Partner Ranjang My Uncle

Partner Ranjang My Uncle
Partner Ranjang Chapter 86


🌹 Happy Reading Gengs 🌹


Ke - esokan harinya, Vita kini terlihat duduk di sebuah kursi di Bandara, sedang menunggu jadwal keberangkataannya tiba.


Tadi setelah dia menghadiri acara pernikahaan Langit, Vita memang terlihat bergerak ke Bandara.


Dia semalam juga sudah mengatakan kepada Papahnya serta Oma Opanya, jika dia sudah mengambil keputusan yang terbaik.


Vita dengan diam melihat - lihat ponselnya, menunggu sebuah pesan dari seseorang, namun sepertinya sama sekali tidak ada.


“Aku tidak tahu, keputusan ini baik atau tidak,” gumamnya pelan, kembali merasa ragu apakah hal ini benar atau tidak.


Vita khawatir, Sesampainya di sana, Brio malah menolaknya dengan alasan sudah mempunyai pasangan lain.


Tetapi tidak ada salahnya dia mencoba, dan siapa tahu saja, Brio malah melakukkan hal yang sebaliknya.


***


Sekitar dua jam lamanya dia mengudara, akhirnya kini Vita sudah sampai di sebuah apartemen milik Brio, Vita memencet belnya.


“Ahh, cari siapa ya?” Tanya Beverly melihat sosok asing yang dia tidak pernah kenal.


Vita menyeritkan keningnya bingung, lalu kembali melihat alamat yang diberikan oleh Tyas.


“Ini Benar Apartemen milik Gabrio Jonathan kan?” Tanya Vita pada Beverly.


“Iya Benar, saya pembantu di sini, Madam ada perlu apa?” Tanya Beverly lagi.


“Buka pintu untuknya!” Suara Mario terdengar, sepertinya mengenali suara yang sedari tadi berbicara dengan Beverly.


Hampir dua minggu dia tinggal di rumah Brio, dia sangat paham akan sifat Beverly yang tidak akan membiarkan orang lain masuk ke dalam rumah sebelum ada izin dari pemiliknya.


“Baik Sir,” sahut Beverly, dan langsung membukakan pintu untuk Vita.


Vita sendiri rasanya mulai tegang, ketika mendengar suara Mario mertuanya ada di sini.


Dia pikir, cuman Brio yang tinggal di sini, ternyata ada Mario juga. “Duduk!” Perintah Mario pada Vita. Dan itu semakin membuat Vita merasa takut akan sikap Mario yang akan memarahinya.


Vita duduk dengan perasaan khawatirnya, sedangkan Mario duduk dengan santai dan masih fokus dengan film yang dia tonton.


Hampir dua minggu ini, memang Mario memilih untuk mengambil cuti di rumah Brio. Namun besok dia juga sudah harus balik, karena ada pekerjaan mendadak yang harus dia kerjakan.


“Dari mana kamu tahu Brio di Singapore?” Tanya Mario, tanpa berbasa - basi.


“Dari Khanza teman Brio Opa,” panggilnya pada Mario, membuat pria paruh baya itu tersenyum sinis.


“Niatmu datang ke sini apa? Bukannya kamu sudah menerima sertifikat pembatalan nikah?” Tanya Mario lagi.


Membuat Vita terdiam sejenak, dan tidak tahu harus berkata seperti apa.


“Ehm, sepertinya saya pulang saja Opa, maaf saya sudah menganggu waktu Anda,” pamit Vita, dari pada dirinya harus menanggung makian dari mereka.


“Saya tidak menyuruhmu pulang! Saya bertany?! Tujuanmu ke sini apa? Bukannya kamu yang mengajukan pembatalan Nikah, untuk terus berhubungan bersama dengan laki - laki idamanmu itu?!” Mario berkalimat sarkas pada Vita, membuat wanita muda itu merasa sedikit tertekan.


Vita terlihat berusaha mengatur nafasnya, untuk menghilangkan ke nerveousannya. “Saya datang ke sini untuk memperbaiki hubungan saya dengan Brio Opa,” ucapnya Jujur, dan tidak ingin ada yang ditutup - tutupi.


Mario kembali tersenyum sinis, mendengar perkataan Vita barusan. “Permainan apa yang sedang kamu buat?” Tanya Mario, yang terlihat dalam mode melindungi anak laki - lakinya.


“Kamu mau membuat anak saya berharap lagi, dan kamu akan menjauhinya lagi seperti itu?!” Mario saat ini sedang berada dalam mode serius, membuat Vita semakin takut dibuatnya.


“Beverly,,” panggil suara yang sangat tidak asing bagi mereka.


Ya, jam memang sudah menunjukkan pukul 6.00 sore, di jam seperti inilah Brio pulang ke rumah.


Brio yang baru saja masuk ke rumah. Terkejut melihat Vita yang sudah duduk bersama dengan Daddynya.


“Vita,” tegur Brio, membuat wanita itu menoleh ke arahnya.


