
πΉ Happy Reading ya Gengs πΉ
Sesampainya di bandara, Brio terlihat memarkirkan mobilnya dengan rapi terlebih dahulu. Barulah setelah itu dia membangunkan Vita yang nampak tertidur di sampingnya.
"Kita sudah sampai. Kamu masih mau tetap di sini dan dipakai oleh banyak orang, atau ikut denganku dan yang memakaimu hanya aku saja," ucap Brio, yang sepertinya tersadar bahwa Vita hanyalah sedang pura-pura tertidur saja.
Tidak ada reaksi apapun dari Vita, dan itu membuat Brio semakin kesal melihatnya, dan langsung mengecup dan melluuumat bibir Vita dengan kasar.
Bahkan tak lupa tanganya mulai bermain di atas gunung bromo milik Vita.
"Aahhsshhh,," desis Vita, merasakan sakit di bibirnya karena luka akibat pukulan yang diberikan oleh Brio tadi.
Namun bukannyq berhenti Brio malah terus melanjutkan aksi gilannya itu, dia bahkan terlihat membuka baju Vita, "stopp,stooppp," bentak Vita, mendorong dengan keras tubuh Brio agar tidak sampai kelewatan batas.
"Why stop? I just want make love with you, what problem?" tanya Brio tanpa perasaan bersalah sama sekali.
"Mister Brio yang terhormat, ini adalah tempat umum, dan kamu bisa lihat di sana tadi? Semua orang sudah melihat bagian tubuh atasku yang kamu nyaris buka tadi," jawab Vita dengan emosi.
Namun karena merasa percuma, Vita mencoba untuk meredam amarahnya sendiri, karena tidak akan ada gunanya bicara dengan Brio, kalau dipaksakan juga hasilnya tidak akan baik, bisa jadi dia yang gila atau mentalnya bisa down akibat pembulu darah yang pecah.
"Buka kaca matamu power rengersmu sekarang!" perintah Brio yang sama sekali tidak masuk akal.
"Enggak," tolak Vita mentah-mentah.
"Buka kacamatamu dan segitiga bermudamu sekarang!" tegasnya lagi dengan suara yang sangat ditekan.
"Enggak Brio, kamu gila ya, aku rasa otak dan jiwamu ini sedang sakit Io, kamu butuh dokter, kamu butuh pisikiater, atau kamu butuh pisikologi sekarang, biar kamu bisa kembali normal," balas Vita tanpa ada rasa takut yang terlihat di wajahnya.
"Arrrrgghhh," jerit Vita, ketika Brio menjambak rambut Vita dengan sangat keras, dan menarik paksa kaca mata yang ada di bagian tubuh atas wanita itu.
Tidak lupa Brio mengcup dan menyyesaap bibir Vita terlebih dahulu, agar tidak ada yang mendengar jeritan Vita.
Setelah berhasil meloloskan kacamata itu, karena memang tidak ada talinya dan itu sangat mempermudah Brio untuk melepaskaanya.
"Aasshhh,,ah Brio, please jangan di sini," mohonnya, ketika pria ini mulai turun dan mengecup-ngeccup ujung gunug Vita yang sangat menggoda.
Namun sepertinya Brio sudah benar-benar tidak tahan, sehingga menghentikan kegiataanya dan segera menarik Vita untuk keluar dari mobil. "Cepat keluar, kita akan bermain di dalam toilet," ucap Brio, dan sontak membuat Vita membulatkan matanya besar.
"Enggak Brio, kamu sangat tahu, aku adalah publik figure, kalau kamu berbuat seperti itu dan-," ucapnya terhenti ketika Brio menariknya paksa untuk keluar.
Malu, itu yang Vita rasakan saat ini. Karena baju yang digunakan ini terbuat dari bahan tipis dan sedikit tembus pandang, sehingga memperlihatkan ujung gunungnya yang berwarna merah muda itu.
"Aku ingin mengigit ini," ucap Brio, sambil memegang dan menaacakkk bukit bromo Vita tanpa rasa malu pada sekitarnya.
Vita terpaksa menggunakan kacamata hitam karena takut dikenali oleh sekelilingnya.
Brio menarik Vita dan kadang sesekali mengecup dan menacaak bukit Vita di depan umum, tanpa mereka sadari jika sedari tadi Mezty yang merupakan tunangan dari Brio itu melihat sendiri kelakuan Brio yang berani berbuat gila di muka umum, bahkan meskipun wanita di sebelahnya itu menggunakan kaca mata hitam, Mezty masih bisa mengenali Vita dari bentuk tubuh dan juga tas yang dibawa Vita adalah pemberian Mezty dulu.
