Partner Ranjang My Uncle

Partner Ranjang My Uncle
Partner Ranjang Chapter 39


🌹 Happy Reading ya Gengs 🌹


Di saat mereka tiba di depan ballroom, Vita langsung memeluk lengan kekar Brio, walaupun pria itu tidak menginginkanya.


"Kenapa kamu harus memelukku di depan umum seperti ini?" tanya Brio, dia merasa enggan ketika ada seorang wanita yang begitu dekat denganya di tempat umum.


"Hari ini adalah hari pernikahaan kita, dan sudah seharusnya kita masuk ke dalam dengan bergandengan tangan seperti ini, lagian kamu tidak lupa bukan, bahwa aku adalah Aktris dan Model Internasional. Jadi aku rasa gak akan ada masalah jika aku memeluk lenganmu seperti ini, dan kamu tidak akan malu, justru harusnya kamu bangga, karena istrimu ini adalah seorang aktris." Vita menerangkan kepada Brio bahwa bukan seperti itu harusnya pengantin baru bersikap, dan lagian apa sebenarnya yang ditakuti oleh Brio? Kenapa sampai dia begitu enggan hubungan antara mereka terpublish.


"Terserah," jawab Brio dengan ketus.


Vita tersenyum sejenak, lalu mengusap perut ratanya dengan bahagia. "Baby V, kamu dengarkan sayang, daddy mengizinkan kita memeluknya sayang." Ucap Vita lirih, mengobrol sejenak pada babynya.


"Vit kamu dah gila ya," sentak Brio, dan langsung melepaskan tangan Vita dari lengannya.


"Enggak, aku gak gila, anak kita butuh diajak bicara jugakan," sahut Vita dengan santainya.


"Io, anak kita pengen kamu kecupanmu," pinta Vita, yang semakin membuat Brio ingin seki menjambak rambut Vita saat ini juga.


Namun, baru saja Brio akan membuka mulut untuk memaki Vita, tiba - tiba saja, Mario datang menjemput mereka.


"Kenapa kalian lama sekali? Semua tamu sudah menunggu di dalam," tanya Mario, dengan wajah kesal, melihat pasangan pengantin ini bukannya masuk ke dalam, malah terus sibuk mengobrol.


"Kakek," panggil Vita dengan pelan pada Mario.


"Ada apa Vita?


"Baby V menginginkan daddynya untuk mengecupnya, tetapi Brio tidak mau dad," adu Vita pada mertuanya. Dia sangat tahunjika Brio hanya takut dengan Daddy dan Mommynya. Sebab itulah Vita akan selalu menggunakan kedua mertuanya itu untuk mengerjai Brio.


"Brio," tegur Mario langsung pada putranya.


"Dad, come on, ini tempat umum, apakah dia mau memperlihatkan ke semua orang bahwa dia telah hamil?" Brio mencari alasan untuk menghindari permintaan dari Vita dan daddynya.


Mario tersenyum menanggapi kalimat dari putranya, ingin sekali dia memukul kepala putranya agar tidak terus mencari alasan kebohongan untuk menghindari Vita.


Brio, ini adalah Negara France, Paris, Perancis, Eropa, kamu tahu artinya apa? Tanya Mario pada Brio yang pasti mengerti dengan maksud dari daddynya.


Merasa jengah dengan keadaan, Brio memilih untuk mengalah terlebih dahulu dengan menundukan sedikit tubuhnya dan menceput perut Vita dengan sayang. Melihat kejadian mesra putranya, Mario memilih untuk meninggalkan keduanya terlebih dahulu. "Jangan lama - lama, tiga menit lagi kalian masuk." Pesan Mario sebelum dirinya meninggalkan keduanya.


Vita merasa begitu bahagia, tanpa mereka sadari Vika dan Alson baru saja datang dan melihat adegan romantis itu, membuat keduanya menatap heran ke arah Brio.


"Bukankah, tadi dia bersikap kasar dengan kita? Lalu kenapa sekarang secepat kilat dia sudah berubah?" Tanya Vika pada suaminya.


Alson memilih untuk mengedikan bahunya singkat, ketika dia malas atau marah dengan seseorang, Alson selalu saja memilih untuk diam tanpa ingin menegur atau berkata apapun. Dia masih terlalu sakit dengan kalimat - kalimat yang dilontarkan oleh Brio tadi terhadap keluargannya.


"Puas kamu," lirih Brio pelan, tidak mau sampai orang lain mendengar jika dirinya sedang bertindak kasar oleh istrinya.


Vita menganggukan kepalanya pelan, lalu menatap Brio dengan lekat. "Sekarang ayo kita masuk," ajak Vita, dan kembali lagi melingkarkan tanganya pada lebfan kekar suami yang tadi smepat ditepis begitu saja.


Brio menghela nafasnya kasar, karena dia sana sekali tidak bisa menolak, dia harus menetima karena itu adalah sebuah sandiwara yang mengharuskan mereka untuk bertingkah mesra pada malam ini.