Melihat Brio yang sudah pulanh, Mario kini memilih untuk beranjak dari duduknya. “Daddy akan melakukkan penerbangan malam, Mommy kamu sudah menelpon dan mengatakan ada hal penting.” Pamitnya pada Brio.


“Tanyakanlah pada dia sendiri!” Sahut Mario, dan bergegas melangkah masuk ke dalam kamarnya untuk berkemas.


Brio terlihat menghela nafasnya kasar, “Masuk ke kamar sekarang!” Perintahnya pada Vita.


Bukan untuk berbuat mesum, tapi dia tidak ingin pembantunya melihat kalau mereka sedang ada masalah.


“Apakah kamu tidak menyukai aku di sini? Apakah kamu sudah benci sama aku?” Tanya Vita, sebelum beranjak dari posisinya.


Brio menatap Vita dengan lekat, sebelum akhirnya dia melangkahkan kakinya pergi meninggalkan Vita sendiri di ruang tamu.


Vita yang belum mendapatkan jawaban dari Brio, kini bangkit dan langsung mengikuti Brio masuk ke dalam kamar.


“Apa yang kamu lakukkan di sini Vit?” Tanya Brio, ketika melihat Vita yang sudah masuk dan juga menutup pintu kamar.


Vita yang sejak tadi merasa takut dengan Mario, kini langsung memeluk tubuh Brio. “Aku datang ingin memperbaiki semuanya.” Jawabnya dengan tulus, hingga Brio yang tadinya ingin marah, kini terdiam, ketika mendapatkan pelukan dari Vita.


“Memperbaiki apa? Kalian sudah mengajukan pembatalan nikah untuk hubungan kita.” Ucap Brio, yang membuat Vita mendangakan kepalanya untuk melihat wajah Brio.


“Aku ingin memperbaiki apa yang harus diperbaiki, dan aku yakin kamu juga ingin melakukakan hal yang sama, ayo kita hidup normal seperti layaknya pasangan yang lain, kita mulai semuanya dari 0,” jelas Vita lagi, yang kini membuat Brio juga ikut menatapnya.


“Kamu yakin ingin memperbaikinya? Bukannya aku jahat sama kamu dan selalu menyakiti kamu?” Seru Brio, ingin menguji tingkat keyakinan dari Vita.


Cuppp, alih - alih menjawab pertanyaan Brio, Vita memilih untuk mengecup bibir pria itu.


“Aku yakin, dan sangat yakin, jika kamu akan berubah dan tidak akan menyia - nyiakan kesempatan yang aku berikan.” Ucap Vita lagi, yang kali ini membuat ke duanya beradu pandang.


Brio tersenyum tipis menatap wajah Vita, wajah yang dia sangat rindukan selama beberapa minggu ini. “Jangan salahkan aku kalau kamu sudah kembali ke dalam kandang singa.” Lirih Brio, dan langsung menyambar bibir ranum milik Vita itu.


Bibir manis yang beberap minggu ini tidak dikecup, membuat Brio rasanya ingin sekali menghabiskan dan menghisssap bibir itu hingga habis.


***


Berbeda halnya di luar sana, Beverly yang ingin menanyakan, apakah makan malam sudah mau disiapkan atau belum, kini merasa bingung, kepada siapa dia akan bertanya.


“Apa yang sedang kamu lakukkan Beverly?” Tanya Mario, ketika dirinya sudah siap untuk berangkat.


“Ah, Sir, saya ingin bertanya, apakah makananya akan di sediakan sekarang atau nanti?” Tanya Beverly dengan ragu.


Mario melihat ke arah pintu kamar Brio dan tidak ada suara apa - apa. “Siapkan makan untuk mereka ber dua saja, karena saya akan pergi malam ini, dan mungkin mereka akan makan telat malam ini.” Jawab Mario, yang sepertinya sudah bisa menerka apa yang dilakukkan anaknya di dalam.


“Baik Sir,” balas Beverly, dan lalu segera kembali ke dapur, untuk mengerjakan yang lainnya.


Sedangkan Mario kini harus berangkat sekarang, karena Jet pribadinya sudah siap untuk berangkat.


*To Be Continue. **


Note : siapa nih yang sudah Nungguin Cassino King’s terbit lagi???


Sabar ya gengs, ceritanya masih Mimin Revisi dulu, ada kemungkinan pertengahan bulan Mimin Update, atau pas Tanggal 22 ya, bertepatan Ulang tahun Mimin.


Intinya ramein dulu yuk cerita yang ada, ya hitung - hitung menyimpan stok emosi lah ya hahahaha🤣 canda gengs.


Tapi serius deh, Mimin terbitkan di pertengahan ya. Tunggu dua cerita ini mimin usahain tamat, baru Mimin Terbitkan Cassino king’s 😘


Di tunggu ya 🙏🏻😘


**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***🙏🏻🙏🏻* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.


*Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.*


*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**😎*


Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘


**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***😭😭😭*


*Terima kasih**🙏🏻🙏🏻*