Partner Ranjang My Uncle

Partner Ranjang My Uncle
Partner Ranjang Chapter 66


🌹 Happy Reading Gengs 🌹


Sudah begitu lama Brio menunggu, dan baru ini ada pemberitahuaan untuk boording pesawatnya. “Apakah kamu akan menaiki pesawat ini juga?” Tanya Brip, ketika Khanza menyelinap di depan barisan.


Dengan tersenyum manis, dan sedikit menaikan sedikit alisnya, Khanza menatap ke arah Brio. “Menurutmu?” Tanya Khanza balik.


Brio mengedikan bahunya singkat, tanda rasa ketidak perduliaannya.


Begitu lama dia menunggu, akhirnya panggilan untuk kelas Bisnis pesawat Singapore Airlines pun tiba.


“Permisi Tuan, boleh lihat tiketnya?” Tanya Pramugari pada Brio, untuk memastikan nomor kursi duduknya.


Brio yang baru pertama kali menaiki pesawat bersama dengan orang - orang asing kini merasa pusing sendiri.


“Ah, di sini Tuan, di barisan ke empat.” Ucap Pramugari tersebut, mempersilahkan Brio untuk duduk di barisan ke empat sebelah kanan, di dekat jendela.


Kursi yang berfasilitas seperti tempat tidur dan juga ada Tvnya, membuat Brio merasa bahwa pesawat ini bisa diberikan angka 7.


Tetapi Brio melihat kursi lain disebelahnya, membuat dirinya merasa bahwa akan ada seseorang yang akan duduk di sampingnya.


Brio melihat - lihat sejenak, dan bertanya - tanya, mahluk seperti apa yang akan bersebelahan dengannya.


“Di sini Nona, tempat Anda.” Suara Paramugari terdengar mengarahkan seorang gadis ke tempat duduk di sebelah Brio.


“Khanza.” Seru Brio, ketika melihat sosok wanita itu lagi.


“Brio.” Balasnya juga dengan antusias.


“Aku tidak menyangka bisa bertemu dan duduk bersebelahan denganmu.” Ucap Khanza padanya.


Brio menyeritkan keningnya bingung, “bukankah di sini memang cuman ada 16 kursi? Jika kamu tidak duduk di sampingku, berarti kamu akan duduk di antara 15 kursi yang lainnya.”


“Iya juga sih.” Balas Khanza membenarkan apa yang dikatakan oleh Brio.


“Ehhmm, bolehkah aku pindah ke tempatmu itu?” Tanya Khanza, meminta agar Brio menukar tempat dengannya.


“Kenapa?” Tanya Brio penasaraan.


“Karena aku suka pemandangan, dan aku suka duduk di sebelah Jendela.” Jawabnya, membuat Brio menganggukan kepalanya pelan.


“Baiklah.” Brio dengan suka rela menukar tempatnya pada Khanza.


Sehingga wanita itu berpikir, bahwa Brio adalah sosok pria yang baik dan mau mengalah untuk wanita, yang meskipun baru dikenalnya.


“Terima kasih.” Khanza menatap Brio kagum, ketika dengan manisnya Brio terlihat seperti sangat berwibawa.


Brio merasa begitu bosan di dalam pesawat, hingga tidak lama kemudian, terdengar pemberitahuaan untuk mereka memasang sabuk pengaman, yang menandakan mereka akan segera take off.


Beberapa pramugari keluar, untuk mendemokan keselamatan pesawat dan beberapa petunjuk yang lainnya. Hal yang paling membosankan bagi Brio, jika di pesawat ini Data ponsel tidak bisa dihidupkan, sehingga dirinya tidak bisa memainkan game online miliknya.


“Perjalanan ke Jakarta 2 jam 30 menit, sepertinya cukup untuk tidur sejenak.” Ucap Khanza, membuat Brio menoleh kepadanya.


“Apakah di sini tidak ada penjual makanan? Aku sangat lapar.” Ujarnya pada Khanza.


“Kamu tadi tidak sempat makan ya?” Tanya Khanza, yang di jawab anggukan kepala oleh Brio.


“Tadi aku hanya sempat memakan pop mie, itupun sudah dua jam yang lalu.” Adunya dengan wajah memelas. Seperti anak yang meminta sesuatu dari orang tuanya.


Khanza merasa sangat tidak tega melihat, sehingga dirinya memilih untuk membuka tas bawaanya. “Ini aku tadi dari rumah sempat berbekal Sandwich, masih ada dua, kamu boleh memakannya, aku masih begitu kenyang.” Khanza menyerahkan kotak belalnya pada Brio, yang diterima dengan begitu antusias.


“Kamu yakin?” Brio bertanya untuk meyakinkan Khanza apakah wanita itu tidak akan menyesal memberikan makanan itu kepadanya.


Khanza tersenyum, ketika Brio berkata seperti itu kepadanya. “Yakin, nanti sekitar satu jam setengah lagi, pasti akan ada pramugari yang memberikanmu makan sangat banyak!” Tungkasnya dengan penuh senyum.


“Kenapa?” Brio bingung dengan kalimat yang baru diutarakan Khanza.


