Partner Ranjang My Uncle

Partner Ranjang My Uncle
Partner Ranjang Chapter 87


🌹 Happy Reading Gengs 🌹


Perlahan namun pasti ciiuman itu berubah menjadi ciiiuman keganasan, membuat malam itu terasa begitu panas untuk mereka berdua.


Brio yang sudah lama puasa, begitu juga dengan Vita, kini merasakan bahwa ini adalah malam pertama mereka setelah pernikahaan mereka.


Mengingat mereka belum melakukkannya lagi setelah mereka menikah, maka pasti Brio akan memperlakukkan Vita dengan lembut.


Dan kelembutan Brio kali inilah, yang membuat keinginan Vita semakin bertambah, bohong kalau dirinya tidak menginginkan lebih dari ini.


Inilah malam awalan mereka kembali, dari awal aln ini mereka berjanji bahwa mereka akan memulai kehidupan mereka.


Atas apa yang terjadi di masa lalu, mungkin memang tidak bisa diperbaiki, namun mereka yakin jika semua masih bisa diperbaiki tergantung niat mereka yang mau berubah atau tidak.


****


“Ahhhhh,,ahhhhh,” suara kenikmatan terdengar tanpa terfilter dari mulut mereka.


Rasa kenikmataan yang membuat mereka pertama kalinya merasakan kenikmatan itu nyata secara tulus.


Jika sedari dulu mereka melakukkan hal itu karena terpaksa satu sama lain, maka kali ini mereka memang memulai hubungan itu sedari awal benar - benar dengan sikap yang sama - sama saling belajar mencintai.


****


Mereka melakukkan kegiatan itu hingga pukul 8 malam, Brio benar - benar memporsir tenaga Vita untuk melayaninya tiga kali ronde dalam 2 jam.


“Io, bangun!!!” Panggil Vita, ketika melihat Brio yang lelah langsung tertidur.


Brio yang terasa begitu lelah, berusaha bangun, karena dia tahu Vita saat ini sedang lapar.


“Io, kamu mau kemana?” Tanya Brina, ketika melihat Brio beranjak berdiri dari tidurnya.


“Mau meminta Beverly untuk menyiapkan makan malam untuk kita.” Jawab Brio dengan santai.


“Hiskk,,hiskkk,” Vita terdengar menangis, membuat Brio menjadi panik karenannya.


“Vita, kamu kenapa?” Tanya Brio yang khawatir langsung mendekat ke arah Vita.


“Perut aku sakit, bekas operasinya nyeri banget, hue,,huee.” Keluh Vita, merintih kesakitan, karena permainan mereka tadi yang membuat perutnya terasa begitu nyeri.


“Ya sudah, kalau begitu makan malam dulu ya, setelah itu baru minum obat dan istirahat.” Ucapnya, sembari membantu Vita untuk bangun dari tidurnya.


Brio dengan telaten membantu Vita mengenakan bajunya kembali, “kamu tunggu di sini dulu, biar aku beri tahu Beverly untuk menyiapkan makan malam untuk kita.” Tandas Brio meminta Vita untuk duduk di kamar terlebih dahulu, agar tidak banyak berjalan.


Vita menganggukan kepalanya pelan, lalu melihat Brio yang sudah melangkahkan kakinya keluar.


“Beverly,” panggilnya pada pembantunya.


“Ya Sir,” sahut Beverly dan langsung cepat menghampirinya.


“Siapkan makan malam untuk kami! Jangan lupa dipanaskan terlebih dahulu!” Perintah Brio pada Beverly.


“Baik Sir,” jawab Beverly, dan langsung bergegas ke dapur untuk menyiapkan makan malam untuk majikannya.


Setelah menyuruh Beverly menyiapkan makan malam, Brio kembali ke kamar untuk membantu Vita keluar kamar. “Apakah kamu bisa berjalan? Atau mau aku minta Beverly membawakan makanannya ke dalam kamar saja?” Tanya Brio pada Vita, yang dijawab dengan gelengan kepalanya pelan.


