Partner Ranjang My Uncle

Partner Ranjang My Uncle
Partner Ranjang Chapter 26


🌹 Happy Reading ya Gengs 🌹


Setelah kepergiaan Vita, Brio terus menatap kepergiaan mobil tersebut meskipun mobil itu sudah tidak ada. Hingga Mezty yang berada di sebelahnya hanya bisa menggelengkan kepalanya pusing, melihat tingkah pria yang selalu saja bersikap gengsi.


"Gak usah dilihatin terus kali, udah gak ada juga orangnya," sindir Mezty, dan segera melangkahkan kakinya masuk ke dalam mobil Brio yang terparkir tidak jauh dari posisinya saat ini.


Brio memandang intens ke arah Mezty, sambil mencerna baik-baik maksud dari sindiran wanita itu.


"Shittt! Jangan bilang Vita sudah membongkar dan menceritakan segalanya pada Mezty," umpatnya merasa sial ketika semua itu benar-benar terjadi.


Dia langsung bergegas untuk menyusul langkah Mezty yang telah mendahuluinya. "Maksud kamu apa?" tanya Brio to the point pada calon istrinya itu.


Mezty yang tengah memperbaiki make upnya dengan cara melihat cermin yang berada di atasnya kini tersenyum lebar mendengar pertanyaan Brio. "Apa sih kamu? Baru masuk langsung tanya," sahut Mezty, sambil terus menampikan senyum semanis mungkin agar pria yang sedang marah itu bertambah marah.


"Kamu jangan berkelit, katakan apa maksud kamu bilang orangnya sudah pergi?" tanyanya dengan tegas.


Mezty terlihat kembali menyimpan make upnya masuk ke dalam tas, dan kini beralih menatap Brio dengan lekat.


"Kamu tanya maksud aku apa? Kamu sehat gak sih?" tanya Mezty balik, sengaja dia menghindari pertanyaan Brio yang terkesan menjerumus ke arah rahasia yang dia ketahui.


Brio terdiam sejenak, merasa bahwa ini juga tidak terlalu penting, dirinya memilih untuk mengabaikan saja rasa penasarannya.


Dia memilih untuk segera menyalakan mobilnya dan pergi dari Indonesia secepatnya.


Begitupula dengan Mezty yang juga memilih diam dan tidak banyak bersuara.


Di sepanjangan jalan menuju bandara, keduanya sama-sama diam dan menjelajahi pikiran mereka masing-masing.


Hingga sampai di dalam pesawat mereka juga masih sama-sama terdiam seperti enggan untuk berbicara.


"Aku tahu hubunganmu dengan Vita," lirih Mezty pelan, yang akhirnya memutuskan untuk bicara dengan Brio.


Tanpa bersuara Brio langsung melirik tajam ke arah Mezty, dan menunggu penjelasaan yang lainnya.


"Aku tahu kamu menjalin hubungan sama dia sudah lama dan saat ini kalian sedang ada masalah, makanya kamu meminta aku untuk menikahimu karena ingin membuat Vita cemburu, iyakan?" Mezty menjelaskan semua yang dia ketahui.


Brio menganggukan kepalanya pelan, sebagai bentuk ekspresi yang dia keluarkan. "Baguslah kalau kamu sudah tahu, jadi aku gak mesti harus menjelaskan apapun," sahutnya dengan acuh. Lalu Brio mulai menuangkan whiski ke dalam gelasnya.


"Kalau kamu mencintainya, kenapa kamu tidak menikahinya saja? Kenapa harus menikahi aku? Padahalkan kalau kamu jujur, mommy Eden pasti menyetujui hubungan kalian," tanya Mezty dengan lancang. Dia lupa jika Brio tidak suka dicampuri tentang kehidupaanya.


"Bukan urusanmu," jawab Brio dengan singkat.


"Tentu saja urusanku, karena di sini aku yang kamu nikahi, aku yang kamu sakiti Brio."


"Aku kurang apa sama kamu? Aku bahkan menyerahkan kehormataanku sama kamu, tapi kamu juga gak pernah menghargai keberadaanku, dua tahun kita tunangan tapi tidak sedetikpun kamu mencoba untuk mencintaiku, lalu bagaimana dengan Vita? Apakah dia sempurna hingga kamu mencintainya?" Mezty sudah tidak tahan lagi sekarang. Ini saatnya dia mengeluarkan uneg-unegnya untuk Brio yang selalu saja mempermainkan perasaa perempuan.


Brio tersenyum getir mendengar kalimat Mezty, dia menganggap wanita ini begitu bodoh dalam menjalani kehidupaanya.


"Bedanya kamu sama Vita itu adalah, harga diri," balas Brio, yang seketika membuat mata Mezty terbuka lebar.


"Sejahat-jahatnya aku dengan Vita, belum pernah aku melihat tubuhnya diberikan pada pria lain, selain aku," ucap Brio menyindir Mezty.


"Ma-ma-maksud kamu apa?" serkas Mezty tidak terima dengan tuduhan yang Brio ungkapkan.


Dengan gerakan malas, Brio memilih untuk membuka galeri ponselnya, dan memperlihatkan foto-foto Mezty yang dulu pernah dia dapatkan.


