Partner Ranjang My Uncle

Partner Ranjang My Uncle
Partner Ranjang Chapter 42


🌹 Happy Reading ya Gengs 🌹


Sepanjangan jalan menuju Jerman, Vita dan Brio hanya terlibat perang dingin saja. Brio yang menikmati kebiasanya untuk bermain game, kini membiarkan Vita dengan kegiatannya sendiri.


Brio mengizinkannya dengan bebas menggunakan ponsel, akan tetapi dia tidak mengizinkan istrinya untuk mengatakan posisi mereka saat ini.


Karena siapapun tidak akan pernah bisa melacaknya, karena dirinya adalah hacker yang paling handal dalam bidangnya. Dan dia berharap setelah ini, keduanya bisa hidup dengan damai.


"Aku lapar," adu Vita, pada Brio, ketika mereka telah sampai di Bandara Jerman.


"Vita, kamu sudah makan lima kali, masih lapar juga?" tanya Brio merasa pusing dengan tubuh Vita yang seperti ini.


Bahkan sangking tidak teganya, Brio rela semua jatah makanannya dimakan oleh istrinya, dan sekarang istrinya ini kembali lapar, Lagi?


"Vita, kamu bisa masakkan?" tanya Brio ragu.


Dengan yakin Vita menganggukan kepalanya pelan, "aku bisa semua, aku bisa masak, aku bisa bersihkan rumah semuanya," jawab Vita dengan lugas.


"Tapi kenapa kamu tanya aku begitu? Apakah kamu sudah bangkrut sampai tidak bisa menyewa pembantu?" tuduh Vita, seketika dia menyadari arah pertanyaan Suaminya.


Brio menggelengkan kepalanya pelan, bisa - bisanya wanita ini berpikir jika dirinya bangkrut, sedangkan dia melihat jelas bagaimana pesta yang diadakan keluarga mereka semalam.


"Vita, aku tidak akan menyewa pembantu, karena aku tidak mau ada satupun yang berkhianat. dan oh ya kamu mesti ingat! Gunakan nama belakang kamu, Lia, bukan Vita, apakah kamu mengerti?!"


Vita mendadak lesuh, memandang wajah Brio dengan tidak bersemangat, "ini yang kamu bilang aku menikah karena harta? Jelas - jelas menikah disuruh jadi pembantu," beonya pelan.


"Just do It!" Tegas Brio tidak ingin dibantah.


Di perjalanan arah ke rumah sederhana mereka, Vita hanya diam sambil mengerucutkan bibirnya maju.


"Nih," ucap Brio, sambil menyerahkan kartu debit platinum kepada Vita.


"Belanja yang baik, dan atur uangnya! Kamu bertanggung jawab sepenuhnya untuk kehidupan kita," ucap Brio datar.


Namun berbeda dengan Vita, yang langsung tersenyum bahagia, sambil memikirkan barang - barang apa yang mau dia beli.


Brio memandang wajah istrinya yang terlihat berbinar, "jangan macam - macam kamu! Itu bukan buat belaja kamu semua, tapi buat kebutuhan kita!" Tegasnya memberikan peringatan kepada Vita.


Namun bukan Vita namanya jika tidak bisa mengelabuhi Brio. "Ehemm, okey - okey," jawabnya berpura - pura pasrah. Padahal di dalam otaknya sudah tercipta 1000 : 1 macam alasan yang akan dia gunakan untuk mengerjai Brio.


***


Sesampainya di rumah. Vita dan Brio langsung masuk dan mengemasi barang - barang mereka. Mungkin memang tidak banyak, karena Brio telah membeli sebagian barang yang ada.


"Vita, beristirahatlah, setelah itu kita akan keluar untuk mencari bahan makanan dan lain - lain." Ujar Brio sambil memandang lembut ke arah Vita.


Karena sudah terlajur sakit hati, semua sikap baik yang Brio tunjukan kepadanya, Vita menaganggap jika itu hanyalah sebuah sandiwara belaka. Dia terus mengingatkan kepada dirinya bahwa tidak akan pernah ada cinta di antara mereka.


Anggap saja hubungan mereka hanyalah sebuah hubungan antara Paman dan keponakaan. Partner ranjang My Uncle, membayanginya saja Vita rasanya ingin sekali tertawa.


Di saat ini, Vita hanya membutuhkan istirahat yang banyak. Semenjak dirinya hamil dia jadi suka sekali tidur di sembarangan tempat. Kadang di meja makan, di sofa, maupun sedang berendam di kamar mandi. Intinya ketika dia meletakan kepala dan dia merasa nyaman, maka saat itu pula hawa mengantuk mulai menyelimutinya.


Brio yang baru saja mandi untuk membersihkan tubuhnya, langsung melihat istrinya yang sedang tertidur di atas sofa, dengan memeluk guling yang sangat besar. "Astaga dia tidur lagi," serunya sambil memijat keningnya pusing.


Tadinya dia hanya meminta untuk beristirahat sejenak, bukan berarti harus tidur, karena selama tiga jam perjalanan Paris ke Jerman, dia juga sudah tidur, dan sekarang tidur lagi.


Brio mendekati Vita, lalu mengusap perut rata yang merupakan tempat tinggal bayinya itu berada. "Maafkan daddy ya sayang, jangan seperti mommy yang suka tidur terus ya," ucapnya pelan, agar tidak membangunkan Vita yang sedang tertidur.


Vita tidak boleh tahu, jika sebenarnya Brio sangat menyayangi keduanya, tetapi karena semua ancaman yang dilontarkan oleh Griffin, membuatnya takut dan harus melindungi ketiganya, Vita, Brina dan juga calon bayinya.


