Partner Ranjang My Uncle

Partner Ranjang My Uncle
Partner Ranjang Chapter 35


🌹 Happy Reading ya Gengs 🌹


Setelah tiga hari berlalu, hari ini adalah hari pernikahaan antara Vita dan Brio terjadi, sedari tadi Vita hanya terdiam di dalam kamarnya sambil terus menunggu papahnya datang.


“Apakah papah tidak akan datang,” gumamnya pelan, dengan terus melihat waktu yang berputar dengan cepat.


Dan tiba-tiba saja, di saat dirinya kembali termenung, Vika dan Alson datang untuk menjemput Vita agar bergegas menuju Gereja tempat acara berlangsung.


“Papah kenapa belum datang? Apakah mamah melarangnya untuk datang? Aku tidak percaya mamah bisa setega ini sama kami.” Vita merasa sangat marah dengan mamahnya, hingga dia langsung berjalan sendiri keluar dan meninggalkan mamah dan papah tirinya begitu saja.


“Vita,” panggil Vika. “Sudah, ayo kita berangkat saja, nanti kita akan bertemu di sana,” ucap Alson, menenangkan istrinya yang terlihat seperti ragu.


****


Sesampainya di Gereja, betapa terkejutnya Vita, ketika melihat Jendra, opa Dyzon dan oma Vina yang sudah lebih dulu menunggunya di sana.


“Papah, oma, opa,” lirihnya pelan, dan bergegas untuk memeluk ketiganya. Vita yang tadinya murung kini terlihat sangat bahagia ketika melihat papahnya ada di sini. Bahkan dirinya sampai menangis karena tidak tahu bagaimana cara mengungkapkannya.


Sedangkan Vika, kini merasa begitu sakit di hatinya, ketika meningat Vita yang mengacuhakannya beberapa hari ini karena niatnya ingin memutuskan hubungan antara anak dan papahnya namun gagal, dan malah berakhir baper ketika melihat kebahagiaan Vita bersama dengan Jendra.


“Papah kenapa blokir Vita? Harusnya papah itu bilang sama Vita kalau ada masalah sama mamah,” omelnya dengan wajah cemeberutnya. Karena masih merasa kesal dengan apa yang dilakukaan oleh papahnya kemarin.


“Maafkan papah sayang, udah dong jangan marah sama papah, sekarangkan papah ada di sini untuk Vita anak papah yang paling cantik,” pujinya pada putrinya yang terlihat sangat cantik sekali hari ini.


“Ehemm, jadi kalau sudah ada papahnya, opa sama oma udah gak dianggap nih?” Sindir Dyzon, yang seketika membuat Vita tersenyum kikuk.


“Ahhh opa mah baperan,” ejekanya, tetapi langsung memeluk tubuh tua yang masih tegap itu.


Arvan, Alson dan juga Vika, bisa melihat jelas kedekataan Vita dengan keluarga kecilnya, dan di dalam hati kecil mereka, perasaan ingin diperlakukaan sepesial seperti itu oleh Vika selalu ada.


****


Setelah sesi kangen- kangena tadi, kini terlihat Jendra dan Vita yang sedang melangkah bergandengan tangan menuju altar pernikahaan.


Brio yang melihat Vita dengan kecantikan yang begitu sempurna itu, kini terpanah melihat Vita yang seperti Angel. Hingga dia tidak menyadari ketika Jendra sudah menyerahkan tangan Vita kepadanya.


“Silahkan, kepada mempelai wanita untuk meminta restu kepada ayahnya terlebih dahulu sebelum pengucapan janji suci ini terlaksan,” pinta pastor terhadap Vita.


Sejenak, Vita menoleh dengan menggengam erat jemari papahnya, “hei papah, sahabat terbaikku, . Semua hal yang telah Vita raih hingga hari ini,seluruhnya hanya dan untuk papah seorang, terima kasih untuk papah karna selama ini telah menjadi tempat Vita berpulang, selalu menjadi pendengar semua cerita dan keluh kesah Vita, selama ini selalu menjadi pemberi saran terbaik buat hidup Vita." Ucapnya dengan tangis haru bahagianya lalu beralih untuk memeluk erat tubuh papahnya.


"Vita, di antara anak dan ayah, tidak perlu ada rasa terima kasih, karna sebagia papah yang baik, papah harus memastikan seluruh kebahagian kamu, dan perlu kamu ingat bahwa papah akan selalu mencintaimu didalam kondisi apapun, dan kamu akan selalu menjadi anak kesayangan papah selamanya. Dan papah akan selalu siap menjadi rumah terakhir untuk kamu." Jawabnya terharu bahagia melihat putrinya juga bahagia.


"Papah, aku mencintamu."


