
🌹 Happy Reading Gengs 🌹
Mario yang mendapatkan kabar dari anak buahnya, jika dirinya gagal membawa Brio pulang itu.
Kini menunjukkan kemurkaannya pada seluruh anak buahnya. “Bodoh kalian!!! Membawa Brio pulang saja tidak bisa, apa lagi membawa pulang Griffin.” Bentak Mario, ketika sambungan ponsel mereka masih terhubung.
“Katakan kepadaku! Apa yang anak kurang ajar itu lakukkan, sampai dia tidak mau nurut untuk pulang!” Sambung Mario lagi, meminta penjelasaan kepada anak buahnya.
“Seorang wanita?” Gumam Mario, yang langsung memutus panggilan telpon mereka.
Tringgg, suara pesan masuk ke dalam ponselnya, yang tak lain merupakan pesan dari anak buahnya yang mengirimkan foto wanita yang sedang bersama dengan Brio.
“Billyyy,” teriak Mario, memanggil nama Asisten pribadinya itu.
“Ya Tuan.” Sahut Billy, dengan menundukkan kepalanya hormat pada Mario.
Mario mengutak - atik ponselnya, lalu mengirimkan foto Khanza pada Billy. “Cepat cari tahu tentang wanita itu!” Perintahnya pada Billy.
“Aku mau tahu, sekarang wanita seperti apa lagi yang akan didekati oleh Brio, setelah perpisahaanya bersama dengan Vita.” Lanjutlah lagi.
“Baik Tuan akan segera saya cari tahu.” Billy, kemudian melangkahkan kakinya keluar, untuk segera menjalankan perintah dari Mario.
Sedangkan Mario, yang terlihat masih sangat begitu marah, kini memilih untuk mendatangi Istrinya yang sedang berada di luar. “Eden,” panggilnya dengan suara yang sedikit keras pada istrinya.
Eden yang mendengarkan teriakan Mario, dengan memanggil namanya, sudah sangat begitu paham, bahwa pria yang sudah berpuluh tahun hidup bersamanya itu, saat ini pasti sedang marah besar.
“Ada apa?” Sahut Eden, dengan sikap yang tenangnya. Dia sama sekali tidak mempermasalahkan Mario yang berteriak memanggilnya ataupun membentaknya dengan kasar.
Karena memang beginilah cara Mario untuk melampiaskan kemarahaanya, yang selalu berimbas kepada siapapun.
“Keputusaan pengadilan hari ini sudah selesai. Dan pembatalaan pernikahaan antara Brio dan Vita, telah di kabulkan.” Ungkap Mario pada Eden.
“Oke, lalu?” Tanya Eden, merasa hal ini sangatlah tidak penting.
Mendapatkan putranya yang sudah berjuang untuk kesembuhan Vita kemarin, sebenarnya itu menandakan bahwa sifat Brio telah berubah.
Anak laki - lakinya itu tidak pernah bisa menahan rasa sabarnya sebelum ini. Namun ketika Vita koma akibat depresi yang terjadi hampir satu bulan lamanya. Eden rasa cukup putranya merawat istrinya itu.
Ketika Jendra bilang akan mengajukan sebuah pembatalan nikah, sejujurnya sebagai seorang ibu yang melihat perjuangan putranya, itu benar - benar sangat menyakitkan. Dan setelah ini, Eden berharap jika putranya akan mendapatkan seorang jodoh yang memang sudah Tuhan persiapkan untuknya.
“Eden!!” Bentak Mario lagi, sedikit menaikan oktaf suaranya, ketika istrinya menanggapi masalah ini dengan santai.
“Mario Jonathan! Kalau mereka sudah tidak memiliki hubungan apa - apa, lalu kenapa?”
“Aku sebagai Mommy Brio, juga lebih menyetujui hal ini.” Tegasnya pada Mario.
“Jika, mereka merasa, bahwa selama ini Vita hanya menderita akibat Ulah Brio, maka sekarang mereka harusnya bahagia, karena baik kamu maupun Brio sama sekali tidak mempermasalahkan atau pun mempersulit persidangan hari ini.” Jelas Eden, yang kini mulai terlihat berkuasa atas Mario.
Eden mendekat ke arah Mario, lalu menunjuk wajah pria yang merupakan suaminya. “Kalau kamu masih tidak bisa mengambil keputusan karena merasa berat dengan keluarga Vita!”
“Maka lakukkan saja!”
“Aku tidak mau dengar, kamu mau mempertahankan hubungan mereka, hanya lantaram Vita adalah anak dari Vika yang merupakan ipar dari Briell.”
“Ingat! Sebejat - bejatnya anak ku, dia adalah seorang laki - laki yang memiliki martabat tinggi.”
“Jika seorang wanita yang sudah menjadi istrinya, masih mencintai orang lain, maka wanita itu tidak lagi pantas menjadi menantuku.”
