Partner Ranjang My Uncle

Partner Ranjang My Uncle
Partner Ranjang Chapter 19


🌹 Happy Reading ya Gengs 🌹


Setelah keputusan yang mereka ambil, saat ini terlihat Brio yang sedang duduk di dalam mobil menunggu Vita menyelesaikan pekerjaannya.


Mereka sepakat untuk menemui dokter kandungan yang bisa mengeluarkan janin tersebut.


Dengan keahlian yang dia punya, Brio mencoba untuk mencari sebuah informasi untuk mengeluarkan janin dan melihat bagaimana proses pengeluaran itu terjadi.


"Ahh, aku tidak yakin Vita mau melakukaan ini," umpatnya, merasa ngeri sendiri melihat vidio itu.


Tidak lama kemudian, Brio melihat Vita yang sedang berjalan menuju mobilnya. Wanita itu terlihat sangat gugup sekali, namun tetap berusaha untuk menutupinya.


"Apakah kamu sudah siap?" tanya Brio, untuk meyakinkan Vita untuk mencoba semua ini.


Vita terlihat bingung, sebab sebelum ini, dia juga ada melihat vidio ketika wanita melahirkan dan juga mengugurkannya.


"Biarkan kita mencoba metode yang biasa dulu Io, aku sudah mendapatkan banyak artikel cara untuk menghilangkan janin, dan aku rasa ini bisa kita lakukaan," tuturnya sambil terus memperlihatkan artikel yang ada.


"Aku juga sudah minta izin ke papah untuk dua hari ini aku akan syuting di luar kota, agar ketika aku mengalami pendarahaan, papah tidak akan tahu," ungkapnya, yang sudah lebih dulu mengambil langkah.


Brio menganggukan kepalanya pelan, dia mengarahkan mobilnya ke sebuah apartemen mewah milik Brio.


Tak lupa saat di jalanan tadi Brio sudah meminta Andrew untuk membeli sebuah nanas muda, pepaya, durian, minuman soda serta paracetamol yang bisa menyebabkan keguguran.


Sesampainya di apartemen, Vita langsung memakan semua durian yang dibeli oleh Andrew, sedangkan Brio sedang berada di dapur untuk membuat jus nanas + pepaya yang dicampurkan oleh soda. Dia mengerjakaanya sesuai dengan yang dia lihat di internet.


Vita menangis ketika dia hampir temuntah namun durian itu sama sekali tidak membantu ataupun bereaksi apapun, "stop makan itu, sekarang kamu minum ini," titah Brio, dan langsung menyerahkan segelas besar jus buah tersebut.


"Gak ada reaksi apa-apa Io, kita harus bagaimana sekarang," tangis Vita merasa frustasi dengan semua ini.


Brio yang semakin bingung, kini mencoba cara yang lainnya, "coba kamu minum paracetamol ini banyak-banyak, aku yakin ini bisa Vit," tanpa perasaan takut, Brio dengan teganya meminta Vita meminum obat berjumlah 30 biji itu, tanpa memikirkan efek samping yang bisa membuat Vita over dosis.


Tetapi dengan bodohnya Vita mengikuti semua yang diperintahkan oleh Brio tanpa perduli dengan semuanya. Dia langsung meneguk obat itu sampai habis.


"Hueekkk,,huekkk," Vita berlari masuk ke dalam kamar mandi, dia memuntahkan semua obat yang sudah masuk.


Lidah dan lehernya kini terasa pahit, bukaanya perutnya yang sakit, namun perasaanya yang membuatnya tidak sanggup menahan semua ini.


Brio menutup kembali mata hatinya dan menghilangkan rasa iba menatap Vita. Baginya ini adalah kesalahan Vita yang tidak berhati-hati ataupun memakai kontresepsi sehingga semuanya bisa terjadi.


Andrew kembali datang dengan membawa sebuah obat di tanganya. "Obat apa ini?" tanya Brio bingung.


"Ini adalah obat yang paling sering digunakaan oleh berbagai kalangan untuk menghilangkan janin Mister, saya tidak tahu seberapa bagusnya obat ini, tapi yang jelas ini yang paling mereka rekomendasikan Mister," ucap Andrew sambil memberikan obat tersebut kepada Brio.


Dengan langkah cepat Brio beranjak dari duduknya dan melihat Vita yang sepertinya sudah mulai kesakitaan dengan wajah yang sangat pucat.


"Kamu minum ini lagi," pinta Brio, dan langsung mencokokqn obat itu untuk Vita.


Keringat dingin membasahi tubuh wanita cantik itu, sakit, pusing, mual perasaan itu terus bersarang di tubuhnya.


Brio membantu Vita sedikit untuk beranjak dari posisinya. "Aaarrggghhh," teriak Vita terjatuh di dekat meja dengan memegang pinggir meja untuk menahan semua keseimbanganya.