"Papah juga mencintamu.” Balas Jendra, lalu dia beralih menatap ke arah pria yang masih dia benci, namun sekarang sudan menjadi suami putrinya. .


"Saya Jendra Aviko Adriano, meminta dan memohon kepada engkou sodara Gabrio Jonathan untuk menyayangi dan mengasihi putri saya, Alvita Natasya Fortuta, bahagiakan dia seperti kami membahagiakanya, sayangi dan cintai dia seperti kami mencintainya. Jangan sakiti hati maupun fisiknya. Jika suatu saat nanti kamu sudah tidak ingin bersamanya, kembalikan dia pada saya, karna saya akan selalu menerimanya." Ucap Jendra sambil menggengam dan menyatukan tangan mereka.


"Saya berjanji pah akan selalu mencintai,menyayanginya dan akan selalu setia hingga maut memisahkan." Jawab Brio dengan penuh keyakinan. Entah itu tulus atau bohong, hanya Brio dan Tuhan yang tahu.


Setelah mendapatkan ucapan janji dari Brio, Jendra langsung dipersilahkan untuk melangkah duduk di kursi tamu dan membiarkan Pastor menyelesaikan tugasnya.


"Sodara Gabrio Jonathan, apakah kamu bersedia menerima dan mengambil Alvika Natasya sebagai istri satu-satunya yang sah?" Tanya Pastor itu.


"Soudara Alvika Natasya apakah kamu bersedia menerima dan mengambil Gabrio sebagai suami satu-satunya dan Sah?"


"Ya, saya bersedia,” jawabnya lembut, namun dengan perasaan yang sangat deg-degan.


"Baik jika begitu,silahkan kalian ucapkan janji suci kalian." Pastor mempersilahkan Brio dan Vita untuk berikrar mengucap janji suci merek.


Brio memandang Vita, yang saat ini wajah cantiknya terhalang oleh kain renda yang harus menutupi wajahnya, “aku gugup,” ucap Vita pada Brio. Sesungguhnya dia masih menyimpan sebuah amarah pada pria yang berada dihadapannya ini. Namun karena banyaknya keluarga besar, akhirnya dia mencoba untuk menunda emosinya sejenak.


JANJI SUCI


"Dihadapan Tuhan, keluarga dan jemaatnya. Saya Gabrio Jonathan menerima dan mengambil Alvita Natasya Fortuta sebagai istri saya satu-satunya dan sah. Sebagai suami yang beriman, saya berjanji akan selalu mengasihmu, baik dalam keadaan suka maupun duka, dalam keadaan sehat maupun sakit, dalam keadaan berlimpah maupun kekurangan, sampai maut memisahkan kita. Saya berjanji Bahwa segala milikku adalah milikmu juga,


Tuhan bantu saya untuk untuk mewujudkan janji saya.


"Dihadapan Tuhan,keluarga dan jemaatnya, Saya Alvita Natasya Fortuta, menerima dan mengambil Gabrio Jonathan sebagai suami satu-satunya dan Sah. Sebagai Istri yang beriman, saya berjanji akan selalu tunduk dan melayanimu. baik dalam keadaan suka maupun duka, dalam keadaan sehat maupun sakit, dalam keadaan berlimpah maupun kekurangan, sampai maut memisahkan kita. Saya berjanji Bahwa segala milikku adalah milikmu juga,


Tuhan bantu saya untuk untuk mewujudkan janji saya.


"Selamat, sekarang kalian sudah resmi menjadi pasangan suami istri yang sah, silahkan bertukar cincin sebagai lambang ikatan cinta kalian." Ucap Pastor pemberkataan itu.


Mereka berdua masing-masing memegang satu cincin di tangan mereka, lalu memakaikanya di jari manis milik keduanya.


Suara riuh tepukan tangan terdengar begitu meriah, mengantarkan dua kebahagiaan untuk pengantin baru ini.


“Silahkan untuk melakukaan, kecupan pertama untuk istrinya,” pinta Pastor itu, membuat Brio dan Vita semakin kikuk dibuat.


Ini bukan kecupan pertama, tetapi ini kecupan ke seratus, Vita terus memandangi Brio yang saat ini menampilkan wajah dinginnya.


Cuppp, tanpa aba-aba dari Vita, Brio sudah langsung mempertemukan ke dua bibir yang saling menyatu dengan begitu mesranya, hingga berubah menjadi tamu yang tidak diundang. Hingga Vita merasa tidak bisa bernafas, dan barulah Brio menarik kembali bibir sexynya itu.


“Waaahhh selamat ya,”


“Selamat untuk kalian,”


“Selamat ya,”


*To Be Continue. **


**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***🙏🏻🙏🏻* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.


*Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.*


*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**😎*


Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘


**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***😭😭😭*


*Terima kasih**🙏🏻🙏🏻*