“Kenapa?” Tanya Khanza bingung, dengan menyeritkan keningnya.


“Kenapa mereka memberikan kita makanan?” Tanya Brio, menyambung kalimat pertanyaanya agar lebih jelas.


Khanza tertawa mendengar pertanyaan itu, “apakah kamu baru pertama kali menaiki kelas bisnis atau bagaimana?” Tanya Khanza benar - benar merasa konyol dengan pertanyaan yang diberikan laki - laki di sampingnya ini.


“Apakah ketika kamu membeli tiket kamu tidak membaca? Kalau tiket kita itu sudah include makanan.” Terangnya pada Brio.


“Aku tidak tahu, karena memang aku selalu menaiki Jet pribadi saja.” Balas Brio dengan angkuhnya.


Khanza sepertinya sadar, bahwa Brio ini sebenarnya bukan orang sembarangan.


“Ohh begitu.” Sahut Khanza dengan ekspresi datarnya.


“Siapa nama lengkapmu tadi Brio?” Tanya Khanza penasraan.


“Gabrio Jonathan.” Jawabnya sendiri, mengingat nama yang berada di tiket Brio yang dia lihat tadi.


Sedangkan Brio yang mengetahui bahwa Khanza mengetahui nama aslinya kini hanya memilih untuk bersikap acuh, dan sibuk dengan makanannya.


Mendapatkan Brio yang diam, dan tidak menanggapinya lagi. Khanza memilih untuk mengambil boneka yang selalu menemainya tidur, dan memilih untuk beristirahat sejenak, karena dia memang merasa sangat - sangat lelah, duduk seharian di kursi penunggu.


*****


Sedangkan di sisi lain, Vita dan Langit terlihat berada di sebuah hotel yang berada di bekasi.


Mereka merasa sudah terlalu malam untuk mereka pulang ke Jakarta saat ini. Di tambah lagi, baju mereka yang basah, tidak memungkinkan mereka untuk pulang saat itu juga.


“Selamat malam Tuan, Nyonya, apakah ada yang bisa saya bantu?” Tanya seorang pria yang berada di balik meja Resepsionis itu.


“Saya butuh dua kamar untuk malam ini,” pinta Langit padanya.


“Baik, mau yang Non Smoking atau yang Smoking Tuan?” Tanyanya lagi.


“Non Smoking, dan kamar VVIP.” Pinta Langit lagi.


“Baik, Tuan, bisa saya pinjam ktpnya.”


Langit menganggukan kepalanya pelan, lalu memberikan ktp miliknya serta milik Vita.


“Ehm, Vit, kamu pegang dulu kartuku ini untuk membayar hotel, aku ingin keluar dulu, untuk membeli baju ganti untuk kita.” Ujar Langit, memberikan sebuah kartu debut pada Vita.


“Baiklah, pinnya?” Tanya Vita.


“Sudah aku beri tahu di whatsapp,” jawab Langit, yang lalu dijawab anggukan kepala oleh Vita.


Tubuhnya sudah terlalu dingin untuk menanggapi kalimat - kalimat orang lain, hingga dirinya memilih diam, ketika Langit sudah melangkahkan kakinya keluar hotel.


“Baik Nyonya, untuk dua kamar, satu malam dengan kamar VVIP non Smoking, total harga menjadi 6 juta 8 ratus,” ucap pria itu, dan Vita langsung segera membayarnya menggunakan kartu Debit yang diberikan oleh Langit tadi.


“Baik Nona, ini kartu kamarnya, ada di lantai 15 nomor 612 dan 620. Silahkan, dan terima kasih.” Pria itu terlihat sangat sopan, hingga Vita membalas ucapaan pria itu dengan kalimat terima kasih juga.


“Cukuplah untuk jarak malam ini.” Gumam Vita, yang akhirnya memilih untuk melangkahkan kakinya lebih dulu naik ke atas. Dia tidak mau menunggu Langit di Lobby dengan baju basah seperti itu.


Vita terlihat begitu santai masuk ke dalam Lift, tanpa memerdulikan sekitarannya, sepertinya dirinya sudah lupa, bahwa diriinya adalah seorang public figures dan juga istri dari anak pengusaha nomor 3 dunia, Gabrio Jonathan.


Bahkan dia tidak menyadari, jika tadi sempat ada beberapa orang yang mengambil fotonya saat masuk ke hotel bersama dengan Langit, dan tentu saja tidak sedikit masyarakat yang tahu bahwa suami Vita bukanlah yang ini, lalu siapa yang bersama dengan Vita saat ini?


Note : Gengs, Mimin Infokan untuk karya Aldo Dan Brina Sudah Mimin Update ya , dan udah gangi judul THE MEJESTY I’ts MY HUSBAND.


LANGSUNG SAJA CEK PROFIL MIMIN YA, KALAU RAME MIMIN LANJUT LAGI SOALNYA. TAPI KALAU GAK RAME, MIMIN LANJUTNYA SETELAH KARYA INI SELESAI.


*To Be Continue. **


**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***🙏🏻🙏🏻* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.


*Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.*


*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**😎*


Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘


**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***😭😭😭*


*Terima kasih**🙏🏻🙏🏻*