Partner Ranjang My Uncle

Partner Ranjang My Uncle
Partner Ranjang Chapter 85


🌹 Happy Reading Gengs 🌹


Sudah seminggu Vita terus berpikir untuk langkah mana yang akan dia ambil.


Dan tepat hari ini, Vita mengajak Langit bertemu untuk membicarakan masalah mereka.


Mereka janjian bertemu di sebuah restoran favorite mereka. “Hai Vita, maaf aku telat ya,” ucap Langit, ketika melihat Vita yang sudah duduk dengan minuman yang ada di depannya.


Vita tersenyum menganggukan kepalanya pelan. “Tidak apa - apa, aku juga baru kok.” Ucap Vita dengan begitu santai.


“Emh, anyway, kamu mengajak aku bertemu tiba - tiba di sini?” Tanya Langit, ketika melihat wajah Vita sudah serius menatapnya.


“Langit, untuk kalimat yang kamu ucapkan kepadaku waktu di rumah sakit, aku sudah memikirkan hal itu.” Ucap Vita mengingatkan Langit tentang kalimatnya itu.


“Ohh yang itu, iya. Kenapa ya Vit?” Tanya Langit lagi, karena suasana saat ini terlihat sangat - sangat tegang.


Vita terlihat meyakinkan dirinya agar bisa mengucapkan keinginan dan jawabannya saat ini.


“Oh ya, Vit, aku juga mau bilang, kalau besok aku juga akan menikah.” Langit berkata sembari memberikan sebuah undangan pernikahaan. membuat Vita merasa terkejut dengannya.


“Menikah?” Vita mengulang kalimat itu dengan rasa keterkejutannya.


“I - iya Vit, maaf ya, maafkan aku kalau sepertinya aku akan ingkar janji untuk bersamamu dan menjagamu.” Ucapnya dengan penuh penyesalan.


“Ke dua orang tuaku memaksaku untuk menerima perjodohan ta’aruf mereka, bersama dengan seorang gadis yang baru saja lulus sekolah di Qatar.” Ucap Langit lagi, dan kali ini dengan penuh rasa penyesalannya.


“Sebenarnya aku cuman sayang sama kamu Vit, aku cuman mencintai kamu, tetapi aku tidak tahu apa yang akan terjadi setelah ini. Seandainya agama tidak menjadi alasan tolak ukur sebuah hubungan, aku tentu akan memilihmu Vit, tapi aku juga lebih mencintai agama dan Allahku Vit, dan orang tua aku bilang, calon istriku bisa membimbingku ke dalam surga yang dirindukan oleh Allah.”


“Orang tuaku mengatakan, bahwa Kinara akan menjadi penyempurna agamaku. Dan bantu aku Vit, bantu aku untuk tetap bisa selalu mencintai Istriku kelak.” Langit berkata dengan sungguh - sungguh.


Dan kembali Vita seperti mendapatkan sebuah tamparan yang cukup keras. Bagaimana bisa Langit saja berpikir untuk belajar mencintai istrinya, tetapi dia sama sekali tidak bisa belajar mencintai suaminya Brio.


“Selamat ya Langit, semoga kalian akan menjadi keluarga yang langgeng selamanya.” Ucap Vita dengan tulus.


“Tapi, kenapa pada saat itu kamu mengatakan bahwa -“


“Sebenarnya, perjodohan kami sudah terjadi dua minggu sebelum aku bertemu denganmu Vit, tetapi pada saat itu, entah kenapa Allah mempertemukan kita.”


“Di saat aku ingin menjawab menerima atau tidak, lagi - lagi Allah menggoyahkan pikiranku dengan kejadian pada malam itu, saat kamu mengetahui semua kebenaranya.”


“Aku mencoba melakukkan sholat istikharah, mencoba mencari jawaban atas bimbangku.”


“Dan aku mencoba egois dengan mengajakmu jalan bersama hingga semua masalah itu terjadi.”


“Aku kembali egois dengan memaksa dan memintamu untuk bersamaku. Dan lalu Allah menyadarkan keegoisanku, dengan mengirim Brio dan Khanza pada saat itu.”