***


Dengan langkah yang begitu eleghant, Brio dan Vita yang terlihat sangat anggun, kini berjalan mengayunkan langkah mereka masuk ke dalam ballroom. Tempat resepsi pernikahaan mereka yang telah disulap demikian rupa mewahnya, dengan menyongsong tema Garden, dan semuanya terlihat hijau.


Ballroom yang dihiasi oleh dedaunan hijau, ungu serta bunga asli yang menambah aroma segar setiap kali kita menarik nafas.


Tak lupa hamparan bunga yang berwarna - warni itu menambah kesan romantis yang ada di dalam ruangan mewah tersebut.


Brio dan Vita kini terlihat masuk dengan diiringi oleh pedang pora bagaikan sebuah raja dan ratu yang sebenarnya.


Namun, arah tatapan Brio jatuh kepada sosok yang sedari kemarin ingi dia temui. Pria bertopeng yang saat ini sedang berdiri tidak jauh darinya di antara segrombolan para tamu.


Akan tetapi Brio berusaha mengacuhkanya, dan memilih untuk terus fokus pada pernikahaanya. Untuk masalah proa bertopeng itu, nanti akan dia urus.


"Apakah kamu bahagia?" tanya Vita, yang ingin berusaha untuk bersikap lembut pada Brio.


Dia pernah dengar, ketika orang berkata, sebuah api jika bertemu dengan api, maka jadinya akan lebih membesar, namun coba saja api dipertemukaan dengan air, maka pasti dia akan padam dengan sendirinya. Meskipun kobaran api itu sangatlah besar, lambat laun pasti akan menghilang. Itulah yang dirasakan oleh Vita saat ini. Jika dia juga harus bersikap tegas pada Brio, maka tidak akan pernah ada ujung dari permasalahaan mereka.


Walaupun sifat lembut bukanlah karakter Vita, namun dia akan terus berusaha menjadi air yang akan memadamkan api di dalam hati Brio.


Di saat tadi Brio mengeluarkan hinaan untuk mamah dan papah tirinya, sekilas Vika mengetahui bahwa ada dendam di dalam hati suaminya untuk keluarganya.


Meskipun dia tidak tahu dendam apa yang ada, namun dia akan terus berusaha untuk meghapuskan dendam itu, dan ingin memperbaiki nama mamah dan papahnya di mata pria yang kini telah menjadi suaminya.


"Vit, aku ada urusan sebentar, bisakah aku pergi?" tanya Brio, tidak ingin memancing keributaan jika dia hanya pergi begitu saja.


Dengan cepat Vita menggelengkan kepalanya dan mempererat gandengan tangan mereka. "Ini pesta pernikahaan kita, bukan birthday party yang membuatku harus berdiri sendiri di sini menghadapi semua tamu," ucap Vita tegas pada suaminya.


"Vita," panggil Jendra, yang kini terlihat mengukurkan tangan pada putrinya.


"Papah," sahut Vita dengan pelan, lalu tersenyum sambil menerima uluran tangan papahnya dan membesakan Brio begitu saja.


"Ayo kita berdansa sayang." Jendra mengajak putrinya berdansa sebagai rangkaian acara pembuka di dalam resepsi pernikahaan putrinya.


Vita menganggukan kepalanya pelan, dengan senyum yang begitu bahagia dia menari berdansa dan dikuti oleh pasangan lainnya.


Alson dengan Vika, Jenni dengan Arvan, Eden dengan Mario, dan Griffin dengan Lyla.


Sedangkan Brio, terlihat berdiri saja tanpa tahu harus berdansa dengan siapa. Lalu tiba - tiba saja ada yang menghampirinya, dan menyenggol bahunya sedikit. "Mau berdansa denganku?" tanya wanita itu dengan sangat lembut.


Brio tertawa melihat wanita yang tidak lain adalah adik kecilnya sendiri, sudah begitu berani bersikap genit kepadanya.


"Gabrina," tegur Brio sembari menggelengkan kepalanya gemas melihat adiknya yang sudah begitu lama tidak bertemu dengannya.


Karena selama ini Brina berada di London untuk melanjutkan kuliahnya yang setahun lagi akan lulus Master.


"Mau tidak?" tanya Brina lagi, di saat tidak mendapatkan jawaban dari kakaknya. Sebenarnya Brina sangat tahu jika saat ini kakaknya sedang mencuri star untuk kabur dari pesta ini. Namun, karena kecerdikan yang dimiliki oleh Brina, maka dengan alasan ingin berdansa, dia akan mengagalkan rencana busuk kakaknya. Hahahhah.


*To Be Continue. **


**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***πŸ™πŸ»πŸ™πŸ»* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.


*Dan Jangan lupa yah, dukunganyaπŸ₯° jangan Sinder.*


*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**😎*


Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘


**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***😭😭😭*


*Terima kasih**πŸ™πŸ»πŸ™πŸ»*