
πΉ Happy Reading ya Gengs πΉ
"This still morning, then we want to do at the kitchen? Are you sure?" Tanya Vita, di saat Brio sudah mulai menarik pakaianya turun, sehingga bagian tubuh atasnya sudah terpampang dengan nyata.
"Why not? Ini adalah sensasi baru untuk kita," jawab Brio, dan tanpa ingin berpikir lagi? Dirinya langsung menghiaassap putling merah milik Vita, menyeesaapnya lalu menjlLatnya, seakan - akan di sana ada susu.
Dengan lembut Brio menjillat dan menghisaap yang dibagian kanan, lalu berpindah ke bagian kiri.
"Aahhhsshh, Io, pelan - pelan," ucap Vita, di tengah - tengah rasa gairaahhnya.
Brio menganggukan kepalanya pelan, lalu dia menyatukan kedua gunung bromo itu menjadi satu di tengah, dengan menekan bagian ujung hingga kedua putling itu berdekatan. Untuk ukuran gunung bromo milik Vita, ini sangatlah mengkal, pada dan putih mulus. Dengan tidak sabaran Brio langsung menghiisaap kedua putling itu bersamaan, sehingga Vita hanya bisa memajukan da danya dan membuat Brio tersenyum lebih senang.
Tidak hanya sampai di situ saja, lidah Brio mulai turun dan menjil ati seluruh tubuh Vita hingga berputar - putar dan memainkan lidahnya itu di atas pusar milik Vita.
Tanpa Brio sadari, Vita sudah setengah mati menahan rasa puncaknya, hingga belum disentuh sepenuhnya saja, Vita sudah melakukan pelepasaanya terlebih dulu.
"Oh My, kamu sudah keluar duluan tanpa mengajakku? Hem?!" Brio menatap wajah Vita yang sudah bersemu malu, dan tanpa aba - aba Brio langsung melebarkan paha istrinya, dan tersenyum puas ketika melihat apom istrinya yang sudah sangat becek. Sehingga dengan iseng Brio menarik segitiga istrinya hingga membentuk seutas tali hingga masuk ke dalam belahan daging apom milik Vita.
Brio langsung memainkan segitiga itu dengan menggerakanya naik turun, memainkan biji kacang di dalam apom Vita.
"Aahhsshjh, Brio, apa yang kamu lakukan?" Vita sudah benar - benar tidak bisa mengendalikan otaknya.
Ditambah lidah Brio yang mulai bermain di bawah sana, dan menghis ap habis semua cairan miliknya. Bahkan Dengan lihainya Brio bermain lagi. Namun dia tidak betah dengan segitiga yang sedari tadi menganggunya dan mengesek - gesek pipinya, lalu dengan cepat Brio langsung mengambil gunting dan memotong segitiga itu hingga robek tak berbentuk. Dan kemudian dia melanjutkan lagi teknik lidahnya yang sampai membuat Vita mendapatkan pelepasaanya untuk yang kedua kali.
Dan di saat Vita ingin mendapatkan pelepasaanya untuk yang ketiga kalinya, Brio langung berhenti, dan segera berdiri memandang wajah penuh naaffsu oleh istrinya.
"Io, kok berhenti sih?" tanya Vita dengan wajah memelasnya, pasalnya dia baru saja ingin melakukaan pelepasan namun Brio malah menghentikaanya, membuat dia berusaha memainkan apomnya sendiri, akan tetapi Brio langsung menarik tangannya.
"Aku akan membuatmu lebih merasakan apa itu puas," bisik Brio, dan langsung membuat palkon kukubirdnya menyentuh dinding - dinging apom milik Vita. Hingga cairan milik Vita harus meleber keluar, "ahhh ayo cepatin," pinta Vita, namun dengan santainya Brio hanya memasukan kukubirdnya itu sedikit sekitaran 2 cm, untuk membawa semua cairan yang masih tersimpan di dalam apom itu keluar.
Karena merasa tidak sabaran, Vita memajukan sedikit bokingnya, agar kukubird suaminya bisa segera masuk.
"Balik badan, nunggungg," pinta Brio, dan dengan patuh Vita langsung menurut dan membuat posisi semakin membuat Brio merasakan gaiiirah yang sangat luar biasa.
Di saat Brio mencoba memasukan kukubirnya ke dalam gawang apom milik Vita, kukubirdnya selalu saja meleset, hingga Brio yang kesal langsung memasukan jarinya agar otot - otot apom milik Vita bisa sedikit rileks.
"Aahhhh,, Io, sakit," jerit Vita, ketika Brio mulai memaksakan kukubirdnya masuk ke dalam surga dunia.
Suara kenikmataan mereka mulai terdengar saling bersahutan, pagi ini benar - benar mereka lewati dengan begitu indah. Bahkan mereka sampai melupakan sarapan mereka yang akhirnya membawa mereka pada kenikmatan.
