Partner Ranjang My Uncle

Partner Ranjang My Uncle
Partner Ranjang Chapter 65


🌹 Happy Reading Gengs 🌹


Saat ini Vita dan Langit baru saja sampai di Taman Safari, setelah dua jam perjalanan, mereka baru saja masuk ke dalamnya. “Mana tadi wortel yang kita beli taruh di sini!” Ujar Langit pada Vita, yang terlihat begitu asyik melihat hewan - hewan yang baru mereka liat.


“Wahhh ini lucu banget,” seru Vita, ketika dirinya melihat kancil yang mendekati mobil mereka.


“Benar, lucu sekalikan.” Sahut Langit yang dijawab dengan anggukan kepala oleh Vita.


“Apakah mereka bisa memakan Wortel ini?” Tanya Vita pada Langit.


“Tentu saja, kamu bisa coba dengan memberikannya.” Jawab Langit, yang langsung membuka kaca jendela mobil dan memberikan makanan kepada hewan - hewan yang mulai mendekati mereka.


“Hahahahhaa mereka lucu sekali.” Tawa Vita kembali pecah, ketika dia merasakan dekat dengan inteaksi antara dia dan heean - hewan tersebut.


Apa lagi ketika dia melihat kepala jerapah masuk dan mendekat ke arah Langit. Tawanya semakin pecah, dan menganggap seperti dirinya tidak mempunyai masalah apapun.


Setelah berkeliling dengan begitu puas, kini Vita dan Langit mengganti destinasi mereka ke sebuah taman bunga yang berada di bogor. Vita yang begitu asyik dengan sekitaraanya, membuat Langit ingin sekali mengambil foto untuk menjadi simpanan arsipnya.


Tidak lupa dia memposting beberapa foto Vita, dan menyematkan bentuk ❤️ di dalamnya.


My future Wife


Dia memposting foto Vita di dalam Laman Twitter dan Instagramnya, tanpa dia tahu, apa dampak yang akan terjadi ketika foto Vita dengan dirinya tersebar di media sosial.


Tetapi seakan menepis akan hal itu, Langit malah mendekat dengan Vita dan mengambil Selfi bersama. “Vit ayo kita foto dulu.”’pinta Langit, dan Vita malah menyetujuinya.


“Wahh, serasi sekali pasangan itu,” tunjuk pengunjung yang tidak sengaja melihat kemesraan mereka.


Vita yang tersadar akan hal itu, kini menjadi kikuk dan menjauh dari Langit beberapa meter.


Langit yang tidak ingin menghilangkan kesempatan untuk mengambil kembali hati Vita, kini mencari cara supayan Vita mau dekat dengannya kembali.


Lalu dia melihat pengamen anak - anak yang terlihat begitu lesuh. “Dek, pinjamkan gitarmu ya.” Seru Langit, yang lalu mengambil alih gitar dari anak itu.


Trenggg, treenggg, petikan gitar, membuat Vita dan beberapa pengunjung menatap ke arahnya.


“Saat kuputuskan bertemu orang tuamu, ku yakinkan diri kaulah yang terbaik, dan saat kau memilih aku yang pantas untukmu hati ini berikrar tuk slalu menjagamu.” Suara merdu dari Langit membuat beberapa pengunjung ikut bernyanyi bersamanya, bahkan berhenti untuk sekedar mendengar suara merdu dari seorang pria tampan, dan tak lupa memberikan uang kepada anak pengamen tadi, sedangkan mata Langit, terus menerus menatap ke arah Vita, yang terus saja salah tingkah karena ulah Langit.


“Ku yakin kaulah jawaban di setiap pintaku, walau ku belum tau namamu, bisikkan di sujudku, di sepertiga malamku, untuk kehadiranmu sempurnakan imanku.” Anak yang sedari tadi melihat paman yang mengambil gitarmya itu menatap seorang wanita, dirinya langsung berinisiatif menarik Vita untuk mendekat ke arah Langit.


“Saat kau memilih aku yang pantas untukmu hati ini berikrar tuk slalu menjagamu,”


“Ku yakin kaulah jawaban di setiap pintaku walau ku belum tau namamu, bisikkan di sujudku, di sepertiga malamku, untuk Kehadiranmu sempurnakan imanku.”


“Buang cerita lamaRangkai cerita baru, Menua bersama.”


“Ku yakin kaulah jawaban di setiap pintaku walau ku belum tau namamu, Bisikkan di sujudku, di sepertiga malamku, untuk


Kehadiranmu sempurnakan Imanku.”


Plokkkkkk,,ploookkkl,,ploookkk, suara ricuh tepuk tangan mengiringi ketika Langit selesai menyanyikan lagu tersebut. Bahkan ada yang tak henti - hentinya memberikan ucapan doa semoga langgeng untuk Langit dan Vita.


Vita dan Langit kini tersenyum bersama saling tatap - tatapan, seperti anak muda yang baru mengenal cinta.


“Terima kasih paman, karena paman hari ini saya mendapatkan uang banyak.” Ujar anak itu, yang lalu mengambil alih gitarnya dari tangan Langit.


