
πΉ Happy Reading ya Gengs πΉ
"Aku akan membuangmu, ketika tubuhmu sudah menjadi sampah bagiku," tutur Brio, yang mengucapkan kalimat yang begitu kasar tanpa pernah perduli dengan perasaan orang lain.
Begitu sakit, siapapun yang mendengar penuturan Brio saat ini, pasti akan tahu bagaimana perasaan Vita saat ini.
"Apakah kamu tidak mempuanyi seorang ibu? Atau kakak perempuan? Kenapa kamu bisa berprilaku seperti ini kepadaku Brio? Apakah kamu mempunyai masalah denganku?" Cerca Vita, dengan semua pertanyaan yang kini bersarang di otaknya.
"Aku punya ibu, aku punya kakak perempuan, tetapi mereka beda dengan kamu," jawab Brio dengan singkat.
"Beda? Maksud kamu berbeda seperti apa? Kami adalah sama-sama seorang perempuan, apakah pantas berprilaku seperti ini terhadap aku," tungkasnya kembali.
"Oh tentu saja, karena ibu dan kakak aku adalah seorang wanita yang baik-baik, sedangkan kamu-,"
"Kamu adalah sampah,"
DEG
Jantung Vita terasa berhenti bedetak seketika, merasa bahwa saat ini Brio benar-benar sudah sangat merendahkan harga dirinya.
Padahal, siapa yang pertama kali merusak kehormataan yang dia miliki, dan siapa yang mengancamnya hingga berani mengambil langkah untuk menjadi partner ranjang dari pria yang baru dia kenal.
"Apakah menurutmu aku pantas disebut sampah?" tanya Vita.
"Lalu kamu mau disebut apa? ********, palatuur, atau apa?" hardik Brio, dengan begitu santainya mengatakan hal yang tidak pantas dia katakan.
Vita tersenyum sinis mendengar kalimat Brio yang benar-benar menganggap jika dirinya hanyalah seorang wanita murahan. "Jika aku adalah wanita murahan, lalu sebutan apa yang pantas untuk seorang pria yang berani mengancam keluarga seorang ******** hanya untuk kepuasaannya semata? Las**pak, atau apa? Bisakah kamu menjawabku juga?" balas Vita tak kalah kasar.
Dia tidak ingin selalu ditindas oleh Brio, dia sangat ingin mengakhiri semua ini, namun bagaimana caranya? Jika dia mengatakan semua pada papahnya, itu juga akan sangat percuma, karena dia sudah terlanjut terjun ke dalam sebuah lautan yang sangat dalam dan sulit untuknya mencari jalan keluar untuk kembali ke permukaan, dan menepi ke pesisir agar ada yang bisa menyelamatkaanya.
Akan tetapi, Vita sangat tahu, bahwa sebenarnya ini bukannlah sebuah ketidak sengajaan. Pria ini pasti sedang menyimpan sebuah rencana untuk menghancurkan hidupnya.
Vita mulai merangkai kepingan puzzle yang berada di dalam otaknya. Mulai dari kedatangan Emma di dalam hidupnya, Emma yang menjualnya, dan bertemu dengan Brio. Ini tidak mungkin secara tidak sengaja, pria ini jatuh cinta pada tubuhnya.
Karena jika Brio hanya jatuh cinta pada tubuhnya, kenapa dia juga menyiksa fisik Vita? Seakan-akan dirinya ingin memberitahu kepada Vita bahwa Brio sangat membenci wanita itu.
Apa lagi nama Brio sangat tidak asing baginya, tapi dia sama sekali tidak mengingat di mana dia pernah dengar nama itu.
"Dengan cara apa agar kamu bisa membebaskanku?" Vita ingin mengakhiri semuanya dengan cepat.
Dia tidak ingin sampai papahnya tahu tentang semua masalah ini, dan mungkin memang benar, jika dia lebih baik tidak pulang untuk sekarang. Karena bisa jadi nanti papahnya melihat luka lebam yang berada di wajahnya.
Ketika melihat cermin saja, Vita merasa takut sendiri melihat wajahnya, apa lagi jika orang lain yang melihatnya.
"Jangan pernah bermimpi untuk kamu lepas dariku, karena jika aku masih menginginkanmu, maka selama itu kamu juga akan menjadi budakku," tegas Brio, yang kali ini sudah tidak menerima penawaraan apapun.
Begitu pula dengan Vita, yang kali ini memilih diam dan memejamkan matanya pelan, sambil terus menahan sakit di wajahnya akibat tamparan yang membuat wajahnya seperti monster saat ini.
Sedangkan Brio membiarkan saja Vita tertidur, karena sungguh dia merasa malas ketika harus menjawab seluruh pertanyaan Vita yang sama sekali tidak penting.
****
Berbeda di sisi lain, Andrew yang baru saja tiba di bandara, karena ingin menjemput Mezty tunangan dari bosnya Brio.
"Ahh, aku sudah terlambat delapan menit, di mana nona Mezty menunggu?" gumam Andrew sambil terus mencari keberadaan calon ibu bosnya.