***
"I love you Vita," gumam Brio, di saat dia melihat mata istrinya yang sudah tertutup. Dia sangat tahu jika istrinya pasti sangat kelelahan karena melayani naaafsunya yang bagaikan se-ekor kuda.
Vita mendengar suara ungkapan cinta dari suaminya yang samar - samar, dia begitu menikmati pelukan hangat yang selama ini dia inginkan. Brio selalu saja meninggalkan dirinya ketika habis berhubungan, jika tidak pria itu pasti akan mengacuhkaanya, dan akan memeluknya ketika dia menginginkan lagi.
Namun tidak dengan kali ini, Suaminya itu benar - benar memberikan kasih sayang yang sebenarnya, seakan - akan Brio memang tahu jika Vita membutuhkan pelukaanya itu.
Di saat nyawa Vita baru saja ingin hilang, tiba - tiba saja dia teringat akan satu hal, membuat dia sontak terbangun dan melihat Brio yang juga terbangun karenanya.
"Ada apa sih?" tanya Brio bingung.
Brio memutar bola matanya malas, menurutnya Vita sangatlah berlebihan, "kamu tahu tidak?! Ini itu masih jam sembilan pagi, dan dokter itu pasti buka jam sepuluhan, kalau tidak kita ambil jam sorekan bisa," ucap Brio, yang membuat Vita langsung menghelas nafasnya panjang.
"Tidur dulu ya," ajak Brio, sambil menarik tubuh istrinya untuk kembali tidur bersamanya.
"Tidak, aku lapar, aku ingin membersihkan tubuhku dulu, baru menyelesaikan masakan yang tadi belum selesai," ucap Vita, dan bergegas turun dari tempat tidur, sebelum suaminya itu akan meminta haknya lagi.
"Ahhh, dia pasti hanya beralasan saja," gumam Brio, dan kembali melanjutkan tidurnya, karena sudah diberikan suplemen oleh istrinya.
***
Selepas Vita mandi, dia melihat suaminya yang sedang tertidur, hanya bisa menghela nafasnya, sambil menggelengkan kepalanya pusing.
"Bisa - bisanya dia tidur lagi, di saat sudah mendapatkan jatah." Vita hanya bisa mengumpat dalam hati, mengingat jika Brio selalu mengatakan bahwa dia adalah tukang tidur, karena ternyata yang ngomong sendiri juga tukang tidur.
"Sudahlah, aku selesaikan masakanku saja, karena aku tahu bangun tidur dia pasti akan lapar," ucapnya, memilih untuk masuk ke dalam dapur, untuk menyelesaikan masakkannya yang harus terhenti karena melayani suaminya di pagi hari.
***
Sedangkan di sisi lain, terlihat seorang pria yang tengah marah besar kepada seluruh anak buahnya. "Aarrrgghh, sialll! Bagaimana bisa ada yang menghack semua akunku seperti ini?" tanyanya pada seluruh anak buah yang bekerja di bawahnya.
"Maaf Lord, kami juga tidak tahu, tetapi semua ini pasti hanya bisa dilakukan oleh Kakek Anda Lord," jawab salah satu anak buahnya.
Griffin menganggukan kepalanya pelan, merasa setuju dengan apa yang dikatakan oleh anak buahnya itu.
Karena pasalnya, Griffin adalah hacker terhandal yang pernah ada setelah opa-nya, namun sekarang, bagaimana bisa ada seseorang yang menghapus seluruh data yang dia punya, termasuk vidio milik Lyla, kini semua hilang begitu saja.
"Aku akan menemui pak tua itu sekarang," lirihnya pelan, sambil membawa laptop yang kasong.
"Waduhh, gawat, kenapa kamu bicara seperti itu pada Lord Griffin?" tanya Mereka pada teman yang tadi memberikan jawaban kepada Bosnya.
"Lah, kan aku tidak tahu, aku hanya menjawab apa yang kita ketahui, siapa lagi di dunia ini yang bisa menghack akun sampai habis total seperti itu jika bukan Lord Arvan? Tidak ada yang pernah melakukaanya," jawabnya dengan santai.
"Jika kamu masih baru di sini jangan asal bicara! Karena selain dua orang itu masih ada orang lain yang bahkan lebih handal dari mereka! Jadi siap - siap lidahmu akan dipotong oleh Lord Arvan karena sudah sembarangan bicara buruk tentangnya, kamu mengadu domba antara kakek dan cucunya." Ungkap senior mereka, yang sudah begitu lama bekerja dengan Arvan dari sebelum Griffin terlahir.
*To Be Continue. **
**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***ππ»ππ»* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.
*Dan Jangan lupa yah, dukunganyaπ₯° jangan Sinder.*
*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**π*
Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **πLike,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****ππ
**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***πππ*
*Terima kasih**ππ»ππ»*