
🌹 Happy Reading Gengs 🌹
Langit yang baru saja sampai di sebuah butik yang menjual baju wanita dan pria, kini berkeliling untuk melihat - lihat terlebih dahulu.
“Ada yang bisa saya bantu tuan?” Tanya seorang wanita, yang di duga pasti pelayan di sana.
“Berikan saya, celana pendek levis untuk laki - laki ukuran 32, underwear’s terbaik size Xl dan juga, Tshirt Xl warna hitam.” Pintanya pada pelayan itu.
“Dan juga, berikan saya celana levis jeans wanita panjang ukuran 29 sepertinya,” Langit sebenarnya bingung dengan ukuran yang digunakan oleh Vita.
“Underwear size L, bra wanita ukuran 34 dan berikan Tshirt Corp lengan panjang itu!” Langit benar - benar sangat mengasalnya. Dia tidak tahu jelas ukuran Vita, dan dia juga merasa sangat takut untuk menanyakannya pada Vita, karena takutnya dia merasa itu sangat tidak sopan.
“Pisah packingnya!” Langit tidak ingin berlama - lama berada di sana, karena dia merasa sangat begitu dingin.
****
Setelah mendapatkan pakaian baru untuk mereka, Langit langsung buru - buru pergi ke hotel untuk memastikan bahwa Vita tidak masuk angin karena menunggu lebih lama.
Langit mengetuk pintu kamar Vita, “Ini baju untuk kamu,” ucap Langit pada Vita, sembari memberikan bingkisan yang tadi dia beli.
Vita yang sudah mandi, namun hanya mengenakan handuk baju yang disediakan hotel, kini membiarkan Langit masuk ke dalam kamarnya.
“Langit maaf.” Ucapnya ragu, ketika dia melihat pakaian yang diberikan Langit untuknya.
“Kenapa?” Tanya Langit bingung.
“Ukurannya salah ya? Atau pakaiannya jelek? Atau kekecilan?” Langit merasa sangat tidak enak, ketika Vita menatap melas ke arahnya, dengan membiarkan baju dan celana itu di atas tempat tidur.
Vita merasa bingung bagaimana cara menjelaskan pada Langit, di usia kandungannya yang sudah hampir memasuki minggu ke 15, membuat dirinya sama sekali tidak bisa menggunakan celana Jeans, karena itu membuatnya merasa sesak.
“Bukan - bukan, ukurannya pas kok, tetapi -“
“Tetapi apa Vita?!” Tanya Langit sedikit mendesak, karena dirinya sangat tidak ingin Vita berlama - lama menggunakan handuk itu, karena dia sangat khawatir jika Vita masuk angin.
“Langit, sebenarnya aku tidak bisa menggunakan Jeans ini.” Jelas Vita pada Langit, membuat pria itu menyeritkan keningnya sejenak.
“Kenapa?”
Vita menarik nafasnya sejenak, karena sepertinya dia harus mengatakan dengan jujur saat ini. “Aku hamil Langit, aku sedang hamil, dan aku tidak bisa mengenakan Jeans, di saat perutku sudah mulai membesar.” Vita berkata jujur dan menjelaskan semuanya pada Langit.
DEG, bagaikan tersambar petir, Langit yang mendengar kenyataan bahwa wanita yang ada di hadapannya saat ini sedang Hamil.
“Gi - gi - gimana Vita? Apa kamu sedang bercanda?” Langit meyakinkan jika pendengarannya itu salah.
“Hahahahah Vita,” tawa Langit terdengar begitu menyedihkan. Membuat Vita memandang penuh rasa iba kepadanya.
Langit mencoba mengatur nafasnya, dalam kesesakan dadanya. “Vita, jangan bercanda, cukup bilang saja bahwa tubuh kamu sedang naik berat badan, dan ukuran celanamu naik, beberapa size, tidak perlu harus menggunakan alasan hamil segala, hahahahah.” Langit masih berpikir positif dengan jawaban asal yang diberikan oleh wanita impiannya itu.
“Aku tidak bercanda Langit, aku serius, aku sedang hamil saat ini.” Vita berusaha memberitahu Langit kembali, membuat tawa pria itu, kini benar - benar berhenti.
“Kamu sudah menikah?!” Tanya Langit dengans serius.
Vita terdiam dengan pertanyaan itu, tidak tahu dia ingin menjawab apa saat ini.
“Jawab Vita!!! Apa kamu sudah menikah!!!” Sentak Langit, mengejutkan Vita, yang langsung dijawab dengan anggukan kepala oleh wanita itu.
“Hahahahahhahahah.” Langit kembali mendengarkan tawanya yang begitu girang, dia tertawa begitu nyaring, hingga akhirnya tawa itu tedengar menjadi sebuah tangisan.