Andrew sibuk mengelilingi bandara, namun sama sekali tidak menemukan keberadaan Mezty yang entah kemana saat ini.
"Aahh, tidak mungkin dia hilang, dan tidak mungkin dia berjalan sendiri, ini adalah pertama kalinya dia ke Indonesia, dan pasti dia tidak tahu di mana dan kemana dia harus melangkahkan kakinya," ucap Andrew, merasa bingung dengan keberadaan wanita ini.
"Heiii," sapa seseorang dari belakang, ketika dirinya baru saja ingin melangkah.
Sontak saja Andrew langsung menolehkan pandanganya ke belakang, dan melihat sosok yang tengah berdiri di belakangnya itu.
Mezty tersenyum, lalu menundukan kepalanya singkat, "aku akan kembali ke negaraku sekarang," lirihnya pelan, dan itu semakin membuat Andrew merasa dipermainkan.
"Kenapa?" tanya Andrew bingung. Karena wanita ini baru saja sampai, dan sekarang kenapa dia tiba-tiba ingin pulang.
"Aku datang ke sini karena suruhan dari orang tua Brio, yang mengatakan bahwa anaknya itu tengah digoda oleh seorang wanita bernama Vita," jelas Mezty pada Andrew.
"Lalu?"
"Lalu apa?"
"Lalu untuk apa Anda ingin pulang, jika tugas Anda belum terlaksana?" tanya Andrew dengan penuh kesabaraan.
Mezty tersenyum sinis mendengar pertanyaan Andrew, dia merasa pria ini sedang ingin membodohinya dengan menutupi perselingkuhan Brio terhadapnya.
"Tadi, ketika aku baru saja sampai, aku melihat Brio memeluk tubuh wanita dengan posessif, dan membawanya ke jalur sana," tunjuknya ke arah jalur khusus di bandara.
"Bukankah itu jalur di mana pesawat pribadinya berada," sambungnya lagi.
Andrew yang tidak tahu ingin menjawab apa, kini hanya bisa menganggukan kepalanya singkat.
"Dan aku tahu, Vita yang di maksud oleh tante Eden adalah Vita sang aktris internasional itukan," Mezty mengatakan semuanya tepat dihadapan Andrew. Membuat pria itu semakin acuh kepadanya.
Andrew menghela nafasnya berat, lagian jika sudah ketahuan, untuk apa ditutupi, lagian hubungan mereka hanyalah di atas sebuah kertas yang tidak bermutu.
"Kalau dia mencintai wanita itu, sampai rela menghindari aku yang jelas-jelas tunangannya, kenapa dia tidak membatalkan saja hubungan ini? Kenapa dia harus menyiksa banyak hati demi kepuasaanya pribadi," cerca Mezty, yang sudah sangat muak berhadapan dengan pria satu itu.
Banyak yang dia korbankan demi menjalankan hubungan dengan Brio, bahkan tidak tanggung-tanggung, pria itu juga pernah mengambil kevirginanannya, dan sekarang setelah dia mengambil semuanya, pria itu mencari wanita lain dan mencampakaanya begitu saja.
"Apakah kamu tahu Andrew, aku adalah model yang sering berada di satu event bersama dengan Vita, dan aku akan membongkar semua kebusukan Brio pada dia, agar korban Brio tidak semakin banyak, ingat itu!l" ancam Mezty dengan menampilkan wajah seriusnya.
Dia masih merasa benci pada Brio yang telah mengambil kehormataanya. Dengan harapan bahwa pria itu akan menerima hubungan pertunangan yang awalnya dipaksa menjadi serius.
Tetapi dia salah, Brio tetaplah Brio, pria bejadd tetaplah pria bejad, tidak akan pernah berubah sekalipun bertemu dengan wanita pujaannya.
Andrew tersenyum mendengar ancaman Mezty padanya. "Ehmm nona, sebaiknya Anda urungkam niat Anda, sebelum nyawa Anda hilang di tangan tunangan Anda sendiri," ucap Andrew, memberikan peringatan kepada Mezty agar tidak main-main dalam memancing otak dari si Angry Bird.
"Aku tidak takut," balas Mezty, dan lalu ingin segera melangkahkan kakinya pergi dari hadapan Andrew.
Namun belum saja dia melangkah, Andrew sudah lebih dulu menggendongnya paksa, dan memasukaanya ke dalam mobil yang tidak jauh dari keberadaanya saat ini.
"Lepasaakaann aku, kalian berdua adalah laki-laki tidak waras, sakit jiwa kaliaann, lepaskan aku!" teriak Mezty, tanpa perduli dengan pandangan sekitar.
Akan tetapi, bukannya menolong, orang-orang sekitarannya kini hanya memandangnya dengan tatapan aneh. Membuat Mezty menggelengkan kepalanya pusing.
Bagaimana masyarakat di sini tidak menanggapi teriakan orang yang sudah jelas akan diculik.
**To Be Continue. *
**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***ππ»ππ»* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.
*Dan Jangan lupa yah, dukunganyaπ₯° jangan Sinder.*
*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**π*
Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **πLike,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****ππ
**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***πππ*
*Terima kasih**ππ»ππ»*