Mereka memang tidak dekat, namun mereka cukup baik dalam berteman, karena Mezty adalah senior Vita di dunia modeling, namun karena keberuntungan sedang berpihak pada Vita, maka membuat gadis itu mundur dan membiarkan Vita untuk go Internasional.
Vita mengira, Brio hanyalah bermain-main saja, tetapi nyatanya enggak, Brio benar-benar menariknya masuk ke dalam toilet perempuan, "no, Brio, ini adalah tempat umum, bagaimana kalau kita ketahuan, Brio," tolak Vita dengan sangat memohon.
Namun bukannya berhenti, Brio malah melanjutkan aksinya dengan menaikan sedikit baju Vita, dan benar-benar mengecupp dan menghissaap uting susu Vita dengan sangat kasar.
Tak lupa, dia menarik paksa celana pendek milik Vita, dan menggeserkan sedikit segita itu, dan mulai memainkan tanganya di bawah sana. "Ahhsssshh, Brio please stop," pinta Vita, saat dirinya merasakan sebuah getaran yang hebat.
"Aarrhghsss, Brio,,ahhs," desisinya benar-benar tidak sesuai dengan perkataan yang meminta untuk berhenti.
Brio melanjutkan aksinya dan berhenti ketika Vita ingin mendapatkan pelepasaanya.
Brio membalikkan tubuh Vita agar bisa menghadap ke arah cermin, lalu memasukan kukubirdnya dengan perlahan dari belakang.
"Aaahhsss," suara keenakan mereka berdua terdengar begitu nyaring, hingga Brio menyumpal mulut Vita dengan celena pendek milik wanita itu sendiri sambil terus menggerakan kukubirdnya dengan maju mudur cantik dan kasar.
"Emmhh,,emhh," suara Vita yang tertahan dengan suara sumpalan itu.
"Kamu bilang, kamu bukanlah wanita murahan, tapi apa kamu bisa melihat wajah kamu di cermin," sindir Brio, dan sontak membuat Vita menatap sosoknya yang sedang dimorena oleh Brio.
Dan memang benar, dirinya seperti wanita murahan pada umumnya.
Di saat mereka tengah ke-enakan, tiba-tiba terdengar suara langkah kaki dari arah luar, Brio segera menarik tubuh Vita, dan membawa tas Vita masuk ke dalam salah satu toilet yang kosong.
"Diamm! Kalau kamu tidak mau kita ketahuan," tegas Brio, yang sama sekali tidak menghentikan permainan Kukubirdnya itu.
Vita hanya diam dan pasrah, dia berusaha untuk menahan suaranya, hingga sampai saat Brio menekan dengan kuat kukubirdnya hingga mentok di dalam rahim Vita dan menyemburkan lahar panasnya di dalam.
"Bagaimana rasanya morena, nyaris ketahuan dengan orang lain?" tanya Brio tanpa filter.
"Apakah kamu sudah puas?" bisik Vita tanpa menjawab pertanyaan gila itu.
"Belum, sampai aku berhasil membuatmu pingsan," balas Brio dengan santai.
"Cepat pakai kembali bajumu, aku ingin melanjutkannya nanti di pesawat," sambungnya, dan ini yang membuat Vita tidak sanggup untuk selalu melayani nafssssu bejadd lelaki buaaya di sebelahnya ini.
Dengan segera Vita memakai kembali baju-bajunya yang tadi dibuka oleh Brio, dan setelah itu keduanya terlihat berjalan keluar dengan tampak sangat santai, seakan mereka melupakan kejadian tadi.
Seperti yang dibilang oleh Brio, sesampainya mereka di dalam sebuah pesawat Jet, Brio kembali melakukan aksinya pada Vita di depan para pramugari dan pilot yang ada.
MAlU, itu yang Vita rasakan saat ini, ketika tubuhnya sedang di morena dengan kasar oleh Brio, bahkan tampang wajahnya yang sangat menjijikan kini dipertontonkan oleh dua laki-laki lain dan juga tiga pramugari yang ada.
Vita sudah berusaha menolaknya, tetapi lagi-lagi Brio memukulnya dan bahkan mencambuknya jika dia menolak melakukan morena di depan orang lain.
Yang Vita harapkan saat ini, semoga saja Brio tidak memanggil kedua Pilot itu untuk merasakan tubuhnya juga.
**To Be Continue. *
**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***ππ»ππ»* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.
*Dan Jangan lupa yah, dukunganyaπ₯° jangan Sinder.*
*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**π*
Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **πLike,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****ππ
**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***πππ*
*Terima kasih**ππ»ππ»*