Seorang laki - laki menangis? Hanya Langit saja yang mampu berbuat seperti itu di saat sedang bersama dengan Vita.
Laki - laki yang apa bila dirinya mampu meneteskan air matanya untuk seseorang, berarti seseorang itu sangat berarti untuknya.
“Di saat aku jatuh dari gunung, aku masih punya harapan, bahwa suatu saat kita akan bertemu lagi Vit, karena aku masih menganggap janji yang kamu ucapkan bahwa kamu tidak akan mencintai laki - laki lain itu nyata.”
“Tetapi sekarang kenyataannya apa? hisk.” Langit menangis dengan sesegukan, bahkan dirinya sudah tidak mampu menatap wajah Vita lagi.
“Aku akan mencarikan pakaian yang lain untukmu lagi.” Ucap Langit, sebelum akhirnya melangkahkan kakinya pergi meninggalkan Vita seorang diri di dalam kamar.
Mendapatkan Langit yang pergi, Vita akhirnya juga meneteskan air matanya dengan perlahan. Sakit dan rasa keputusasaan kini menyerang dirinya.
“Aku tidak mengingkari janji itu Langit, aku masih memegang teguh janji itu.” Lirihnya pelan, di sela - sela tangisnya.
“Tetapi apa yang aku bisa lakukkan di saat keadaan memaksaku untuk menerima laki - laki yang tidak aku cintai Langit? Apa kuasaku menolak permainan takdir ini?” Batinnya benar - benar terasa sesak.
Tidak lama kemudian, terdapat pesan masuk di dalam ponselnya dari Langit.
Langit :
Malam ini aku butuh waktu untuk menyendiri, besok pagi kita akan balik ke Jakarta. Aku baik - baik saja, jangan mengkhawatirkanku.
Aku hanya butuh sedikit waktu untuk mencerna keadaan ini.
Isi pesan tersebut, yang membuat Vita semakin bingung harus bagaimana.
Kalaupun dirinya dan Brio benar - benar akan mengajukan pembatalan nikah, apakah Langit akan menerima dirinya dan bayi yang akan lahir ini? Ataukah Langit akan pergi dari hidupnya seperti dulu.
Dia bahkan belum benar - benar tahu, keputusaan apa yang sebenenarnya akan dia ambil, apakah Brio setuju menceraikannya atau tidak Vita sama sekali tidak tahu, karena sampai detik ini saja Brio sama sekali belum asa menghubunginya.
Dreeettttt,,dreeettt, suara ponselnya berbunyi kembali, namun kali ini pesan itu terlihat berasal dari Melly, sang Managernya.
Mellyanti :
Vit, apakah kamu sudah melihat berita yang baru keluar ini?
Mengirim sebuah link.
Vita yang penasaraan langsung segera membuka link yang diberikan oleh Melly.
Betapa terkejutnya Vita, ketika melihat dirinya berada di sebuah pemberitaan yang menjadi paling Hot saat ini. “Oh My Godness,”
Model Cantik Internasional Alvita Natasya yang di kabarkan baru menikah dengan anak dari pengusaha Mario Jonathan yang Itu Gabrio Jonathan, didapati beberapa wartawan sedang chek in bersama seorang pria asing di sebuah hotel di Bekasi.
Isi dari artikel tersebut, dan di susul foto - foto Vita dan Langit di saat masuk ke dalam hotel tadi, bahkan yang lebih mengejutkan foto ketika Vita mengenakan Handuk baju serta Langit yang masuk ke dalam kamarnya.
Dreeettt,,Dreettt, panggilan masuk ke dalam ponsel Vita dari Melly.
Melly:
Apakah kamu sudah melihat beritanya?
Vita ;
Sudah, tetapi kenapa bisa ada artikel seperti itu?
Melly :
Jawab jujur! Kamu sedang berada di mana sekarang dan berasama siapa?!
Vita :
Bersama Langit, tapi semua tidak seperti yang diberitakan Mel.
Melly :
Kamu harus melihat artikel yang satu ini lagi.
Melly mematikan sambungan telponnya dan kembali mengirimi Vita sebuah link yang langsung dibuka oleh wanita itu.
Note : Gengs, Mimin Infokan untuk karya Aldo Dan Brina Sudah Mimin Update ya , dan udah gangi judul THE MEJESTY I’ts MY HUSBAND.
LANGSUNG SAJA CEK PROFIL MIMIN YA, KALAU RAME MIMIN LANJUT LAGI SOALNYA. TAPI KALAU GAK RAME, MIMIN LANJUTNYA SETELAH KARYA INI SELESAI.
*To Be Continue. **
**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***🙏🏻🙏🏻* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.
*Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.*
*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**😎*
Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘
**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***😭😭😭*
*Terima kasih**🙏🏻🙏🏻*