“Mulai dari malam itu, aku mencoba kembali melakukan sholat istikharah dengan benar - benar meminta kepada Allah atas jawaban semua kegundahanku, dan aku Ikhlas Vit, Aku Ikhlas Menerima Kinara wanita yang Allah sudah berikan sebagai penyempurna agamaku.” Langit menjelaskan semua yang ingin Vita ketahui. Dan Vita akhirnya tersenyum dengan penuh legah, karena pada akhirnya dia memang tidak menaruh harapan pada Langit.


Dia juga sangat tidak menduga bahwa pada akhirnya Langit akan menikahi wanita yang bersama - sama memeluk agama Islam.


Langit menampilkan senyum kegetirannya, namun apa yang bisa dia lakukkan. Dia juga sudah melakukkan sholat istikharah untuk meyakinkan perasaanya, apakah menerima Kinara sebagai istrinya, atau tetap memantapkan hati pada Vita. Dan jawabannya seperti sekarang, dia akan tetap menikahi Kianara besok.


Dia tidak ingin ada masalah sebelum hari H pernikahaanya besok. Dia juga sudah berjanji kepada orang tuanya, kalau dia tidak akan pernah mengecewakan Kinara dengan berhubungan bersama Vita.


Tetapi tadi sebelum berangkat, Langit sudah izin terlebih dahulu pada orang tuanya, apakah boleh mengundang Vita ke acaranya besok atau tidak, dan alhamdullilah orang tuanya mengizinkan.


“Aku pamit ya Vita, semoga setelah ini kamu juga akan baik - baik saja bersama dengan Brio.” Ucap Langit sebelum dia pamit pada Vita.


“Iya Langit, sekali lagi selamat ya,” balas Vita, dengan mengulurkan tangannya sebagai tanda selamat. Namun Langit menolaknya dengan mengatupkan ke dua tangannya membuat Salam.


“Assalamuallaikum Vit,” pamitnya, membuat Vita semakin terpaku menatapnya.


“Walaikumsalam,” jawab Vita, yang kini menatap langkah Langit yang kian menjauh.


Vita yang masih mengulurkan tangannya, kini tersenyum getir, melihat Langit yang kemarin masih mau memeluk tubuhnya, sekarang untuk menyalami tangannya saja sepertinya Langit sudah Anti.


Betapa mirisnya hal ini, siapa sangka bahwa Endingnya akan seperti ini, membuat Vita semakin yakin bahwa keputusaanya saat ini adalah yang terbaik.


“Pada akhirnya, semua akan kembali kepada Tuhannya masing - masing.” Gumam Vita, yang kembali tersenyum menatap sisi di mana Langit tadi menghilang.


Vita melihat kembali undangan yang diberikan kepadanya, dan melihat foto prawed mereka.


“Kirana sepertinya mempunyai wajah yang sangat cantik.” Ucap Vita, ketika melihat wanita yang akan menjadi calon istri Langit adalah seorang wanita yang menggunakan Cadar.


Foto prawed yang memperlihatkan jarak di antara mereka, menyadarkan mereka bahwa dalam agama mereka, laki - laki dan perempuan memang tidak di izinkan bersentuhan. Terbukti dengan tiga foto mereka yang terlihat sama sekali tidak bersentuhan.


*To Be Continue. **


Note : siapa nih yang sudah Nungguin Cassino King’s terbit lagi???


Sabar ya gengs, ceritanya masih Mimin Revisi dulu, ada kemungkinan pertengahan bulan Mimin Update, atau pas Tanggal 22 ya, bertepatan Ulang tahun Mimin.


Intinya ramein dulu yuk cerita yang ada, ya hitung - hitung menyimpan stok emosi lah ya hahahaha🤣 canda gengs.


Tapi serius deh, Mimin terbitkan di pertengahan ya. Tunggu dua cerita ini mimin usahain tamat, baru Mimin Terbitkan Cassino king’s 😘


Di tunggu ya 🙏🏻😘


**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***🙏🏻🙏🏻* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.


*Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.*


*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**😎*


Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘


**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***😭😭😭*


*Terima kasih**🙏🏻🙏🏻*