"Kalau kamu mau ngelak sih gak apa-apa, aku juga gak perduli, karena meskipun kita menikah, aku akan membebaskanmu untuk berhubungan dengan siapapun, dan ini juga berlaku dengan kamu yang tidak boleh mencampuri urusan ataupun hubunganku dengan siapapun, Mengerti!" Brio lebih dulu membuat kesepakataan dengan Mezty.


Dia tidak mau hidupnya dirusak oleh wanita yang menjadi pasangannya, walaupun itu hanya sebuah alasan untuk membuat Vita cemburu dan menjauhinya.


Mezty tidak menyangka, bahwa Brio bisa mendapatkan semua bukti-bukti hubungannya bersama dengan pria lain.


"Gak penting aku dapat dari mana. Yang jelas saat ini aku sudah tahu jika kamu berselingkuh dibelakang aku," ketus Brio, namun kalimatnya itu membuat Mezty tertawa mendengarnya.


"Jadi aku selingkuh? Lalu bagaimana denganmu dan Vita? Apa itu bermain atau berteman?" tanya Mezty sedikit menyindir.


Aksi saling sindirpun terjadi di antara mereka, membuat suasana yang tadinya hening, keni berubah panas dengan perdebataan yang ada.


"Aku mencintai kekasihku Wilbur, dan kamu mencintai kekasihmu Vita, udah gitu aja Io, kalau bisa kita batalkan saja pernikahaan dan bahkan perjodohan ini, bisa tidak?" Mezty mencoba mengatur ulang kesepakataan yang telah dirancang oleh Brio, dengan harapaan jika pria ini akan membatalkan niatnya.


Namun Brio lagi-lagi menggelengkan kepalanya pelan, menolak permintaan Mezty. "Pernikahaan ini akan tetap terjadi, dan bahkan aku memintamu untuk menyelesaikan hubunganmu bersama dengan kekasihmu itu!" Tegas Brio, tidak ingin dibantah.


"Kenapa? Apakah kamu mencintaiku?" tanya Mezty lagi.


"Aku tidak akan pernah mencintaimu."


"Kalau begitu, apakah kamu mencintai Vita?"


"Tidak."


Mezty menganggukan kepalanya singkat, dia menatap ke arah mata Brio dan melihat ada cinta yang tersimpan di dalam sana, ketika dirinya menyebutkan nama Vita.


"Kamu tahu Brio, gengsi seseorang yang paling terbesar itu akan bisa menghancurkan hati dan kehidupan siapapun."


"Dan oh iya, aku akan tetap berhubungan dengan Wilbur, tetapi kamu tenang saja, aku tidak akan pernah ketahuan lagi oleh siapapun, termasuk keluargamu." Mezty tidak mau diatur oleh Brio. Baginya Wilbur adalah cinta sejati yang mau menerima kekuranganya dan bahkan sampai detik ini belum pernah menyentuhnya demi menjaga hubungan mereka.


"Kenapa?" tanya Brio.


"Kenapa apanya?" balas Mezty dengan memberikan pertanyaan lagi.


Brio menghela nafasnya kasar, merasa tidak suka ketika dirinya bertanya malah dijawab dengan pertanyaan.


"Intinya saja Brio, aku mengizinkan kamu mempermainkan pernikahaan ini, tetapi aku tidak mengizinkanmu bermain dengan perasaanku, karena ketika kamu sudah merasa nyaman dan mencintai seseorang dengan tulis bukan karena nafsu. Kamu akan tahu, bagaimana caranya menghargai seorang wanita itu."


"Jangan sampai, apa yang kamu perbuat ini, suatu saat terjadi pada adik kamu, Brina." Mezty memberikan peringataan kepada Brio sebagai seorang teman.


Dari awal dia memang tidak pernah mengharapkan cinta Brio. Karena dia jelas tahu bagaimana wakta asli dari calon suaminya ini.


Yang dia tahu saat ini, dia sudah mengikuti kemauan keluarganya untuk menikah dengan Brio agar hutang-hutang keluarganya bisa lunas, dan setelah Brio menemukan wanita yang benar-benar dia cintai, maka Mezty akan segera bebas dari ikatan yang menjeratnya. Dan dia bisa menjalin kasih dengan Wilbur, pujaan hatinya.


"Baiklah, jika kamu masih mau berhubungan dengan pria itu, terserah, itu urusan kamu, yang terpenting kamu tidak akan pernah mencampuri urusanku, terutama tentang Vita." Tegasnya lagi, menyetujui kesepekataanya bersama dengan Mezty.


"Oke deal." Balas Mezty dengan penuh senyum kemenanganya.


Setelah itu, Brio kembali fokus dengan pemikiraanya sendiri, dia bahkan sudah lupa caranya bermain game dan semacamnya. Pikirannya terus terfokus pada satu pemikiran yaitu Vita dan bayinya.


*To Be Continue. *


**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***πŸ™πŸ»πŸ™πŸ»* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.


*Dan Jangan lupa yah, dukunganyaπŸ₯° jangan Sinder.*


*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**😎*


Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘


**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***😭😭😭*


*Terima kasih**πŸ™πŸ»πŸ™πŸ»*