“Hari ini Ibu saya ulang tahun Paman, dan dengan uang ini akan saya belikan hadiah untuknya.” Seru anak itu, ketika melihat dirinya mendapatkan uang sebanyak 230 ribu.


Langit yang merasa iba, langsung memberikan uang sejuta kepada anak itu. “Pergunakan dengan baik uang ini ya,” ucapnya pada anak itu.


Sontak saja, siapa yang tidak bahagia, ketika dikasih uang sebanyak itu. “Terima kasih paman, terima kasih, aku juga bisa membelikan obat untuk ibu.” Anak itu memeluk tubuh Langit dengan erat, sebelum akhirnya dia melepaskannya dan pergi begitu saja meninggalkan Vita dan Langit yang masih berdiri dengan senyuman di wajah mereka.


Gluddukkll,,gluduuukkk, suara guntur terdengar yang perlahan di susul dengan langit yang begitu gelap.


“Apakah kamu mau ke mobil saja?” Tanya Langit pada Vita.


“Tidak,” jawabnya tegas.


“Tidak?”


“Iya Tidak,”


Kritikk,,kritikk, suara hujan deras turun membasahi ke duanya yang masih terus berdiri di tengah taman.


“Karena kita akan menikmati hujan ini dengan menari di bawah hujan.” Ujar Vita, yang lalu berputar menikmati air hujan yang mulai membasahi wajahnya.


“Dancing in the Rain.” Lirih Langit pelan, dan terasa mungkin juga menyenangkan.


Melihat Vita yang begitu asyik menikmati hujan, Langit langsung memeluk tubuh mungilnya untuk mendekat dengannya.


Langit menatap wajah Vita dengan begitu lekat, dan begitu juga Vita yang langsung terpaku dengan wajah yang sudah begitu lama dia rindukan.


Di saat hidung mereka mulai bersentuhan, baik Vita dan Langit sama - sama terpaku dan tanpa sadar memajukan bibir mereka untuk sekedar berkecuupan.


“EIh, kitakan hanya teman.” Ujar Vita cepat - cepat menjauhkan dirinya dari Langit, sebelum bibir mereka bersentuhan.


Langit tersenyum dengan ucapan Vita. “Hanya teman, hahahah.” Ucapnya mengulang kalimat Vita.


“My Friend.”


Tetapi kembali tubuh mereka saling berdekatan dan saling berpelukan. “Aku tidak akan melupakan momen ini sampai selamanya.” Langit berkata serius dengan Vita.


“Hahahah, apakah benar? Aku tahu kamu hanya bercanda.” Vita menanggapi kalimat Langit dengan candaan yang riang.


Sampai akhirnya meraka benar - benar menari dan berdansa di bawah hujan, tanpa mereka memikirkan waktu yang sudah mendekati malam hari.


Yang mereka pikir saat ini, dunia ini hanya tinggal mereka berdua saja, bahkan Vita sepertinya lupa, bahwa dirinya sedang hamil dan parahnya dia sudah menikah tetapi hatinya masih mencintai mantannya ini.


****


Sedangkan di sisi lain, Brio yang begitu lelah, akhirnya memilih untuk beristirahat sejenak di kursi menunggu. Tanpa dia sadari dia tertidur karena lelah seharian berkeliling.


“Tuan,, tuannn,” panggil seseorang yang sejal tadi berada di sampingnya.


Brio terbangun, dan melihat seorang wanita yang membangunkannya. “Setengah jam lagi, pesawat kita akan boording Tuan, jika kamu tertidur, dan tertinggal nanti bagaimana?” Wanita itu terlihat begitu sopan di hadapan Brio.


Membuat Brio yang tadinya ingin marah karena seseorang yang berani membangunkannya itu ternyata adalah seorang wanita yang cantik.


“Dari mana kamu tahu aku akan menaiki pesawat itu?” Tanya Brio begitu penasaraan.


“Anda tidak sadar, jika Anda sedari tadi memegangi tiket Anda?” Tanya wanita itu dengan lembut.


“Khanza,” ucapnya menyebutkan namanya.


Brio yang bingung menatap wanita itu, dan lalu wanita itu mengambil tangan Brio, untuk menerima uluran tanganya. “Gabrio Jonathan,” sambung wanita itu, sembari melihat tiket yang berada di tangan Brio dan memperlihatkan nama lengkapnya.


Merasa kikuk karena kecolongan dua kali, Brio tersenyum tipis menanggapi wanita, yang sekatang tengah fokus dengan membaca buku di tanganya itu.


“Cantik.” Batin Brio, diam - diam memuji kecantikan Khanza.


Sekalian Deh Visual Khanza ya



Note : Gengs, Mimin Infokan untuk karya Aldo Dan Brina Sudah Mimin Update ya , dan udah gangi judul THE MEJESTY I’ts MY HUSBAND.


LANGSUNG SAJA CEK PROFIL MIMIN YA, KALAU RAME MIMIN LANJUT LAGI SOALNYA. TAPI KALAU GAK RAME, MIMIN LANJUTNYA SETELAH KARYA INI SELESAI.


*To Be Continue. **


**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***🙏🏻🙏🏻* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.


*Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.*


*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**😎*


Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘


**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***😭😭😭*


*Terima kasih**🙏🏻🙏🏻*