Namun untuk masalah sikapnya yang toxic, itu bukanlah sebuah permainan, tetapi itu adalah watak yang sebenarnya, dia akan sangat marah besar dan mampu melukai siapapun jika ada yang membuatnya tidak nyaman.


Tetapi dia bukanlah seorang psychopat, karena sejujurnya Brio juga takut jika harus membunuh seseorang. Yang dia lakukan selama ini hanyalah memukul dan memukul. Tetapi untuk melenyapkan, itu sangat jauh dari kamus kehidupannya.


Walaupun dia hampir sempat jadi pembunuh, dengan membunuh janinnya sendiri, tetapi itu dia lakukan hanya untuk mengelabui Griffin bahwa dia sudah benar - benar menyakiti Vita lewat fisik maupun batin.


**


Tiga jam kemudian


"Astaga kebo, kenapa dia masih belum bangun juga? Ini udah sore, kalau dia belum bangun, jam berapa kita akan pergi," gumam Brio yang sudah berbagai macam bentuk gaya dari kaki di kepala kepala di kaki, karena dirinya sudah merasa bosan.


"Jangan - jangan dia gak bernafas," secepat kilat Brio langsung mendekatkan wajahnya menatap wajah Vita yang begitu tenang saat tidur.


Huuufftt huufftt Brio meniup wajah Vita, agar istrinya itu terbangun dan segera bergegas mandi.


Vita yang merasa tidurnya tergangu, kini mulai mengerjapkan matanya pelan, dengan sesekali menguap, sambil merenggangkan otot - ototnya. "Huwaaaa,"


Plaaaakkkk, suara tamparab begitu keras Vita layangkan ke wajah Brio.


"Arrgghh, kenapa kamu menamparku?" tanya Brio sambil meringis kesakitaan.


Dengan kesadaraan yang masih setengah, Vita berusaha membuka matanya, "kamu siapa?" tanya Vita, seakan - akan dia sedang bermimpi.


Brio benar - benar tidak habis pikir melihat kelakuan Vita yang begitu bar - bar, baru kali ini dia melihat seseorang yang habis menampar suaminya, sekarang berpura - pura bersandiwara dengan bertanya, "kamu siapa?"


Seketika ide jahil muncul ada di otak Brio, dan langsung mendekati telinga Vita yang sudah terlihat kembali tertidur. "Aku adalah maling di sini! Aku ingin merampok rumahmu, katakan di mana saja ada barang berharga di sini," bisiknya pelan, di atas telinga istrinya.


Dengan replek Vita menunjuk ke semua arah, "di sana, eh bukan di sana, tapi di sana, ahhhh,"


"Aku gak punya barang berharga om, ambil aja suamiku, dia juga gak berharga," lirihnya pelan, lalu kembali memperbaiki posisi tidurnya.


Akan tetapi, di saat dia baru merasakan kenyamanan, dia teringat akan satu hal, dan langsung membuka matanya dengan lebar. "What the?" ucapnya terhenti ketika melihat Brio yang sudah menyilangkan tangan di dadanya.


"Sudah puas kamu tidurnya?! Sekarang bangun! Mandi! Aku hanya memberikanmu waktu dua puluh menit dari sekarang!"


"Brio," rengek Vita, yang tidak ingin diburu - buru.


"Cepat Vita! Semakin kamu terlalu lama bergerak, maka waktu kamu akan habis," Brio menunjukan jam yang melingkar rapi di tanganya.


"Argghh iya! Bawal banget sih!" Sahut Vita, yang akhrinya pasrah untuk melangkahkan kakinya masuk ke dalam kamar mandi.


Note : Hallo Teman - Teman, Mimin Mau infokan Nih, Karena banyak banget yang tanyain, Kak kenapa Karyanya Brina sama Aldo di hapus sih kak?


Kak Karya Cassino King ( GRIFFIN ) pindah kemana kak?


JAWABANNYA, GAK PINDAH KEMANA - KEMANA YA, TEPAT AKAN MIMIN UPDATE DI NOVELTOON, TETAPI DULU KARENA MIMIN UPDATE KARYANYA ACAK BANGET, JADI KALIAN BINGUNG.


MAKANYA, MIMIN SELESAIKAN DULU KARYA - KARYA TERDAHULUNYA LALU MIMIN AKAN LANJUTKAN ATAU TERBITKAN LAGI KARYA ITU DI SINI,, DI AWAL BULAN NOVEMBER MIMIN AKAN TERBITKAN LAGI KARYA ALDO DAN BRINA.


JADI DI TUNGGU SAJA YA, Dan PLEASE TETAP DUKUNG DAN SEMANGATIN MIMIN, AGAR SEMANGAT NULISNYA BISA KEMBALI SEPERTI SEDIA KALLA UNTUK MENGHIBUR KALIAN SEMUA.


πŸ™πŸ»πŸ™πŸ»β€οΈβ€οΈβ€οΈ TERIMA KASIH YANG SAMPAI SAAT INI MASIH BERTAHAN DAN MENUNGGU KARYA - KARYA MIMIN, WALAUPUN KEMARIN SEMPAT HIATUS LAMA YA. TERIMA KASIH SEKALI LAGI β€οΈπŸ™πŸ»


*To Be Continue. **


**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***πŸ™πŸ»πŸ™πŸ»* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.


*Dan Jangan lupa yah, dukunganyaπŸ₯° jangan Sinder.*


*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**😎*


Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘


**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***😭😭😭*


*Terima kasih**πŸ™πŸ»πŸ™πŸ»*