“Menantu Eden Charlotte.” Tegas Eden, menyebutkan nama lengkapnya, tanpa menggunakan nama Jonathan yang bersanding dengan namanya.
“Biarkan Brio memilih apa yang pantas untuknya, jika kamu menganggu apa lagi ikut camput tangan! Maka aku dan anak - anakku, akan pergi meninggalkanmu.” Ancam Eden tidak main - main.
Eden sudah muak dengan Mario yang terus - terus saja menghubungkan masalahnya dengan masalah keluarga Arvan. Seperti tidak ada masalah lain yang bisa dia urus.
Hubungan mereka hanya sebatas urusan Griffin, tidak ada lagi yang harus mereka urus. Eden sudah tidak menyukai Drama keluarga yang terlalu membuatnya muak.
Jika saja Briell tidak ditakdirkan menikah dengan Albert, maka sampai saat ini putrinya itu masih akan ada di sini.
Namun, apa yang bisa Eden lakukkan jika suaminya masih terus saja menganggap bahwa mereka adalah keluarga.
Di saat Eden mengetahui apa yang dilakukkan Brio terhadap Vita, sejujurnya dia begitu marah, dan merasa bahwa ini semua harusnya tidak terjadi.
Tetapi, Eden juga tidak bisa berkata apa pun, ketika mengetahui bahwa Vita hamil anak Brio. Yang membuatnya mau tidak mau menikahkan untuk bertanggung jawab ulah putranya.
Tetapi sekarang setelah pembatalaan pernikahaan ini terjadi, Eden harap, keluarganya tidak akan lagi berurusan dengan keluarga besar Manopo maupun Lesham.
Mario yang melihat istrinya pergi meninggalkan dirinya, kini mulai menimbang - nimbangkan apa yang dikatakan istrinya itu.
Semenjak kejadian kematian Albert dan Briell, entah kenapa dirinya sekarang seperti domba yang selalu saja mematuhi keinginan Tuannya.
Dia menjadi seorang budak yang begitu mudah diperdaya dengan rasa hormat akan Arvan.
Membuat dirinya, tanpa sadar sudah melukai perasaan istri dan anak - anaknya yang lain.
“Mungkin benar apa yang dilakukkan Griffin saat ini.”
“Jelas saja dia merasa marah pada Vita dan Vika, karena dia yang merupakan cucu kandung keluarga kami, malah menjadi asing, sedangkan Vita yang bukan siapa - siapa malah mendapatkan kasih sayang.” Gumam Mario, yang kini mulai membela apa yang dilakukkan oleh cucunya itu.
Mulai sekarang, apa pun yang akan Griffin lakukkan untuk keluarga itu maupun Vita, Mario akan menjadi penonton saja, tidak mau ikut campur lagi.
Tetapi, “eh Tunggu, kenapa aku baru berbicara beberapa kalimat, sedangkan Eden sudah mencercaku dengan 100.000 kalimat?” Tanya Mario pada diri sendiri. Yang menyadari, bahwa semarah - marahnya dia, ternyata masih tidak bisa menandingi kekuasaan istrinya atas dirinya.
Terbukti, Mario yang merupakan seorang bos Besar, dan semua kalimatnya di dengar oleh siapapun. Kini malah terdiam ketika istrinya sudah berbicara panjang kali lebar.
Mario tak mau ambil pusing dengan masalah ini, dia mulai mengatur nafasnya, agar emosinya mulai terkontrol sedikit.
Lalu dia kembali mengambil ponsel yang berada di dalam saku celananya, dan melihat kembali foto yang dikirimkan oleh anak buahnya.
“Cantik.” Batin Mario, menatap gambar wanita yang saat ini sedang bersama anaknya.
Triingg, suara pesan masuk, yang terlihat dari Billy.
Khanza Gerlicek, lahir pada tanggal 12 September 1995 merupakan gadis blasteran Turki Indonesia.
Ayahnya bernama : Riza Gerlicek Turki
Ibunya bernama : Nase saraswati, yang merupakan keturunan Jawa Indonesia.
Ayahnya bekerja sebagai Dokter di rumah sakit ternama di Dubai, sedangkan ibunya adalah Ibu rumah tangga.
Khanza merupakan anak tunggal, dan dia ke Indonesia dengan tujuan kabur dari orang tuanya karena ingin dijodohkan oleh anak salah satu kenalan ayahnya, tetapi dia menolak.
Mario membaca dengan saksama biodata Milik Khanza, dan usinya dua tahun di bawah Brio, yang memiliki usia 29 tahun saat ini.
“Wajar kalau mereka mempunyai kecocokan dalam hal berpikir.” Gumam Mario, yang sepertinya menyukai Khanza dekat dengan putranya.
*To Be Continue. **
**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***🙏🏻🙏🏻* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.
*Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.*
*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**😎*
Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘
**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***😭😭😭*
*Terima kasih**🙏🏻🙏🏻*