“Tidak, aku bisa tahan kok sakitnya, aku akan keluar saja, dan makan di luar,” jawab Vita yakin, dan lalu meminjam tangan Brio untuk membantunya bangun.


Brio sebenanrya tidak tahu situasi ini, dia juga belum pernah tahu apa yang harus dia lakukkan jika berada dalam situasi ini. Namun yang jelas dia akan berusaha mencoba menjadi yang terbaik untuk Vita.


“Ini apa?” Tanya Vita, ketika melihat sayuran yang begitu asing baginya.


“Itu namanya Lady’s finger Madam,” jawab Beverly memberitahu nama sayuran yang baru pertama kali di lihat oleh Vita.


“Ambilkan saya sendok!” Pinta Vita pada Beverly.


Dengan segera Beverly mengambilkan sendok untuk majikan perempuannya itu. “Ini Madam.” Ujarnya, memberikan sendok untuk Vita.


“Thanks,” seru Vita, dan mengambil sendok dari Beverly, untuk mencicipi sayur yang terasa asing baginya.


“Hemmm, Not Bad,” komentarnya pada sayur itu.


“Kata orang, sayur itu bagus untuk memperbaiki reproduksi wanita Madam,” jelas Beverly pada Vita.


“Ohh, begitukah?” Vita menganggukan kepalanya paham mendengar penjelasan dari Beverly.


Sedangkan Brio terlihat hanya diam saja, karena merasa obrolan itu sangatlah tidak penting sekali.


Setelah Beverly pergi ke belakang, barulah Vita kini melirik ke arah Brio yang sejak tadi hanya diam saja menikmati makan malam mereka.


“Kamu tahu, Langit teman aku kemarin hari ini sudah menikah, dia mendapatkan jodoh yang sesuai dari orang tuanya.” Vita berusaha membuka obrolan dengan Brio, karena dia merasa Brio kali ini terlihat lebih dingin dari yang sebelumnya.


“Oh ya, selamat untuk mereka.” Respon Brio dengan singkat, membuat Vita tertegun mendengarnya.


“I think you don’t like me here.” Lirih Vita pelan, dan kembali fokus dengan makananya. Tanpa kembali membuka suaranya.


Brio menghela nafasnya berat, lalu memilih untuk meletakan perlatan makannya ke meja. “Aku tidak ada bilang aku tidak suka, hanya saja kita berdua masih butuh waktu untuk semuanya kembali normal.” Jelas Brio pada Vita.


Vita hanya diam saja, tanpa ada mood lagi terlihat untuk makan, terbukti saat ini dia hanya mengaduk - ngaduk saja makanannya yang di meja.


Brio sejenak terdiam, karena tidak tahu mau melakukkan apa, hingga dia terlihat memilih untuk memeluk tubuh Vita. “Aku hanya butuh waktu saja, agar bisa terlihat biasa, aku beberapa hari ini begitu lelah dengan pekerjaanku, please kamu tidak memasukkannya ke hati.” Ungkap Brio dengan tulus.


Sejujurnya memang dirinya bukan tidak menyukai kehadiran Vita, malah sejujurnya dia senang Vita di sini. Hanya saja dia masih belum bisa mengendalikan sikapnya, apa lagi mengingat kejadian kemarin.


“Aku senang kamu di sini, aku bahagia kamu mau kembali bersamaku, tapi jangan pergi lagi dan beranggapan aku tidak menyukaimu. Please buang jauh - jauh pikiranmu itu. Karena aku di sini akan berusaha memperbaiki kesalahan yang pernah aku perbuat.” Brio berjanji akan berusaha merubah sikapnya, agar Vita tidak lagi pergi darinya.


“Baiklah, aku percaya janjimu.” Jawab Vita, yang lalu Brio mendaratkan sebuah kecupan kecil di kening Vita.


“Terima kasih,”


“Iya.”


*To Be Continue. **


**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***🙏🏻🙏🏻* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.


*Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.*


*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**😎*


Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘


**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***😭😭😭*


*Terima kasih**🙏🏻🙏🏻*