"Aaarrgghhh Brioo," jeritnya benar-benar merasakan sakit yang hebat di dalam perutnya yang menembus hingga ke pinggang belakangnya.


Vita memagang apa saya yang bisa dijadikaanya tumpuhan dalam melampiaskan rasa sakitnya. Namun di saat dia memegang sebuah pahatan salib yang berada di atas meja. Vita tersadar dengan apa yang sudah dia lakukaan.


Dia sudah melakukaan dosa, dan kini tepat di mata Tuhan dia kembali melakukaan dosa, dengan menghilangkan nyawa seorang anak yang Tuhan berikan kepadanya.


Sedangkan Brio hanya menatap Vita, tanpa tahu apa yang harus dia lakukaan setelah ini.


"Mister, nona Vita bisa mati jika dibiarkan begini terus," tegur Andrew, yang sedari tadi sudah mendengar suara jeritan Vita dari luar.


Dia beralih membuka sebuah laci kecil dan mengambil sebuah kalung salib di dalamnya, agar bisa memberikan kekuatan kepada wanita itu.


Vita menggengam kuat kalung itu, dan terus berusaha menahan sakit diperutnya, ketika melihat Vita yang sudah merasa aman, barulah Brio segera menggendong Vita untuk dibawa ke rumah sakit secepatnya.


"Andrew, palsukan semua identitas Vita, jangan sampai mommy, Daddy atau siapapun bisa menemukan keberadaan kita.


"Baik Mister," jawab Andrew. Dan segera melajukan mobilnya ke salah satu rumah sakit yang tidak jauh dari apartemen Brio tadi.


***


Sudah lama Vita di tangani di dalam, tetapi tidak ada tanda-tanda jika dokter akan keluar dari ruangan tersebut. Membuat Brio sedikit merasa takut.


"Awas saja, jika bayi sialaan akan mengambil Vita dariku, tidak akan aku biarkan itu terjadi," umpat Brio merasa benci kepada bayinya sendiri.


Bahkan Andrew yang sedari tadi mendengar umpatan demi umpatan yang keluar dari mulut tuannya itu, hanya diam walau di dalam hatinya ingin sekali memaki pria yang tidak bertanggung jawab ini.


Namun tiba-tiba saja ponsel Andrew berdering dan menampilkan nama Eden di sana.


"Tuan, sedari tadi nyonya besar menelpon, apakah Anda tidak mau mengangkatnya?" tanya Andrew dengan sopan.


Di saat mendengar nama mamahnya, Brio langsung menatap tajam ke arah Andrew, "tidak bisakah kamu mengerti tentang kondisiku saat ini? Atau kamu memang berniat untuk memberitahukan ini semua ke mommy anda daddy," Brio benar-benar tidak bisa menahan emosinya.


Dia sama sekali tidak mau berpikir apapun saat ini selain keadaan Vita dan yang lebih utama bayi itu akan benar-benar hilang di dalam kehidupan mereka.


Setengah jam sudah berlalu, namun tidak ada tanda-tanda jika Vita telah selesai diperiksa. Membuat Brio semakin geram menahan emosinya.


"Apa yang mereka kerjakaan, tidak bisakah mereka melakukaanya dengan cepat?" tanya Brio pada Andrew.


"Saya tidak tahu Mister," jawab Andrew dengan polosnya.


"Aaahhhh, tidak berguna," Brio terus mengumpat tanpa pernah ingin berhenti, bahkan seluruh bahasa binatang keluar dan begitu teratur keluar dari mulut beracunnya itu.


****


Sedangkan di sisi lain, terlihat seorang wanita yang begitu khawatir untuk menunggu cucunya pulang.


"Jendra, kenapa cucuku belum pulang lag?" tanya Vina yang sedari tadi sudah harap cemas dengan keadaan cucunya itu.


Jendra yang sedari tadi duduk dengan laptopnya, kini beranjak dan memperlihatkan pesan yang dikirim oleh Vita tadi.


Vina membacanya dengan teliti, "Aaahhh syukurlah jika dia sedang melakukan syuting, mamah pikir dia diculik lagi," ungkap Vina, yang merasa legah dengan keadaan.


"Iya mah, jadi jangan khawatir lagi ya, tadi juga Vita sudah berjanji kalau sudah selesai syutingnya, dia akan menelpon Jendra untuk mengabari kita semua," ucap Jendra lagi. Yang menenangkan mamahnya agar tidak terlalu gelisah seperti itu.


**To Be Continue. *


**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***πŸ™πŸ»πŸ™πŸ»* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.


*Dan Jangan lupa yah, dukunganyaπŸ₯° jangan Sinder.*


*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**😎*


Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘


**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***😭😭😭*


*Terima kasih**πŸ™πŸ»πŸ™πŸ»*