kenanga dan kantil yang juga menghiasi pinggir-pinggir bunga tersebut.


Sebenarnya tukang bunga sudah mengatakan bahwa itu hanyalah sebuah hiasan dan terbuat dari sterofom namun Dyzon percaya bahwa itu adalah kembang kantil, karena bentukan mereka sama.


"Mah, kamu ngapain sih dari tadi berdiri di sana? Nanti itu ada kembang kantil dan kamu bisa berubah jadi-," ucap Dyzon terputus, ketika mendapatakan tatapan tajam dari istrinya.


"Jadi apa? Kuntilanak? Nanti kamu duluan yang aku gentayangin," ancam Vina, karena kesal dengan suaminya yang terlalu drama.


"Oma,opa," panggil Vita yang juga langsung menutup hidungnya ketika menghirup aroma bunga yang begitu nyengat di indra penciumannya.


Apa lagi di sana ada bunga kenanga yang memiliki wangi sangat luar biasa hingga tercium hingga keluar.


"Ini apa sih oma? Kenapa rumah kita dipenuhi dengan semua bucket-bucket bunga ini?" tanya Vita bingung, sambil terus menatap satu persatu ke arah tulisan yang berada di bunga tersebut.


Vina mengedikan bahunya singkat, menandakan bahwa dia juga tidak memahaminya. "Mulai tadi pagi sampai malam ini, sudah ada delapan truck besar yang mengantarkan semua bucket-bucket ini. Mana tulisannya sama semua lagi, Maaf-maaf dan maaf." Vina memperlihatkan semua tulisan kertas di sana.


"Kata yang antar tadi semua ada seratus ribu bucket, dan ini semua itu dari Brio, siapa sih dia Vit?" tanya Vina merasa begitu penasaraan.


Vita merasa sangat lega, ketika omanya menyebutkan nama Brio, bukan White. Karena yang keluarga besarnya tahu, jika pria yang terlibat skandal denganya itu adalah White bukan Brio. Tanpa perlu mereka tahu jika kedua nama itu adalah orang yang sama.


"Brio oma?" tanya Vita, berpura-pura memastikan, agar keluarganya tidak ada yang curiga dengan sikap diamnya.


Vina menganggukan kepalanya singkat, sambil menatap ke arah Jendra yang sedari tadi hanya diam saja.


"Brio itu adalah gebetan aku oma, hanya saja dia melakukan kesalahaan yang membuat aku ilfil, dan akhirnya dia mungkin meminta maaf dengan cara seperti ini, romantis bukan oma?" jawabnya bohong. Dia sengaja menyanjung nama Brio, agar keluarganya tidak lagi mencari informasi tentang semua pria yang sedang dekat denganya.


"Ya udalah, panggil semua pelayan dan scurity, bagikan semua bunga ini ke semua pasangan yang berada di kota ini," perintah Jendra, tidak ingin lagi memperpanjang rasa penasaraan mereka.


Yang jelasnya mereka sudah tahu jika ini semua adalah ulah Brio, gebetan baru putrinya, dan pria itu adalah pria baik, itu yang terpenting.


*To Be Continue. *


**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***πŸ™πŸ»πŸ™πŸ»* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.


*Dan Jangan lupa yah, dukunganyaπŸ₯° jangan Sinder.*


*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**😎*


Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘


**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***😭😭😭*


*Terima kasih**πŸ™πŸ»πŸ™πŸ»*